Terinspirasi Pesan Moral di Sinetron Religi Era Akhir 90an, Worship Rilis Single Mesin Waktu

Kamis, 07 Januari 2021 17:32


Worship © KapanLagi.com/Matias Purwanto

Kapanlagi.com - Heavy stoner rock pendatang baru di industri skena musik tanah air, Worship, melepas mini album digital "ROCK PETAKA" yang dirilis di digital platform music di akhir tahun 2020. Beberapa track-track liar seperti Mesin Waktu, Tony Hoax dan Rock Petaka siap menghentak keras di telinga melalui distorsi, dikemas dengan karakter sound yang memiliki ciri khas dengan komposisi musik rock vintage dan modern.

Digawangi oleh Fajrin Nitipraja di vocal ini menyuarakan kritik moral tentang sebuah fenomena-fenomena sosial, isu-isu kebodohan familiar yang beredar di era 90an hingga saat ini.

1. Sajikan Banyak Pesan Moral

Teman-teman pasti tidak asing dengan salah satu sinetron bertema religi yang tayang pada periode 90an akhir dan awal tahun 2000an di salah satu televisi nasional. Sinetron religi ini terbagi hingga enam sesi, sinetron ini cukup menyajikan banyak sekali pesan-pesan moral kehidupan dilihat dari banyak sudut pandang, natural, related secara tidak langsung memberikan pelajaran berharga dalam menghayati nilai-nilai kehidupan yang lebih baik jalani.

Lagu mesin waktu ditulis berdasarkan perbandingan norma-norma dan nilai-nilai kehidupan yang berlaku berbanding terbalik dengan perkembangan teknologi saat ini yang tidak terbendung sosial media lumrah dengan segala gimmick-gimmick yang terbentuk hingga membentuk stigma buruk dan citra negatif sendiri kepada pelakunya, semuapun halal dilakukan demi mencapai kepuasan hingga virus ketenaran.

Mesin waktu dikemas dengan sound vintage dengan distorsi modern yang menonjolkan karakter sound gitar khas, dengan lirik yang singable membuat orang lebih bernyanyi sambil menikmati alunan distorsi.

2. Bertemu Disalah Studio Musik

Worship terbentuk tahun 2019 dimana Fajrin (vokal) dan Adrel (gitar) secara tidak sengaja bertemu disalah satu studio musik di daerah Bekasi, Jawa Barat. Pada saat itu mereka berdua memang sedang tidak mempunyai project dengan band apapun.

Berbekal pernah mempunyai band extreme metal yang secara market memang sangat segmented, keduanya berfikir membuat sebuah band beraliran rock stoner / heavy rock, dimana orang-orang bisa lebih "mudah" menikmati kekuatan lirik dan distorsi gitar. Disaat itu mereka sepakat untuk membentuk Worship. Untuk melengkapi posisi instrumen lainnya, mereka mengajak Panji (bas) dan Qory (drum).

Worship sendiri tercetus spontan karena dasarnya kita adalah seorang pekerja dan memang tidak full timer di musik, disitulah kami mencetuskan nama Worship yang artinya menyembah, dalam konotasi menyembah pekerjaan. Jadi, disela-sela kesibukan kami yang kami anggap sebagai kebutuhan wajib sebagai pekerja, kita tetap mempunyai passion yang besar dan tetap ingin bersenang-senang dengan musik.

Jangan Lupa Baca Ini Ya

Jadi Produser Musik, Alpha Syah X Factor Buatkan Lagu Untuk Hany Mona

Aquarius Musikindo Manjakan Pendengar Lewat Playlist Karya Terbaik Musisi Erwin Prasetya dan Protonema

Tampil Fresh dengan Lagu Baru, Feast Siap Menghentak di This Is My Wave Concert Episode ke-9

Abdul & The Coffee Theory Sukses Bawa Penonton Jalan Keliling Eropa Secara Virtual di FOX’S Candy Studio Virtual Store

Punya Mimpi Besar, Div Bicara Soal Mini Album dan Keinginan Kolab Bersama Yura Yunita

(kpl/pur/nda)