RESENSI MUSIK INTERNASIONAL



Tokio Hotel: 'HUMANOID,' Bukan Dari Jepang, Tapi Dari Jerman

Kamis, 03 Juni 2010 01:17

Meskipun dari namanya terdengar seperti ke-jepang-jepang-an, namun Tokio Hotel digawangi oleh empat musisi asal Jerman. Namun, nama itu rupanya memberikan keberuntungan bagi Bill Kaulitz, Tom Kaulitz, Georg Listing, dan Gustav Schafer.


Slash, 'SLASH', Benang Merah Yang Nyaris Tak Terlihat

Senin, 31 Mei 2010 21:43

Ghost sepertinya sengaja dipasang sebagai track pertama untuk menegaskan kalau album ini bukanlah album rock seperti didefinisikan para pecinta musik hingar-bingar di tahun 1980-an. Intro lagu ini saja sudah kental berbau pop. Selanjutnya kita diajak mengembara di dunia Slash lewat 17 track yang ditata rapi dan berimbang agar 'konsumen' yang bukan penggemar berat Slash tidak bosan. Datar memang karena setelah tempo tinggi kita dibawa turun dengan lagu yang sedikit mellow atau yang bertempo mid dan tanpa ada kejelasan di mana sebenarnya titik klimaks dari album ini.



Tegan and Sara: 'SAINTHOOD,' Kekuatan Dua Saudara Kembar Terbukti

Jumat, 21 Mei 2010 03:05

Terus berubah, terus berkembang, dan terus bertambah kuat karakternya, itulah duo post punk Tegan and Sara. Dua saudara kembar keluarga Quin asal Kanada kelahiran 19 September 1980 ini kembali memamerkan kekuatan mereka dalam SAINTHOOD, album studio keenam mereka.


Weezer: 'RATITUDE (DELUXE EDITION),' Well Hey, What Happened With You?

Jumat, 14 Mei 2010 02:46

Nama Weezer bisa jadi sudah menjadi salah satu band kenamaan yang memberikan janji pasti akan musik yang pantas didengarkan. Namun, kadang band hebat pun tak terlepas dari kesalahan. Dan RATITUDE (DELUXE EDITION) mungkin jadi salah satu kesalahan terbesar band alternative rock asal Los Angeles yang dibentuk 1992 silam ini.


30 Seconds to Mars: 'THIS IS WAR,' Mereka Siap Berperang

Senin, 19 April 2010 17:03

Jared Leto bisa jadi adalah salah satu orang yang memiliki wajah paling menarik di dunia, namun saat kita menilik bandnya, tak ada lagi keraguan atas prestasinya. Album A BEAUTIFUL LIE yang dirilis pada 2005 silam penuh berisikan lagu-lagu megah yang membuat 30 Seconds to Mars sebagai salah satu band yang wajib dianggap sebagai papan atas. Tapi dengan album terbarunya yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk ditulis, direkam, dan dirilis ini, mereka nampaknya siap pergi berperang. Perang melawan musik-musik penuh pretensi dan tambalan synthetizer yang mendominasi dunia saat ini.


Bon Jovi: 'THE CIRCLE' Lingkaran Fresh Sang Legendaris

Senin, 08 Februari 2010 12:12

Ya! Bon Jovi memang band besar yang bukan dilahirkan untuk mengikuti jejak siapapun juga. Di album mereka yang ke-9, mereka membuktikan hal tersebut dengan salah satu single andalan We Weren't Born To Follow. Sekali muncul di pasaran, album bertajuk THE CIRCLE ini mampu mencuri hati penggemar mereka yang sudah menanti dua tahun sejak album LOST HIGHWAY.


Foo Fighters: 'GREATEST HITS', Kamus Besar Seattle Sound

Rabu, 20 Januari 2010 23:08

Apa jadinya jika Kurt Cobain masih ada? Saya bukan hendak mengatakan jika kematian ayah Frances Bean itu adalah berkah bagi Dave Grohl, namun pasca bubarnya Nirvana, Dave kontan menjelma menjadi sebuah magnet grunge baru, dan ia mengomandani Foo Fighters bukan dari set drumnya, namun dengan menyandang gitar dan berteriak lantang sebagai seorang frontman. Cobain mungkin tak tergantikan, namun David Eric Grohl nyatanya adalah salah satu ikon rock n roll tersukses hingga kini.


