Kekuatan Komunitas dan Bisnis Dalam #DemiMetallica

Rabu, 17 Juli 2013 16:00 | 

Metallica

Kekuatan Komunitas dan Bisnis Dalam #DemiMetallica
@DemiMetallica




KapanLagi.com - oleh: Rea A

Pepatah lama menyebutkan, di mana ada kemauan, di sana ada jalan. Yang lain memberi petunjuk, banyak jalan menuju Roma. Bahasa Inggris mengatakan, where is a will, there is a way.

Semua intinya sama, kalau kamu percaya, kamu akan berusaha mendapatkannya. Metallica pernah datang ke Jakarta pada tahun 1993, di era Jason Newsted. Main selama dua hari di Lebak Bulus, berikutnya konser tersebut dikenang dengan satu kata saja: rusuh!

Banyaknya kawan dan rekan yang menjadi saksi hidup konser berdarah itu membuat cerita tentang Metallica selalu istimewa. Tetapi sesungguhnya, Metallica sendiri memang sudah istimewa. 'Kedudukan' sebagai salah satu punggawa The Big Four bersama Anthrax, Megadeth dan Slayer sudah identitas tersendiri. Sembilan album memenuhi daftar diskografi Metallica, melengkapi kegarangan mereka.

Metallica bersama Jason Newsted @www.tvguide.com Metallica bersama Jason Newsted @www.tvguide.com

Mungkin sejarah rusuh dan nama besar Metallica itu yang membuat euforia menggelora ketika James Hetfield dan kawan-kawan dipastikan kembali ke Jakarta, 25 Agustus mendatang. Album terakhir mereka adalah DEATH MAGNETIC (2008) dan sebenarnya, LULU (album kolaborasi tahun 2011) juga mendapat hasil tidak cemerlang di kalangan pengamat.

Awal Juli, ranah Twitter Indonesia diramaikan oleh #DemiMetallica. Harga tiket belum keluar waktu itu, sehingga calon penonton memakai ilmu kira-kira. Seperti halnya segala sesuatu yang sedang ramai di tempat publik seperti Twitter, #DemiMetallica menjalar sangat cepat dan menyapu siapa saja yang membukanya.

Konsepnya sederhana saja, jual-beli barang pribadi untuk menebus sehelai tiket konser Metallica. Ketika promotor mengumumkan harga resmi tiket pada 8 Juli, #DemiMetallica begitu membara, sampai lahir akun @DemiMetallica.

@Twitter/DemiMetallica@Twitter/DemiMetallica

Yang istimewa, karena berbicara di komunitas, tentu yang diperjual-belikan adalah barang-barang yang kira-kira digemari. Yang paling umum, merchandise band seperti kaos dan sepatu. Berikutnya, ada boxset band serta vinyl. Sebatas itu? Tentu tidak! Ada ponsel, spare part motor, sampai laptop.

Jika Anda seorang penikmat musik sejati, #DemiMetallica bisa jadi surga. Ada begitu banyak harta karun terpendam di sana! Soal harga, masih bisa dinegosiasi dalam batasan tertentu. Politik dagang pun bisa diterapkan di sini, tergantung dari barang apa yang diinginkan dan seberapa banyak peminatnya.

Promotor menyebutkan akan melepas sekitar 51 ribu tiket untuk memenuhi Stadion Gelora Bung Karno yang jadi venue. Hari pertama tiket dijual, semua orang berebut memesan online sampai situs tak bisa diakses. Alhasil makian-makian terlontar di Twitter. Sebenarnya tak perlu seheran itu juga, pasalnya pihak promotor juga pasti kelabakan menerima pemesanan sekian banyak.

Yang tidak tinggal di Jakarta, menawarkan jasa penyediaan transportasi berombongan. Tentu, lebih aman, murah dan menyenangkan daripada berangkat sendirian. Para pekerja kantor mengajukan cuti beramai-ramai, yang masih sekolah melancarkan sedaya upaya rayuan demi memperlancar izin dan uang pesangon.

Lebih luar biasa, gerakan #DemiMetallica ini pun mulai merambat ke dunia nyata. Seperti disebut oleh akun @DemiMetallica, sebuah acara akan diselenggarakan di sebuah tempat di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada 21 Juli mendatang. Yang mau menjual barang, diperbolehkan. Apalagi membeli.

Euforia kedatangan Metallica ini begitu besar, sehingga sulit membedakan siapa yang benar-benar mengetahui musik mereka, dan siapa yang hanya ikut-ikutan. Generasi sudah berganti, tetapi kalau mau jujur, menjadi hipster juga tidak salah. Semua dimulai dari satu langkah kecil, dan bila langkah kecilmu itu adalah serta dalam #DemiMetallica, kenapa tidak?

Apapun motivasi ikut #DemiMetallica, selamat merayakan. Semoga yang dikorbankan tidak sia-sia. Seperti kata Metallica, ... and justice for all.

(kpl/rea)



Lihat Arsip Musik

- - -