Hujan Deras, Headbangers Tetap Padati Hellprint United Day

Wulan Noviarina Anggraini  |  Senin, 08 Februari 2016 14:22
Hujan Deras, Headbangers Tetap Padati Hellprint United Day
Hellprint ©KapanLagi.com®/Bambang E Ros
Kapanlagi.com - Hujan deras jelang Tahun Baru Imlek yang mengguyur lapangan Tegalega Bandung, Minggu (07/02) tidak menyurutkan ribuan metalhead. Jamaah metalhead sudah datang sejak pagi dalam perhelatan akbar Hellprint United Day IV yang diselenggarakan Super Music.ID.

Burgerkill, band yang tampil dalam gempuran hujan lebat, mampu mengimbangi hujan deras dengan gemuruh musik distorsi tingkat tinggi. Sukses membakar barisan crowd di depan panggung untuk tetap melakukan slamdancing dan berheadbanging ria.

Suasana penonton Hellprint United Day, superb! ©KapanLagi.com®/Bambang E RosSuasana penonton Hellprint United Day, superb! ©KapanLagi.com®/Bambang E Ros

Barisan headbangers yang sebelumnya telah dibombardir suguhan panggung dari Rocket Rockers, Alone At Last, Koil, Superman Is Dead, dan Jasad, tidak kehilangan semangatnya, tetap menyanyikan lagu-lagu dari band kesayangan mereka yang tampil dalam 3 panggung utama.

Panggung yang didukung 13 giant spot LED, spectacular lighting di setiap stage, serta Sky Light pun sukses memanjakan mata ribuan penikmat musik yang hadir ke Konser Hellprint United Day IV. Berbekal tiket yang cukup terjangkau, headbangers bisa menikmati semua sajian yang disuguhkan pada gig kali ini.

Danny Kajul selaku Official Hellprint yang sejak awal menginisiasi perhelatan metal ini juga mengundang sejumlah komunitas underground berbagai daerah di Indonesia untuk tampil di Konser Hellprint ini. Bahkan Hellprint juga memfasilitasi regenerasi musisi underground komunitas di berbagai daerah melalui audisi Road to Hellprint West Java Invasion 2015 di 10 kota.

Pas Band pun membuat penonton makin bersorak ©KapanLagi.com®/Bambang E RosPas Band pun membuat penonton makin bersorak ©KapanLagi.com®/Bambang E Ros

“Konser Hellprint adalah bentuk apresiasi berkesenian para pemusik underground tanah air untuk tampil hebat dan profesional. Beberapa diantaranya bahkan memasukkan unsur musik tradisional dengan menggunakan jimbot, kecapi, dan suling, tentu tetap dengan gaya aliran musik underground mereka”, ujar Inyo Tanius Saleh selaku Technical Director Konser “Hellprint”.

Dead Squad, Rosemary, dan Seringai menjadi band penampil berikutnya setelah jeda waktu Maghrib. Disusul Incinerate, band asal Amerika yang kembali memacu adrenalin penonton untuk bermoshing ria.

Dari ujung pembuka acara, sampai penutup, sukses membuat headbangers tak beranjak dari tempat mereka.