Icona Pop, 'THIS IS...', Gemerlap Tak Tertolak Dari Swedia

Kamis, 02 Januari 2014 20:50
Icona Pop, 'THIS IS...', Gemerlap Tak Tertolak Dari Swedia
Icona Pop: 'THIS IS'




KapanLagi.com - oleh: Rea

Dengan cover album cukup provokatif, Icona Pop sukses meracuni publik. Melihat artwork-nya, apakah mengingatkanmu pada Tatu? Tidak salah, walaupun tidak sepenuhnya benar. Tatu datang dari Rusia, Icona Pop dari Swedia. Musiknya pun berbeda.

Duo Aino Jawo dan Caroline Hjelt membawa kegembiraan yang mereka akui bergaya 90an. Faktanya, jika kamu bosan dengan balada Twerking yang membingungkan dan hanya mau bersenang-senang tanpa memikirkan Justin Bieber yang katanya ingin pensiun, album ini tepat untukmu.

Icona Pop sudah meneriakkan attitude mereka sejak track satu, I Love It and I don't care! Berikutnya, di 10 lagu kemudian, Aino dan Caroline menyelipkan sedikit rempah punk yang membuat musik mereka jadi gurih, di antara kentalnya EDM (Electronic Dance Music) dan pop mainstream. Sungguh, sebaiknya tidak perlu merepotkan diri dengan membandingkan mereka dengan Tegan and Sara.


Sepertinya memang Icona Pop tak pernah harus menjalani hari Senin, seolah-olah tiap hari adalah hari Jumat bagi mereka. All Night tampil sama meriahnya seperti I Love It, We Got the World, dan Ready for the Weekend. Di luar dugaan, album ini menarik dengan permainan synthesizer, keyboard yang berkedip-kedip, ditambah aksen pengucapan bahasa Inggris Icona. Kalau kamu datang ke acara dansa akbar Jakarta di pertengahan Desember lalu, lagu-lagu Icona Pop akan mudah membuatmu bergoyang. Girlfriend pasti sudah familier di telinga, single ini diluncurkan pada 4 Juni 2013 lalu.


Lirik "All I need in this life of sin is me and my girlfriend, down to ride till the happy end, is me and my girlfriend," memang terdengar menggoda sekali. Seperti ketika sahabatmu membawa sekotak donat jam dua pagi di tengah diet, atau lambaian tiket konser idaman di tengah minggu ujian. Pertanyaannya, sejauh apa kamu bisa menahan godaan itu?

In The Stars lebih tenang, mengumbar pertanyaan, 'Where we goin'?' yang sepertinya langsung terlupakan begitu memasuki On a Roll. Just Another Night hadir membawa nada rendah menenangkan, chorus mudah diingat, semi-balada pop pada umumnya yang ditutup dengan manis.

Hold On punya ketukan drum yang akan membangkitkan harapanmu tentang gemerlap lantai dansa, lebih manis daripada Just Another Night yang berlalu begitu saja. Berikutnya, Light Me Up akan mudah menjadi anthem menyenangkan di konser Icona Pop.

Yang terakhir, Then We Kiss menjadi penutup mengesankan. Orisinil, berani, bergairah. Nyaris terdengar seperti perintah, "Then we kiss!" diserukan dengan euforia seolah-olah akan ada confetti turun saat kamu menciumnya. Mencium siapa? Terserah kamu.


Musim panas sudah lewat, liburan juga sudah usai. Siapa peduli? Selama kamu punya THIS IS, kamu bisa berpesta selama yang kamu mau, seperti di All Night, "We could do this all night, it's alright..." Mungkin berpesta bersama Kesha juga, yang tampaknya punya semangat bergembira yang sama seperti Icona Pop.

(kpl/rea)



Lihat Arsip Musik

- - -