Mika: 'THE BOY WHO KNEW TOO MUCH,' Tetap Megah Namun Tak Semengejutkan Dulu

Selasa, 22 Desember 2009 18:16

Michael Holbrook Penniman, pemuda Inggris kelahiran Lebanon, 18 Agustus 1983, ini boleh berbangga hati karena didapuk sebagai salah satu penyanyi solo pria terbesar sepanjang sejarah. Lelaki dengan kecenderungan seksual yang tidak jelas dan lebih tenar dengan nama panggung Mika ini pun menuai sensasi dengan lagu-lagunya yang ceria, didukung dengan suaranya yang terdengar bagai pertunjukan opera.


Colbie Caillat: 'BREAKTHROUGH', Penyemangat Hidup

Jumat, 04 Desember 2009 17:17

Berbekal pengalaman hidup baik personal dan cerita orang, Colbie Caillat muncul dengan BREAKTHROUGH. Tak jauh-jauh dengan judulnya tema album ini mengajarkan penikmat musik untuk tetap bertahan, memilih cara hidup yang tepat, dan pastinya kuat menghadapi masalah yang ada. Suaranya bak seorang Angel - begitu halus dan murni, Colbie berbicara tentang kehidupan nyata.


Pearl Jam: 'BACKSPACER', Deretan Nada-Nada Optimis

Kamis, 26 November 2009 08:08

Scene musik Amerika belum tamat! Itulah salah satu kabar baik yang dibawa oleh Pearl Jam dalam rilisan terbarunya, BACKSPACER. Sejak British Invasion bergulir pada 1964 sampai pertengahan 1980, praktis pasar musik Amerika menjadi lahan basah untuk musisi-musisi Inggris. Kini saat siklusnya mulai berulang, orang-orang Seattle ini seakan kompak berteriak lewat tenggorokan Eddie Vedder, there's always hope!


'COLOUR ME FREE!', Warna-Warni Joss Stone

Senin, 16 November 2009 23:51

Nampaknya sudah menjadi takdir bagi biduan yang terlahir dengan nama Joscelyn Eve Stoker ini untuk mengabarkan pada dunia jika Britney Spears dan Christina Aguilera bukanlah diva. Kini, ironisnya, di saat Lady Gaga berhasil meracuni selera pasar, kekuatan vokalnya yang sebelas-duabelas dengan sang idola, Aretha Franklin justru ditekan habis-habisan oleh labelnya sendiri.


Saosin: 'IN SEARCH OF SOLID GROUND,' (Bukan) Pencarian Jati Diri

Minggu, 08 November 2009 17:01

Tak usah terlalu berharap akan adanya sesuatu yang 'wah' dalam album terbaru Saosin kali ini. Tapi jangan salah, album studio kedua band asal Newport Beach, California, yang dibentuk tahun 2003 ini bukannya tidak bisa dianggap bagus. Namun, para penggemar Saosin yang sudah mengenal mereka sejak gebrakan EP pertama TRANSLATING THE NAME mungkin harus siap-siap merasa kecewa.


Natalie Imbruglia: 'COME TO LIFE', Album Abu-Abu

Selasa, 27 Oktober 2009 00:48

Tak bisa dipungkiri jika memiliki sentuhan Lisa Loeb dan olah vokal ala Alanis Morissette lantas membuat Natalie Imbruglia meraih popularitas di telinga pendengarnya. Namun kini, harus juga diakui, setelah dua belas tahun berselang sejak single cover version Torn membuatnya menjadi populer, biduanita asal Australia ini kembali memakai resep orang lain untuk mengulang suksesnya di akhir 90-an silam.


Muse: 'THE RESISTANCE', Sebuah Tanda Tanya Besar

Senin, 05 Oktober 2009 22:50

Dalam rilisan album ke-5nya ini, Muse sepertinya punya satu pakem baru, yakni bigger its better. Betapa tidak, dengan porsi solo gitar yang selebar Grand Canyon, iringan simfoni yang komplit, serta melodi multi-layered yang tebal, Anda akan dibuat mereka-reka dan ternganga selama kurang lebih 55 menit saat menyimak THE RESISTANCE.


Paramore: 'BRAND NEW EYES,' We're Not Same!

Rabu, 30 September 2009 15:49

Setelah menggebrak dengan album RIOT! pada tahun 2007 dan diganjar dengan nominasi Best New Artist Grammy Awards bersanding bersama Taylor Swift dan Amy Winehouse, kali ini grup emo pop punk Paramore kembali hadir dengan BRAND NEW EYES. Dengan ini, bisa jadi band asal Tennessee ini membuktikan jika mereka bukan hanya sekedar band-emo-bervokalis-cewek-cantik-yang-mencoba-menggebrak-dunia-musik-remaja.