Konser Alter Bridge, Seperti Seharusnya

Selasa, 11 Maret 2014 15:50 | 

Alter Bridge

Konser Alter Bridge, Seperti Seharusnya
Alter Bridge: @KapanLagi.comŽ/Bambang E Ros




KapanLagi.com - oleh: Rea

Semakin bervariasi band-band luar negeri yang datang ke Indonesia. Bukan saja yang sedang menduduki chart pop atau sedang rajin masuk kolom gosip, namun juga dari scene di luar itu. Setelah Stone Temple Pilot yang sayangnya batal, Alter Bridge hadir mewarnai bulan Maret, memberi penawaran lain karena Bruno Mars dan Avril Lavigne sudah dijadwalkan di bulan yang sama.

Sungguh tak mengherankan jika kemudian yang muncul di MEIS Ancol, Jakarta, adalah pria dan wanita berpakaian hitam-hitam. Alter Bridge adalah sebuah band rock alternative yang punya ballad hits Broken Wings serta Open Your Eyes. Namun sebenarnya mereka punya lebih banyak lagu yang jauh lebih menarik, lebih rock.

Sekadar tahu saja, gitaris Alter Bridge yang bernama Mark Tremonti kerap dianggap salah seorang 'dewa' gitar. Kelihaian jarinya menari di atas senar membuatnya mendapatkan gelar Guitarist of The Year selama tiga tahun oleh majalah Guitar World, bahkan disebut sebagai salah satu gitaris heavy metal terbaik sepanjang masa oleh Total Guitar.

@KapanLagi.comŽ/Bambang E Ros@KapanLagi.comŽ/Bambang E Ros

Dan vokalis Myles Kennedy punya kemampuan yang menarik untuk disimak. Sejauh ini, Alter Bridge telah melahirkan empat album, tiga lagu dari album terakhir FORTRESS sedang merangkak di chart internasional. Band ini lebih dari sekadar dua ballad rock.

Alter Bridge membuktikannya dalam venue MEIS Ancol, hari Sabtu (9/3) malam. Membuka setlist dengan Addicted, Myles dan kawan-kawan bahkan tidak berbasa-basi. Di sesi pertama ini, menyusul White Knuckles dan Come to Life. Penonton bersorak meriah, namun atmosfer belum benar-benar menyenangkan.

Bisa dibilang, Myles jarang sekali berkomunikasi dengan audiens yang sangat antusias. Tidak ada canda, tidak ada kisah apapun yang dituturkan, tidak ada kejutan. Semua bergulir begitu saja, seperti seharusnya.

@KapanLagi.comŽ/Bambang E Ros@KapanLagi.comŽ/Bambang E Ros

@KapanLagi.comŽ/Bambang E Ros@KapanLagi.comŽ/Bambang E Ros

Kegembiraan penonton menjadi penyelamat. Mereka yang benar-benar menyukai dan telah menunggu kedatangan sang idola sangat menikmati raungan gitar, dentuman drum dan lengkingan vokal Myles yang memang indah.

Before Tomorrow, Brand New Start, Cry of Achilles, Ghosts, Ties That Bind, Water is Rising, sampai Broken Wings dibawakan dengan rapi. Agak terlalu rapi. Tentu, di Broken Wings lantai venue yang terletak di lantai dua langsung bergoyang karena semua orang meneriakkan lirik yang sama.

Myles tersenyum sedikit saat Broken Wings. Masih tak ada komunikasi dari ketiga personel lain, seolah mereka berbicara melalui instrumen masin-masing. Menyambung setlist, adalah Metalingus, Blackbird, Watch, Isolation. Sangat mudah ditebak, Open Your Eyes menjadi penutup setlist.

Yang terjadi selanjutnya bagaikan di film. Panggung gelap, penonton bergeming. Sebagian duduk, menunggu Alter Bridge keluar. Mereka bahkan tak repot-repot meneriakkan, "We want more!"

@KapanLagi.comŽ/Bambang E Ros@KapanLagi.comŽ/Bambang E Ros

Sambutan masih meriah ketika Myles dan rekan-rekannya kembali ke panggung. Tiga lagu menjadi encore, Slip Into The Void, Farther Than The Sun, dan Rise Today. Satu-satunya kalimat 'manis' Myles adalah, "If we come back here, will you come back?"

Dengan begitu, berakhirlah konser Alter Bridge. 'Dingin' namun tetap membakar, musikalitas band ini terbukti 'panas'.

(kpl/rea)



Lihat Arsip Musik

- - -