Ketika 'Master of Puppets' Berteriak, 'Nothing Else Matters' di GBK

Rabu, 28 Agustus 2013 15:00 | 

Metallica

Ketika 'Master of Puppets' Berteriak, 'Nothing Else Matters' di GBK
Metallica di Jakarta: @KapanLagi.comŽ/Bambang E Ros




KapanLagi.com - oleh: Rea

Mengenal Metallica sejak KILL 'EM ALL, tidak ada alasan melewatkan konser kedua mereka di Jakarta, 25 Agustus 2013. Tahun 1993 saya masih terlalu kecil untuk dibawa ke Lebak Bulus, maka konser pertama yang berakhir rusuh itu hanya jadi mitos.

Kondisi tidak fit tak menyurutkan semangat. Pokoknya harus nonton! Apalagi euforia sudah panas berbulan-bulan sejak BlackRock Entertainment mengumumkan tanggal show, hingga kemudian lahir pergerakan massa bernama #DemiMetallica.

Jam 5 sore, saya sampai di Gelora Bung Karno. Salah parkir, karena harus jalan memutari setengah GBK untuk mencapai gate Festival Red. Berbagai bahasa dan logat daerah terdengar, menunjukkan malam ini akan menjadi pesta rakyat metalhead Indonesia.

Kesulitan mendapat sinyal bikin bingung ketemu teman, dan luas GBK bikin salah paham, ditambah semua orang kelihatannya pakai baju warna hitam. Sekitar pukul setengah delapan malam, ribuan orang mengantri dengan tidak sabar, sampai pemeriksaan lapis pertama yang seharusnya mengecek barang-barang yang dibawa penonton gagal dilaksanakan. Aksi saling dorong membuat kru pengamanan tidak bisa berbuat apa-apa melawan kekuatan massa.

Lautan metalhead Metallica @BlackRock_EntLautan metalhead Metallica @BlackRock_Ent

Buru-buru memakai gelang sebagai tanda masuk konser, saya tidak buang-buang waktu memperhatikan sekeliling. Booth foto, booth minuman, dan tentu, booth merchandise Metallica. Ah, itu nanti saja, yang penting sekarang masuk dulu ke lapangan.

Sekujur bulu kuduk meremang begitu kaki menginjak lapangan GBK. Saya berteriak kesenangan. Saya akan menjadi bagian dari pesta. Saya akan segera menonton aksi live Metallica! Hidup ini indah! Tidak sempat menyaksikan Seringai lantaran mengantri, kini panggung kembali kosong. Panggung yang sangat, sangat besar, menjanjikan sound system berkualitas.

Saya melirik ke sekeliling. Tribun terlihat padat. Front of House. Dua screen besar. Sinyal sudah sama sekali hilang, jadi baiknya ponsel disimpan saja. Semoga tidak ada gadget-gadget teracung, harap sia-sia saya. Penonton yang terlalu berenergi di Tribun membuka konser dengan membuat gelombang, mendapat sambutan dari yang di Festival.

Sekitar pukul 20.30 WIB, lampu biru menyorot, dan screen menayangkan intro Ecstasy. Semua berteriak dan mengangkat tangan, tahu setelah ini kami akan jadi bagian dari sejarah. Hit The Lights sebagai lagu pertama! Saya larut dalam histeria, meneriakkan "You know our fans are insane, we're gonna blow this place away! With volume higher than anything today, the only way!"

                                 video: @nelwinardiansyah

Persis seperti itulah yang terjadi. Apalagi ketika intro Master of Puppets menyambung Hit The Lights. Kelas Festival, tempat saya berdiri, terlonjak-lonjak akibat penonton yang pamer suara kepada James Hetfield, Kirk Hammett, Robert Trujillo, serta Lars Ulrich. Ini akan jadi pesta metalhead terbaik!

"You seem very energetic tonight! I can't believe it's been 20 years, and now we're here!" sapa James setelah Fuel. Suaranya tenang, menggelegar, setiap patah katanya terdengar jelas. Para metalhead bergolak.

Komunikasi verbal semata dilakukan hanya oleh James selaku frontman. Dan dia melakukannya dengan sangat, sangat baik. Tidak hanya memakai bahasa Inggris, dia juga memanfaatkan mimik muka dan gestur tubuh yang mengundang tawa penonton.

