U2: 'HOW TO DISMANTLE AN ATOMIC BOMB' Kehangatan dalam Perenungan

Selasa, 23 November 2004 11:48 | 

U2






  • U2: 'HOW TO DISMANTLE AN ATOMIC BOMB' Kehangatan dalam Perenungan
    Ilustrasi

KapanLagi.com - Grup-grup musik yang paling populer dalam sejarah musik rock, semuanya memiliki beberapa hal yang sama. Musik yang harus mengilhami dan diterima oleh semua generasi serta khas, jika yang bukan selalu membuka cakrawala baru. U2 merupakan satu yang berbeda. Sesudah hampir 25 tahun debut mereka, kini mereka kembali dengan mengusung How to Dismantle an Atomic Bomb, album yang mengekspresikan energi dan hasrat, sebuah kerja keras untuk sesuatu yang baru dan berbeda yang mereka coba ekspresikan. Di Atomic Bomb, mereka tidak lagi melakukan percobaan. Ini merupakan karya musik besar dan meriah dari para lelaki besar dan meriah. Dari sebelas lagu di album ini hampir tak ada satupun yang bernilai ataupun menyerupai All That You Can't Leave Behind, album mereka sebelumnya yang merupakan percobaan untuk menjadi band Rock & Roll paling besar di dunia. Kini mereka telah melewati kecemasan masa pertengahan karier untuk meyakinkan apakah mereka cukup mengagumkan.Saat mendengarkan tembang-tembang dalam Atomic Bomb, anda akan dibawa untuk merenungkan tentang kematian ( Sometimes You Can't Make It On Your Own), kelahiran ( Original of the Species), Tuhan (Yahweh), cinta ( A Man and a Woman), perang ( Love and Peace or Else) dan perdamaian (City of Blinding Lights).Vertigo yang menjadi lagu pembuka, dirancang dengan kecepatan, dengan sebuah jingle iklan tigapuluh detik. City of Blinding Lights dimulai dengan intro petikan gitar Edge, mengiringi sebuah ratapan menyedihkan.Yahweh merupakan tradisi yang berkelanjutan dari U2, menutup album dengan berbicara pada Tuhan.Kali ini Bono mendapat sebuah hit secara langsung di tembang One Step Closer, sebuah ballada intim tentang kematian bapaknya dari kanker pada 2001; Sometimes You Can't Make It On Your Own merupakan tembang yang dikerjakan U2 untuk pemakaman. Saat Bono melantunkan You're the reason why I have the operas in me , dia begitu menghayati bagai mengungkapkan dukacita terdalam dari dasar hatinya. Ini mengingatkan bahwa apa yang membuat U2 begitu besar bukanlah berasal dari ide-ide cemerlang mereka, ataupun kecerdasan mereka tetapi kehangatan yang mereka ungkapkan dalam musik dimana terlalu sedikit bintang rock yang melakukan ide tersebut. (erl) (kpl/nat)


Nama
Email
Komentar
Komentar yang tidak sopan akan dihapus.

Komentar Pembaca (0)

Lihat Arsip Musik

- - -