Miley Cyrus, 'BANGERZ', Provokasi Dalam Eksperimen

Selasa, 14 Januari 2014 20:50 | 

Miley Cyrus

Miley Cyrus, 'BANGERZ', Provokasi Dalam Eksperimen
Miley Cyrus: 'BANGERZ'




KapanLagi.com - oleh: Rea

Harus diakui, Twerking dan telanjang menjadi rumusan tepat bagi Miley Cyrus sebagai strategi promo album barunya. Lupakan masa lalu Disney-nya, segala kepolosan itu sudah terenggut.

Menarik sekali bagaimana Miley memasukkan begitu banyak referensi ke dalam BANGERZ. Mike WiLL Made-It mengerjakan pekerjaan mengesankan sebagai produser, bahkan sebelum intro, "It's our party we can do what we want, it's our party we can say what we want," menjadi lagu wajib musim panas 2013 lalu.


Ini adalah album keempat Miley. Adore You yang bertempo lambat dipilih sebagai pembuka, agak tak lazim, tetapi cukup berhasil menarik perhatian. Mengejutkan, lagu ini mempunyai lirik bijak dan emosional yang membuatmu menyimak lebih dalam... Sampai intro We Can't Stop masuk. Kamu pasti sudah mendengarnya, bahkan mungkin sudah muak. Tak apa, kenyataannya memang tak mudah menolak melodi dan lirik yang begitu mudah dinyanyikan.

Ada Britney Spears di SMS (Bangerz)! Miley memang pernah menyebut kakak angkatannya di Disney itu sebagai idola, di mana di lagu ini Britney mengingatkan pada lirik super, "It's Britney bitch!". Gaya robotik, modern, Britney tak kehilangan tahta di sini. Di 4x4, Miley berusaha menjadi 'female rebel' bersama Nelly. Lebih membingungkan arahnya, sehingga My Darlin' bikin lega.

Kali ini, bersama Future. Nama yang terakhir ini malah lebih mencuri pendengaran daripada vokal Miley sendiri, membuat My Darlin' terdengar seperti anthem RnB klasik yang ditutup dengan gaya futuristik. Wrecking Ball ditempatkan di track keenam. Sangat bertenaga, meskipun bukan lagu balada indah, namun berbagai sensasi yang menyertai rilisnya lagu ini membuatnya dimaafkan industri.


Tujuh, Love Money Party feat Big Sean. Sepertinya Miley memang membutuhkan lagu ini sebagai pelengkap citra barunya. Canggung dan melelahkan mendengarnya, sehingga #getitright sungguh menyenangkan. Ketukan lagu, siulan di belakang vokal Miley, lirik reff yang mudah sekali dihafal, kaki yang tiba-tiba bergoyang?

Gejala yang sama juga dialami ketika mendengar Get Lucky milik Daft Punk, juga Blurred Lines dari Robin Thicke. Tetaplah menari, karena dalam #getitright memang tercantum nama Pharrell Williams. Sangat ringan dan ceria, seolah matahari menyinari lagu ini, sekalipun liriknya dewasa, namun sesuai dengan genitnya Miley.

Mempunyai atmosfer sama seperti Wrecking Ball, tetapi lebih pahit karena cerita soal pengkhianatan, Miley punya Drive. FU (feat French Montana) datang dengan penekanan mengejutkan, kata makian yang diucapkan sejelas-jelasnya, dan piano, instrumen yang sangat menonjol dalam lagu, melengkapi segala keanehan karena ini Miley.


Synthesizer menjadi elemen penting di Do My Thang, selain Miley yang bersikeras melakukan apapun yang dia suka. Termasuk nge-rap dengan banyak menyebut 'bitch', siapapun yang dimaksudnya. Maybe You're Right menampilkan vokal Miley diiringi drum dan 'wooo wooo wooohhh' di bagian belakang. "You might think I'm crazy, maybe you're right," diucapkan Miley hampir dengan gaya pengakuan, walaupun tetap tak peduli.

Akhirnya, perjalanan BANGERZ sampai di Someone Else, lagu standar yang menutup album sensasional ini. Mike WiLL Made-It tak lupa memberi sentuhan hip-hop di tengah synthesizer, dan sekali lagi, yang standar berlalu begitu saja. Untungnya, BANGERZ sudah cukup memprovokasi tanpa Someone Else. Faktanya, segala kelakuan dan penampilan Miley belakangan ini memang memprovokasi.

(kpl/rea)



Lihat Arsip Musik

- - -