S5 Ajak Ahok Nyanyi Bareng Lagu Baru Mereka, 'Banyak Yang Cantik'

S5 © dokumentasi S5

Kapanlagi.com - Setelah sukses dengan single pertama berjudul Jangan Malu Malu, boyband remaja, S5 (S Five) kembali merilis single baru. Ya, single kedua berjudul Banyak Yang Cantik menjadi senjata mereka baru mereka. Yang menarik, sebelum single Banyak Yang Cantik dirilis, Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ikut memberikan apresiasi terhadap lagu tersebut.

"Kami samperin ke Balai Kota untuk ketemu Pak Ahok untuk single ini. Kami nyanyi bareng single ini. Dia bilang gak bisa nyanyi, tapi kami paksa, hehe. Dia (Ahok) banyak tanya soal S5 lalu kami jelasin. Dia doain kami supaya sukses," ungkap Rheno Poetiray saat ditemui di RP (Reggy Poetiray) Production, Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (13/10).

S5 yang digawangi Rheno Poetiray (vokal,keyboard), Patton (vokal,gitar), Kevin (vokal,gitar), dan Lamido (saxophone) punya alasan sendiri meminta dukungan dan support dari Ahok. Bagi mereka, Ahok merupakan idola anak muda yang mampu memberi spirit, inspirasi, dan energi.

Keluarkan single baru, S5 dapat dukungan dari Ahok © dokumentasi S5Keluarkan single baru, S5 dapat dukungan dari Ahok © dokumentasi S5

"Kami semua memang mengidokalan Pak Ahok. Dia itu memberi inspirasi bagi semua anak muda. Orangnya tegas dan tidak neko-neko. Lewat support yang diberikan Pak Ahok, kami menjadi makin semangat untuk berkarya," terang Rheno.

Untuk single Banyak Yang Cantik, S5 dibantu seorang pencipta lagu handa yaitu Alam Urbach yang juga sukses menciptakan lagu Kau Adalah milik Isyana Sarasvati. Lagu Banyak Yang Cantik bercerita tentang kekaguman pria terhadap seorang wanita. Bagi sang pria bangak wanita yang cantik tapi hanya satu wanita yang benar-benar cantik tanpa kepalsuan, yakni si dia. Lewat lagu yang diciptakan Alam Urbach ini, S5 yakin mampu berbicara banyak di industri musik Indonesia.

"Bukan berharap lagi lagu ini bakal sukses seperti lagu Kau Adalah milik Isyana Saravati karena penciptanya sama. Kami yakin sih lagu ini bisa diterima oleh masyarakat Indonesia," kata Patton.

(kpl/pur/otx)

Rekomendasi

Trending