Slot Machine, Band Rock Asal Thailand Ingin Bawa Pengaruh Positif Musik untuk Dunia

Minggu, 14 Oktober 2018 15:48  | 

U2



Slot Machine (Credit: KapanLagi.com/Bayu Herdianto)

Kapanlagi.com - Band rock asal Thailand, Slot Machine, baru saja tampil memukau di Spotify on Stage 2018 Jumat (12/10) malam di Hall C3 JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Pengunjung konser langsung dibuat terhentak dengan penampilan mereka yang kompak dengan balutan warna hitam. Karinyawat Durongjirakan atau yang akrab disapa Foet, sang vokalis, membuka penampilan dengan lagunya yang berjudul Sky Burning Stars dari albumnya Spin The World.

Sebelumnya, KapanLagi mendapat kesempatan wawancara ekslusif dengan band yang telah berkarier selama 15 tahun ini. Foet (vokalis), Gak (bassis), dan Vit (gitaris) menjelaskan perjalanan karier band mereka selama ini hingga album Spin The World yang bekerja sama dengan Steve Lillywhite, produser anyar pemenang 6 Grammy Awards.

"Setelah sudah berada di industri musik selama 15 tahun, kami ingin terus berubah dan berkarya, melakukan yang belum pernah band Thailand lain lakukan sebelumnya, go international. Dengan album berbahasa Inggris (Spin The World), kami ingin menyebarkan musik kami ke seluruh dunia," kata Foet di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (12/10).

(kpl/apt/ren)

1. SPIN THE WORLD

Layaknya K-Pop dan J-Pop yang musiknya sudah lebih dulu dikenal oleh dunia, Slot Machine pun ingin melakukan hal yang sama. Menurutnya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk melakukannya. Konsernya di Indonesia menjadi langkah awal mereka untuk memulai.

SPIN THE WORLD, album bahasa Inggris pertama mereka menjadi hal yang menarik untuk diulik lebih dalam. Kolaborasi dengan Steve Lillywhite yang pernah memproduseri band rock kelas dunia seperti U2, Morrissey, The Rolling Stones hingga Counting Crows pasti membawa pengaruh pada musik mereka.

"SPIN THE WORLD bercerita tentang pesan yang ingin kami sebarkan bahwa kebangsaan dan kekuatan kami berasal dari persatuan dan rasa cinta. Ini seperti "memutar" dunia dengan pikiran kami yang kami sampaikan lewat lagu," jelasnya.

2. Steve sang produser

Steve, sosok produser kawakan asal Inggris ini sepertinya memiliki sentuhan tersendiri untuk menangani band rock dari belahan dunia manapun, termasuk mereka yang berasal dari Thailand.

"Dengan pengalamannya yang banyak dan menang Grammy awards, kami belajar banyak dengannya. Tidak memerlukan waktu yang lama, hanya 2 minggu tapi intens. Selain mendengar demo lagu kami, dia terbang langsung ke Thailand untuk melihat penampilan kami secara langsung. Penampilan langsung akan terasa berbeda menurutnya," ucap Gak, sang bassis.

"Awalnya kami tidak yakin musik kami dapat diterima di musik barat. Dia baru pertama kali mendengar musik yang seperti ini, katanya. Ternyata, dia menyukainya dan meyakinkan kami bahwa musik kami bisa dikembangkan," tambahnya.

3. Misi khusus

Dengan aliran musik alternative rock, Slot Machine ternyata memiliki misi khusus yang ingin mereka sebarkan lewat musik. Terlebih lagi, sejak 2013, mereka memang aktif menyerukan untuk kampanye perdagangan manusia yang marak terjadi di negaranya.

"Sebagai orang Thailand, kami ingin terlibat untuk menghentikan isu tersebut. Karena kami musisi dan bukan politisi, kami akan membantunya dengan musik kami, pesan yang terdapat dalam setiap liriknya," ucap Foet.

"Seperti yang Bob Marley katakan, musik bisa menjadi senjata, bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk menjadikan dunia menjadi lebih baik. Saya percaya musik bisa mengubah dunia," pungkasnya lagi.

Sayang untuk dilewatkan!

Syahrini: Komentar Netizen Tidak Mempengaruhi Rekening Saya

Syahrini Lebih Memilih Rendy Pandugo daripada Anang Hermansyah

Nggak Nyangka, Syahrini Akui Pernah Ngompol di Atas Panggung

Usai Gelar Konser, Syahrini Akan Menikah?

10 Tahun Berkarir, Mimpi Syahrini Gelar Konser Jadi Nyata

(kpl/apt/ren)