Voice of Baceprot Pernah Pakai Alat Bekas Marching Band Saat Latihan di Sekolah

Senin, 26 Juli 2021 17:25


Voice of Baceprot - Credit Foto: Anton Ismael

Kapanlagi.com - Nama grup band Voice of Baceprot (VoB) mungkin masih asing terdengar di telinga para pecinta musik mainstream. Band asal Garut, Jawa Barat ini mengusung genre rock/metal dan digawangi oleh 3 orang gadis belia bernama Firdda Marsya Kurnia (vocal dan gitar), Widi Rahmawati (bass) dan Euis Siti Aisyah (drum) yang semuanya selalu tampil dalam balutan hijab.

Bukan sekedar band main-main, VoB sudah punya sebuah single hits bertajuk School of Revolution yang mendapatkan banyak respon positif dari para pecinta musik hingga para musisi. Bahkan, dalam Wacken Open Air 2022, Marsya CS akan tampil sepanggung dengan nama-nama band metal dunia seperti Slipknot, Judas Priest, Rammstein’s Till Lindemann dan masih banyak lainnya.

Dalam sebuah interview daring bersama KapanLagi.com daring pada Jum'at (23/07), VoB mengungkapkan bahwa awalnya mereka hanya diberi ruang kecil untuk latihan, Uniknya, ruangan tersebut berisi barang-barang bekas latihan marching band sekolahnya.

"Iya kita dikasih ruangan kecil gitu untuk latihan, nggak terlalu besar sih ruangannya, jadi memanjang gitu. Terus diisi sama alat-alat dan barang-barang yang di sekolah nggak diperluin kayak kabel-kabel busuk. Sampai SMA latihannya di situ terus karena belum punya studio. Awalnya sih kayak drum misal pake bekas marching band, karena di sekolah nggak ada drum asli," ungkap Marsya yang menjadi vokalis sekaligus gitaris VoB.

Setelah intensitas latian yang terus meningkat, mereka lantas berinisiatif untuk mengusulkan pada kepala sekolah agar diberi alat yang lebih layak. Usul mereka akhirnya dikabulkan oleh pihak sekolah.

"Baru setelah kita sering latihan terus usul ke kepala sekolah bahwa kita ada penampilan buat perpisahan dan perlu kayak alat musik dan kepala sekolah tuh kayak lihatnya duh kasihan kalau pakai alat yang gitu. Iya jadi H-5 sebelum perpisahan itu dibeliin alat," ujarnya.

 

 

 

1. Pengalaman Manggung Paling Berkesan

Saat ditanya mengenai pengalaman manggung paling berkesan, Siti sang drummer menungkapkan bahwa mereka sempat manggung hingga Jogja dan Bali. Menurutnya, pada dua event tersebut VoB mendapat pengalaman positif dari para penonton.

"Pengalaman manggung paling berkesan tuh pada saat manggung di Ubud Festival Bali sama Jogja. 2 event itu tuh bener-bener di luar ekspektasi kita tapi dalam pengertian yang baik ya. Kita pikir manggung di acara yang bukan musik tuh penontonnya bakalan kaku. Tapi acaranya pecah banget dan kita dapat feedback yang sangat baik dari mereka," ujar Sitti.

2. Fokus di Dunia Musik Dulu

Diketahui bahwa tiga personel band ini baru saja lulus SMA. Rupanya, untuk saat ini mereka lebih memilih untuk fokus pada dunia musik dahulu. Marysa berpendapat bahwa kini kegiatan belajar bisa dilakukan di mana saja. Terakhir, ia juga menambahkan bawa saat ini keluarga tak memaksa terkait rencana masa depannya.

"Sekarang sih kita lebih milih fokus di musik dulu. Kalau untuk pendidikan. Waktu untuk pendidikan tuh udah ngambil waktu kita sekitar 12 tahun kan. Jadi kita pengen dulu menghirup udara bebas sebentar. Terus kita juga nggak mau mempersempit pandangan tentang pendidikan yang terbatas sama ruang kelas, gedung kampus gitu. Jadi buat kita belajar hal-hal yang sifatnya akademis itu bisa di luar sekolah. Dan sekarang kan teknologi udah maju, medianya tuh sudah bisa kita dapet," ujar Marsya

"Keluarga nggak maksa karena kita sekarang kan sudah punya penghasilan sendiri, jadi sebelum kita pake itu untuk kuliah, mending dipake dulu untuk membantu perekonomian keluarga," pungkasnya.

(kpl/gtr/ums)