Lokananta, Studio Rekaman Musik Tertua dan Satu-Satunya Milik Indonesia

Natanael Sepaya  |  Sabtu, 11 November 2017 13:22
Lokananta, Studio Rekaman Musik Tertua dan Satu-Satunya Milik Indonesia
Lokananta © Studio Lokananta

Kapanlagi.com - Sekarang ini Indonesia punya sejumlah perusahaan rekaman maupun label yang sukses melahirkan sederet musisi bertalenta. Hanya saja, apa kalian tahu dengan perusahaan rekaman musik yang menjadi salah satu fondasi sejarah musik Indonesia? Yap, tentu saja Studio Lokananta yang berada di Solo.

Nggak cuma dalam hal audio saja, studio yang juga memiliki arti nama 'Gamelan di Kahyangan Yang Berbunyi Tanpa Penabuh' ini juga sempat bergerak dalam proses penggandaan film dalam format pita magnetik seperti Betamax dan VHS. Nah baru-baru ini kita mendapat kesempatan untuk mewawancarai Miftah C. Zubir selaku kepala perusahaan rekaman yang berada di kota Solo.

Nah sebelum kamu ngaku sebagai penikmat dan cinta dengan musik-musik Indonesia, yuk simak obrolan KapanLagi.com® dan Miftah melalui WhatsApp mengenai serba-serbi Lokananta.

© Studio Lokananta© Studio Lokananta

KapanLagi.com®: Sampai sekarang, apakah Lokananta masih melakukan proses produksi dan duplikasi audio? Apa masih tetap mempertahankan format fisik seperti vinyl dan kaset tape?
Miftah: Yang masih jalan sampai sekarang produksi dan penggandaan cassette tape, kalau vinyl sudah tidak lagi. Tapi kami rencana di tahun depan ingin aliansi dengan pabrikan-pabrikan vinyl press di Ceko atau Jerman untuk buka di Solo sini. Sekarang lagi dibuat studi kelayakannya. Semoga lancar.

KapanLagi.com®: Amin! Nah, kalau unit produksi penggandaan film Lokananta sendiri bagaimana mas, masih jalan juga?
Miftah: Penggandaan video? Sudah berhenti sejak Departemen Penerangan bubar, dan saat itu juga setahu saya order penggandaannya hanya dari DepPen, tidak untuk umum.

KapanLagi.com®: Berarti sekarang fokus lebih ke audio saja ya mas?
Miftah: Yes.

© Studio Lokananta© Studio Lokananta

KapanLagi.com®: Terus apa saja maintenance yang dilakukan Lokananta untuk setiap arsip maupun aset yang ada? Juga, apakah dilakukan rutin secara berkala seperti setiap minggu, bulan atau tahun?
Miftah: Kami memang belum optimal mas, hanya perawatan minimal seperti mengatur suhu ruangan agar tetap dingin dan kering, sedangkan untuk vinyl kita bersihkan kalau kantor lagi santai. Biasanya 4 bulan sekali lah. Kalau untuk arsip pita reel, setelah selesai di-digitalisasi semua, ya kita simpan saja, tidak diputar lagi. Juga karena player-nya ada parts yang rusak dan susah cari parts-nya.

KapanLagi.com®: Lalu bagaimana dengan agenda kerja sendiri, apakah Lokananta punya kegiatan rutin setiap bulan atau tahunnya?
Miftah: Yang rutin paling hanya Record Store Day dan Cassette Store Day. Kegiatan lain ada, tapi belum bisa rutin tiap tahun karena kita juga kolaborasi sama pihak luar. Misalnya Lokananta Live Session (mengajak band-band main akustikan di studio Lokananta). Terakhir itu kalau gak salah Silampukau sama Sigmun. Atau, ya bikin event-event musik atau kesenian lain. Biasanya bareng sama komunitas atau mahasiswa di Solo.

© Studio Lokananta© Studio Lokananta

KapanLagi.com®: Nah itu live session khusus dari Lokananta sendiri ya mas?
Miftah: Iya, 2015 itu kalau gak salah. Jadi waktu itu formatnya pas ada band yang lagi tour di Solo atau dekat-dekat Solo kita ajakin main ke sini. Tahun 2018 nanti mau kita gencarkan lagi sih Live Session ini, soalnya kemarin ke-pending ya karena kita men power-nya juga sedikit, sambil nanti cari format yang lebih mantep. Jadi initinya kita nyediain ruang kreatif gitu untuk anak-anak muda sekarang untuk berkegiatan di Lokanata. Selain untuk meramaikan Lokananta juga, ya biar pada aware sama Lokananta (khususnya sama sejarah dan aset yang kita punya). Dan gak hanya musik, kita pernah juga bikin screening film, bedah buku, dan lain-lain. Ya contohnya kayak pameran di sosialisasi lagu Indonesia Raya kemarin.