Sang Raja meminta rakyatnya berteriak lebih keras. @KapanLagi.comŽ/Bambang E RosSang Raja meminta rakyatnya berteriak lebih keras. @KapanLagi.comŽ/Bambang E Ros

Ride The Lightning, Fade to Black, The Four Horsemen, dan Cyanide menyusul kemudian. Yang menarik, Four Horsemen terbilang tak sering dibawakan, namun entah mengapa Metallica memasukkannya dalam setlist. Di tengah Cyanide, Trujillo menyempatkan diri pamer solo. Oh ya, Kirk  juga sempat solo memainkan Imperial March-nya Star Wars.

18 lagu jadi setlist Metallica, termasuk Welcome Home (Sanitarium), Sad But True, Orion, One, For Whom The Bells dan Blackened. Ketika intro Nothing Else Matter melantun lembut, massa tak tertahankan lagi. Meledak dalam kerinduan 20 tahun dan haru atas terwujudnya mimpi menonton Metallica.

Klimaks diperpanjang oleh Enter Sandman, membuat GBK seolah terhempas ketika puluhan ribu metalhead serempak berteriak, "Exit light enter night, take my hand, off to never never land!" Bahkan Metallica sendiri mengakui, sudah lama mereka tidak mendengar lagu dari album METALLICA tersebut dinyanyikan sedemikian keras. Tak heran, James mengulas seringai senang saat reff.

                                   video: @nelwinardiansyah

James berdiri seraya melipat lengan di dada, jelas menguasai massa dan gembira dengan yang dilihatnya. Keempat personel Metallica masuk ke balik panggung, sementara penonton berteriak penuh keyakinan, "We want more! We want more! We want more!" Seek and Destroy belum dibawakan, bukan?

Di Creeping Death, James membuka dengan sedikit humor sebelum bertanya, "So do you have some energy left, Jakarta?" Sudah hampir dua jam berlalu, namun GBK justru semakin liar dan panas.

Tidak ada kata yang tepat untuk menggambarkan konser kedua Metallica ini, selain luar biasa. Show berjalan rapat, rapi, dengan kecepatan penuh dan energi tumpah ruah. Artis dan penonton bergantian saling menyuntikkan energi, kadang begitu kuat sampai terasa berat untuk dihela nafas.

                                  video: @nelwinardiansyah

Sudah 20 tahun berlalu dari debut konser Metallica, dan sejak saat itu, band ini terus berkembang. Jelas, betapa mereka layak menjadi raja heavy metal. Segalanya sudah diatur sangat menghibur, tak peduli kamu metalhead generasi album apa. Lihat bagaimana James bergerak, lihat bagaimana James-Kirk-Robert berjajar dalam formasi trio, mengangkat gitar masing-masing. Lihat bagaimana tim produksi panggung Metallica menyorot tato RIFF di jemari James, lalu ke pick gitar bertuliskan Metallica dan membuat penonton bersorak mendewakan sang raja.

Di sisi lain, penonton pun turut berkembang. Kemudahan mengakses video-video konser di internet mengajari bagaimana cara menjadi penonton yang menyenangkan, dengan memberi yang diinginkan sang musisi. Itulah sebabnya mengapa semua orang sudah ikut bernyanyi sejak Ecstasy, dan tak surut sampai Seek and Destroy.

Setlist yang banyak memuat lagu-lagu lama menjadikan 25 Agustus malam sangat istimewa. Setelah encore, penonton kembali menuntut lagu ekstra, membuat James harus menjelaskan dengan gaya pantomim mengapa ia tak bisa memenuhinya. Tentu saja, akhirnya mereka harus mengalah, "Oh, you beautiful, Jakarta! We don't give up that easy, either do you, right?" tanya James seraya mengalungkan gitar.

                              video: @nelwinardiansyah

Sebelum pesta benar-benar selesai, James, Kirk, Robert meraup pick gitar dalam jumlah banyak, menyenangkan penonton di deret depan. Setelah Lars melemparkan stik-nya, bergantian mereka menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Jakarta. "Metallica loves Indonesia! We will be right back!" teriak James bersama kawan-kawannya yang masih bersimbah keringat, seraya mengangkat bendera merah-putih kebanggaan Indonesia.

@BlackRock_Ent@BlackRock_Ent

Ada banyak perbedaan pendapat untuk album-album Metallica, sampai para penggemar terpecah menurut klasifikasi album (dan personel). Tetapi KILL 'EM ALL tidak pernah salah, dia bagaikan kitab suci metalhead. Lagipula, Metallica di depan mata! Untuk apa berdebat album mana yang terbaik?

Jadi kalau kamu ingin adikmu menjadi seorang metalhead yang berbahagia, sebaiknya perdengarkan KILL 'EM ALL padanya mulai sekarang.

 

 

 

 

(kpl/rea)



Lihat Arsip Musik

- - -