[Eksklusif] Bagi Tommy Page, Musik Adalah Cinta

Jumat, 08 November 2013 09:50 | 

Tommy Page

[Eksklusif] Bagi Tommy Page, Musik Adalah Cinta
Tommy Page: @Facebook/TommyPage




KapanLagi.com - Bagi yang besar di era 90-an, nama Tommy Page mungkin dikenali sebagai pencuri hati para gadis di masa tersebut. Tommy, yang kini berusia 43 tahun namun diingat berkat hit-hit romantisnya, akan kembali ke Indonesia pada pertengahan November.

Melalui obrolan eksklusif KapanLagi.comŽ dengan Tommy, sang pelantun A Shoulder to Cry On ini menyebutkan sudah mengunjungi Indonesia sekitar 20 kali! "Dalam waktu lima tahun, mungkin aku ke Indonesia sudah 20 kali. Sudah 15 tahun lebih berlalu, aku bersemangat sekali kembali ke sana (Indonesia)."

"Aku merasa tumbuh besar di Indonesia," imbuh Tommy, mengakui Indonesia sebagai negara yang membantunya meraih mimpi-mimpinya.


Cukup lama tidak terdengar di bisnis hiburan, Tommy membantah disebut berhenti bermusik. "Di akhir usia 20, aku mengambil sebuah keputusan besar. Aku kembali ke sekolah, justru karena aku ingin bermusik lebih lama. Waktu aku mendapat kontrak rekaman pada 1989, aku drop out," ungkapnya.

Sempat berkutat di belakang layar sebagai karyawan label, tidak menghilangkan kerinduan Tommy terhadap panggung dan kemeriahannya. Padahal, bekerja di industri membuat Tommy bisa mengenal dan bahkan membantu karir artis-artis idolamu saat ini, seperti Michael Buble, Alanis Morissette, Josh Groban dan Green Day.

"Itu pengalaman luar biasa. Aku banyak kerjasama dengan David Foster, dia yang 'menemukan' Josh Groban dan Michael Buble. Aku selalu suka musik David Foster, kami punya gairah yang sama," kata Tommy, lantas mengenang pertemuan pertama dengan Josh Groban.

"Josh itu mirip sekali denganku di saat muda. Pertama kali kami berjumpa, dia sangat muda, kurus, canggung. Tetapi suaranya luar biasa. Aku percaya dia memiliki dan akan memberikan sesuatu yang luar biasa. Bertahun-tahun, David dan aku meyakinkannya. Aku meyakinkan label memilih You Raise Me Up sebagai single. Ketika lagu itu sukses, rasanya luar biasa," tutur Tommy


Berkutat langsung di industri musik yang serba cepat, Tommy menyadari betul perubahannya. Hal itu membuatnya terbuka terhadap hal-hal baru.

"Aku memang berencana kembali bikin lagu. Musikku tetap datang dari hati dan melodius, dengan lirik lebih dewasa. Aku berumur 40an sekarang, aku tak bakal membuat musik seperti yang dibuat oleh yang berumur 21 tahun," kata Tommy jujur. "Aku ingin musikku menginspirasi anak muda, aku punya banyak hal untuk kunyanyikan."


Pemikiran serupa juga diterapkan Tommy soal membagikan musik gratis. "Aku tak percaya sistem unduh ilegal. Menyedihkan sekali, orang tidak bisa menghargai yang membuat musik itu. Menurutku, streaming jawaban di masa depan," tegas pria yang juga menyanyikan lagu-lagu soundtrack film tersebut.

Lantaran ketidakpercayaan itu, Tommy kini tengah terlibat dalam sebuah proyek bernama Pandora Internet Radio yang mengizinkan publik mendengarkan sebuah album secara online (streaming). Tampaknya, segala yang dilakukan Tommy memang selalu berkaitan dengan musik. Buktinya, dia tak bingung memilih antara Lady Gaga dengan Miley Cyrus.

"100% Lady Gaga! Gaga itu artis sesungguhnya, penulis lagu luar biasa, penyanyi hebat, dan seorang pendobrak. Aku mengamatinya besar dari klub kecil di New York, sekarang dia menjadi ratu pop," tukas Tommy yakin.

Berpuluh tahun melibatkan diri dalam bisnis musik, tidak menggoyahkan Tommy. Baginya, hal terindah adalah menyanyikan lagunya di depan orang yang memang menyukainya, sekalipun hanya beberapa gelintir saja. Itulah sebabnya, Tommy hanya memerlukan satu kata untuk merangkum perasaannya terhadap musik.

"Love," jawabnya tegas.

Catatan: tiga video yang bisa kamu klik di atas adalah pilihan pribadi Tommy, selain I Breakdown dan When I Dream of You.

(kpl/rea)



Lihat Arsip Musik

- - -