Kisah Pribadi, Repvblik Ungkap Pesan di Balik Klip 'Aku Takut'

 |  Minggu, 23 Juli 2017 18:15
Kisah Pribadi, Repvblik Ungkap Pesan di Balik Klip 'Aku Takut'
Repvblik © KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Baru-baru ini ada pemandangan yang menarik dari Repvblik, di mana mereka baru saja selesai membuat video klip untuk single Aku Takut. Menariknya meski masih mengusung tema cinta, Repvblik mengambil konsep perang untuk video klip kali ini.

"Ini sudah dibicarakan dengan label. Akhirnya dibikin ceritanya sama sutradaranya, Tepan Cobain. Ada beberapa option yang dikasih mas Tepan. Tapi akhirnya cerita ini yang kami pilih," ujar Ruri Repvblik saat ditemui di sela pembuatan video klip Aku Takut di Kawasan Depok, Jawa Barat, Selasa (18/7).

Video klip baru, Repvblik usung konsep perang © KapanLagi.com/Budy SantosoVideo klip baru, Repvblik usung konsep perang © KapanLagi.com/Budy Santoso

Pada kesempatan yang sama, Hexa yang memegang posisi sebagai gitaris Repvblik mengaku kalau lagu Aku Takut merupakan kisah cintanya sendiri. Ruri juga menambahkan kalau single tersebut merupakan lagu yang bercerita tentang posesif.

"Itu kisah cinta saya. Kisah cinta seorang pria yang gak mau kehilangan wanitanya," aku Hexa.

"Ini ceritanya tentang posesif ya. Saking posesifnya dia takut kehilangan cintanya, sayangnya. Ada penggalan liriknya seperti burung dalam sangkar," tambah Ruri.

Video klip 'Aku Takut', bercerita tentang perjuangan mempertahankan cinta © KapanLagi.com/Budy SantosoVideo klip 'Aku Takut', bercerita tentang perjuangan mempertahankan cinta © KapanLagi.com/Budy Santoso

Lebih jauh, Hexa pun menjelaskan kalau video klip tersebut memang dibuat secara khusus dengan sebuah pesan. Bukan cuma tentang cinta, namun bagaimana perjuangan seseorang untuk mempertahankan salah satu hal paling berharga yang ia miliki.

"Yang pasti gini, video klip ini kan dibuat dramatisir ada ceritanya, perangnya. Jadi kami maunya yang menonton video klip ini gak cuma mendengar musiknya dan melihat video klipnya, tapi juga masuk ke dalam cerita itu. Mereka membayangkan perjuangan lelaki sampai rela mati dalam perang untuk seorang wanita, begitupun sebaliknya," pungkasnya.

(kpl/pur/ntn)


Lihat Arsip Musik

- - -