Weezer: 'RATITUDE (DELUXE EDITION),' Well Hey, What Happened With You?

Jumat, 14 Mei 2010 02:46





  • Weezer: 'RATITUDE (DELUXE EDITION),' Well Hey, What Happened With You?
    Weezer: RATITUDE (DELUXE EDITION) 3bp.blogspot.com

KapanLagi.com -

Oleh: Noviana Indah

Nama Weezer bisa jadi sudah menjadi salah satu band kenamaan yang memberikan janji pasti akan musik yang pantas didengarkan. Namun, kadang band hebat pun tak terlepas dari kesalahan. Dan RATITUDE (DELUXE EDITION) mungkin jadi salah satu kesalahan terbesar band alternative rock asal Los Angeles yang dibentuk 1992 silam ini.

Rilisnya RATITUDE cuma berjarak satu tahun dari THE RED ALBUM, album Weezer 'banget' dengan nerdy touch digabung dengan banyak catchy tunes, namun satu tahun itu tampaknya mengubah semuanya. RATITUDE adalah eksplorasi Rivers Cuomo, Patrick Wilson, Brian Bell, dan Scott Shriner yang bisa dianggap amat lebih ringan daripada album-album mereka sebelumnya.

Lupakan Buddy Holly atau The Greatest Man That Ever Lived, atau musik-musik dengan lirik cerdas namun tetap berkesan ceria dari mereka karena RATITUDE memberikan kesan jauh berbeda. Meski banyak dibantu oleh musisi-musisi top semacam Butch Walker, Jermaine Dupri, dan All American Rejects, rupanya 'bantuan' ini malah mengacaukan konsep Weezer itu sendiri.

Kali ini, Weezer benar-benar kehilangan sentuhan mereka. Terlalu ngepop, ecek-ecek, dan bisa dibilang terseret efek pasar. Dan jangan heran kalau banyak penggemar setia Weezer tiba-tiba meninggalkan mereka atau bahkan melupakan album studio ketujuh mereka ini.

Bahkan permainan mereka dengan memasukkan Hindi verse dalam Love is the Answer juga tak terlalu bekerja. Liriknya terlalu kacangan, seperti hanya mengejar posisi radio hits, dan beberapa bahkan menyebut Cuomo terlalu banyak menonton SLUMDOG MILLIONAIRE dan terkena demam "Segalanya bisa dikalahkan oleh cinta" yang jadi dogma dalam film Bollywood.

But wait, bukan berarti RATITUDE tak layak didengarkan. Coba nikmati Dont Want to Let You Go atau Tripping Down the Freeway, sisa-sisa taring Weezer masih bisa didengar di sana. Namun lainnya, yeah, anggap saja Weezer sedang bersenang-senang dengan alat musik di sini. (kpl/npy)


Nama
Email
Komentar
Komentar yang tidak sopan akan dihapus.

Komentar Pembaca (0)

Lihat Arsip Musik

- - -