Daft Punk: 'RANDOM ACCESS MEMORIES', Comeback Yang Seksi

Kamis, 23 Mei 2013 18:30 | 

Daft Punk

Daft Punk: 'RANDOM ACCESS MEMORIES', Comeback Yang Seksi
Daft Punk: RANDOM ACCESS MEMORIES




KapanLagi.com - oleh: Rea

Delapan tahun jelas bukan waktu sebentar. Setelah Something About Us dari DISCOVERY (2001) yang kemudian berhasil menjadi sebuah signature, duo Prancis Daft Punk merilis HUMAN AFTER ALL (2005).

Tahun 2012 mereka mengalirkan kesegaran melalui soundtrack TRON: LEGACY. Dan kini, di 2013, Daft Punk meluncurkan RANDOM ACCESS MEMORIES. Album yang sudah lama diantisipasi, dinanti, dan langsung melejit di chart-chart internasional.

Get Lucky menjadi single pertama dari album RANDOM ACCESS MEMORIES, yang lebih dulu bisa didengar di iTunes dan Youtube. Pharell Williams hadir menyumbangkan suara kerennya, dan segenap penantian pun terbayar lunas. RANDOM ACCESS MEMORIES dilepas sejak 20 Mei 2013.


Klasik dan seksi, Daft Punk kembali dengan penuh gaya, bersama Give Life Back to Music. Musik elektronik memang sedang merajai chart belakangan ini, namun Daft Punk mampu memberikan sensasi berbeda, rempah dalam takaran yang tepat, sehingga musiknya menjadi begitu renyah.

The Game of Love memuat formula down-tempo, melodi yang licin dan programming vocal. Seperti meluncur di sela-sela jari, seperti kain sutra yang membuatmu ingin berbaring di atasnya. Giorgio by Moroder adalah ide brilian. Berdurasi hampir 10 menit, Giorgio Moroder adalah penari Italia yang sangat terkenal. Dia berbicara soal pengalaman bermusiknya, "Because all i really want to do is music, and not only play music, but compose music," sementara Daft Punk bergabung dengannya di detik ke-37, nyaris tak terlihat namun melengkapi di waktu yang tepat.

Tarian bas di pertengahan menambah nikmat Giorgio by Moroder. Dalam Within, Daft Punk memakai dentingan piano sebagai pembuka, kelembutan yang kemudian diisi oleh vokal robot yang merana dalam ketidaktahuannya, "There are so many things that I don't understand." Akhir yang dramatis membawa masuk Instant Crush dengan mulus.

Begitu 80-an! Percayalah, lagu ini akan membuat kakimu bergerak tanpa sadar. Ada Julian Casablancas di sini, vokalis The Strokes. Rock dan disko tak pernah salah! Get Lucky bukan satu-satunya lagu kolaborasi Daft Punk dengan Pharell Williams, karena ada Lose Yourself to Dance. Nyaris kembar dengan Get Lucky yang pasti membuat lantai dansa jadi penuh, begitu pula track keenam ini.


Bersama Daft Punk, Paul Williams, penulis lagu legendaris peraih Grammy Awards menggarap Touch, soundtrack galaksi berdurasi delapan menit. Kesepian tertangkap dalam lirik, "Where do I belong?" yang disampaikan dengan hampir dingin, sampai musik masuk dan menghangatkan tata surya. Paduan suara di akhir Touch seperti memberi harap, namun ternyata hal itu tak cukup.

Get Lucky dan Phoenix-nya merenggut segala perhatian. Single cerdas sebagai tanda comeback. Sekali lagi, Pharell Williams masih menjadi icebreaker yang sangat baik. Fun, ramah, seperti Pharell sendiri yang mengajak mengulurkan tangan dan mengajak berdansa.

Beyond mengejutkan dengan intro simfoni sepanjang 40 detik, yang dipotong begitu elegan. Sisanya? Anthem sensual khas Daft Punk. Motherboard tampil menonjol karena dia merupakan instrumental yang padat dan ambisius. Menjelang akhir, aransemen berubah haluan menjadi gemericik air. Tak terduga.

Fragments of Time membawa potongan waktu yang menyenangkan, melodi ramah tahun 80an. Nama Todd Edwards tercantum di sana, empat menit yang mengulas senyum di bibir. Santai, synthesizer yang menarik, diakhiri dengan, "It's moment to shine!"

Nama Panda Bear ada di track Doin' It Right, salah satu personel Animal Collective, seorang musisi experimental. Bekerja bersama Daft Punk, tak bisa disangkal hasilnya adalah kecerdasan eksperimen yang bikin kecanduan.


Contact ditempatkan di tracklist terakhir, menggenapi kembalinya Daft Punk yang mempesona ini. Seperti astronot yang melakukan kontak dengan makhluk luar angkasa. Tekanan organ yang berat, drum yang berputar, lalu synthesizer yang mengangkasa. Tinggi, tinggi, tinggi, dan mendarat dengan halus. Klimaks cerdas!

Kekuatan Daft Punk meramu musik dansa masih tak bisa disangkal. RANDOM ACCESS MEMORIES mungkin terdengar sedikit terlalu mellow, namun rasa vintage di dalamnya menjadikan segar. Kalau kamu menjadikan Something About Us sebagai soundtrack hidupmu, maka album ini pas manisnya. Lagipula, saat ini semua orang ingin berdansa dengan Daft Punk.

(kpl/rea)



Lihat Arsip Musik

- - -