KapanLagi.com®: Berarti bisa dibilang sektor perfilman pun sebenarnya tetap dimaksimalkan ya mas?
Miftah: Iya, Lokananta juga lagi sering meeting nih sama PFN. Kita lagi mau bikin event bareng di Jakarta dan Solo, di Jakarta ya di PFN, di Solo ya di Lokananta. Event tentang musik dan film pastinya, kan sama-sama BUMN, jadi biar sinergi BUMN gitu kayak instruksi Presiden. Iya, soalnya studio kita kan cukup besar, jadi gak hanya untuk recording. Pernah juga untuk bikin special gigs lah ceritanya, yang perform terakhir dalam studio itu Pure Saturday. Tapi ya gitu, yang nonton harus lepas alas kaki dan gak boleh makan minum, kan di dalem studio soalnya, hehehe.

© Studio Lokananta© Studio Lokananta

KapanLagi.com®: Lalu untuk setiap band yang datang, ada nggak rencana dibikin live session dengan format full band?
Miftah: Ada lah pastinya, makanya lagi digodok nih konsepnya dan formatnya.

KapanLagi.com®: Nah kalau untuk alat-alat seperti mixing console misalnya, apa Lokananta masih menggunakan mesin analog atau digital?
Miftah: Mixer masih pakai yang analog, Trident, tapi biasanya hanya untuk input audio saja, setelah itu ya digital.

KapanLagi.com®: Nah mas Miftah, kalau dari kalangan musisi saat ini (terutama anak-anak muda), seberapa besar antusias dan ketertarikan mereka terhadap Lokananta?
Miftah: Nah yang musisi zaman now dikit nih yang bener dateng ke Lokananta karena ingin main ke sini. Paling biasanya mereka ke sini ya karena memang pas kita lagi bikin event musik kayak pensi gitu, dan mereka memang bintang tamunya. Seperti Payung Teduh, Fourtwnty. Tapi biasanya respon mereka kalau sudah masuk ke studio kita pada gatel ingin rekaman, cuma kendala di jadwal aja. Kalau kayak Glenn Fredly, Musikimia, Winky Wiryawan gitu pernah dateng karena memang mereka ingin lihat Lokananta. Artinya kan mereka tahu lah, minimal pernah denger tentang Lokananta.

© Studio Lokananta© Studio Lokananta

KapanLagi.com®: Terus kalau masyarakat umum mau mengunjungi Studio Lokananta, apa ada syarat atau ketentuan tersendiri?
Miftah: Gak ada, bebas. Mau kapan aja selama jam kerja, main aja ke sini. Cuma kalau weekend cuma bisa didampingi sama security dan gak semua ruangan bisa diakses, terutama ruang arsip pita. Bayar gak? Ya palingan beli merchandise kita aja lah, hehe. Lalu kalau mau dateng rombongan yang sampai puluhan orang gitu ya memang mesti info dulu ke kita, bisa email atau WA, biar kita bisa siapkan semuanya dengan baik. Soalnya itu tadi, men power kita sedikit di sini.

KapanLagi.com®: Untuk rombongan, konfirmasinya harus ke siapa atau ke mana mas? Bisa email atau nomor telepon.
Miftah: Untuk email bisa ke lokanantasolo.pnri@gmail.com , untuk WA bisa menghubungi Bu Titik (0813-9360-4593), atau Riska (0812-1444-4087). Kalau untuk social media bisa ke @lokananta_musik.

Jangan Lewatkan Ini!

Tak Hanya Siswa, Lagu 'Indonesia Raya' 3 Stanza Juga Ditujukan Bagi Masyarakat Umum

Mengenal Sosok Camila Cabello Lewat Single Menjanjikannya, 'Havana'

Terlibat di Konser Chrisye, Reza Artamevia Seakan Dapat Hadiah

Menyoal 4 Soundtrack Nominasi Pencipta Lagu Terbaik di 'FFI 2017'

Eksplorasi Musik Virgoun Setelah Lepas Dari Last Child

(kpl/ntn)



Lihat Arsip Musik

- - -