'DWP 2016', Tak Ada Perlakuan Khusus Untuk DJ Internasional!

Natanael Sepaya  |  Senin, 05 Desember 2016 19:22
'DWP 2016', Tak Ada Perlakuan Khusus Untuk DJ Internasional!
Djakarta Warehouse Project 2016 © Rukes.com

Kapanlagi.com - Cuma tinggal menghitung hari hingga Djakarta Warehouse Project 2016 (DWP 2016) digelar. Selalu membawa sederet DJ berkualitas baik dari dalam maupun luar negeri, kali ini penampilan Martin Garrix pun jadi salah satu yang paling dinantikan.

"(Martin Garrix susah dibawa ke DWP 2016) Enggak sih, karena sebenarnya kita itu sama Martin Garrix udah dari 2013. Waktu itu Martin Garrix hadir di acara Road to DWP, sampe akhirnya di tahun 2014 manggung di DWP, 2015 dia sempet ngeluarin album, enggak sempat main-main ke Asia juga. Kemarin dia sempat main di acara kita di Bali, di Ultra. Dan akhirnya main di DWP 2016," ujar Sarah, Asisten Brand Manager Ismaya Live, saat ditemui di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (29/10).

Sarah juga tidak menepis kalau masih ada banyak penikmat musik dan partygoers yang bertanya-tanya dengan para DJ yang sudah pernah bermain di gelaran DWP sebelumnya. Namun, ia mengungkapkan kalau tumbuh bersama artis hingga menjadi besar adalah salah satu alasan kenapa ada sejumlah DJ yang kerap tampil di festival musik elektronik tahunan ini.

Tak ada perlakuan khusus, 'Djakarta Warehouse Project 2016' selalu perlakukan semua performer-nya dengan adil © Ismaya LiveTak ada perlakuan khusus, 'Djakarta Warehouse Project 2016' selalu perlakukan semua performer-nya dengan adil © Ismaya Live

"Basicly, kadang-kadang ada juga yang bertanya, 'artis-artis ini kan udah pernah main di DWP sebelumnya, atau pernah main di club atau apa, tapi waktu itu namanya mungkin belum sebesar sekarang'. That's the thing with us, kita tuh suka berkembang dengan artisnya, we'd like to grow with the artists. Itulah kenapa kita buat kompetisi the DJ Hunt ini. Suka aja ngelihat, we're big fans of music, suka aja ngelihat perkembangan DJ ini. Dari Martin Garrix cuma punya single satu, 'wah orang ini bakal jadi something nih'. Relationship ini yang selalu kita jaga dengan artis-artis, tidak hanya Martin Garrix, dengan lainnya juga. Ya Alhamdulillah itu yang ke depannya bikin mereka mau main di acara kita di DWP," lanjut Sarah.

Walau begitu, Sarah menegaskan kalau ia dan seluruh tim Djakarta Warehouse Project sama sekali tidak memberikan perlakuan khusus bagi artis-artis internasional. Lebih jauh, ia bersyukur kalau sampai saat ini riders para performer selalu bisa dipenuhi dengan baik.

"Gak ada. Mungkin karena kalau untuk artis-artis ini udah tahu ini settingannya festival, jadi they're gonna get what their gonna get. Jadi untuk masalah riders gak ada yang ribet sih Alhamdulillah. Semuanya baik-baik. Kalaupun hari 'H', let's say, aku ada interview atau ngaturin meet and greet buat mereka lalu mereka tolak, pasti alasannya kayak, 'gua travelling sendirian, gak mau roadman, takutnya gimana-gimana, atau gua baru landing jam segini gak sempat'. Tapi semuanya sama-sama baik, gak ada yang ribet sih. Alhamdulillah," pungkasnya.

Sudah Baca Yang Ini?

'D'Essentials of Groove', Bawa Sederet Kejutan Bagi Kota Bandung

Tiap Manggung, Sheila On 7 Pasti Berikan Penampilan Segar

Konser Air Supply 3 Desember di Jakarta Ditunda Sampai Maret 2017

Atmosfer Konser Tribute to Mike Mohede Penuh Haru!

Inilah Lineup Harian 'Djakarta Warehouse Project 2016'