The Jawara Mulai Hilangkan Elemen Melayu Lewat Single Terbarunya 'Masih Di Sini'

Guntur Merdekawan  |  Kamis, 25 Juni 2020 21:45
The Jawara Mulai Hilangkan Elemen Melayu Lewat Single Terbarunya 'Masih Di Sini'
The Jawara / Credit: Dokumentasi Pribadi

Kapanlagi.com - Lewat album perdananya yang bertajuk RACUN CINTA, band The Jawara mulai naik daun dan dikenal luas oleh para pecinta musik Tanah Air. Kali ini, band yang berada di bawah naungan Galeri Musik Indonesia (GMI Records) itu mengenalkan sebuah single baru berjudul Masih di Sini.

Lagu yang mengusung genre pop romantic ini disebut sangat berbeda dari karya-karya The Jawara sebelumnya. Salah satu perubahan paling kentara adalah mulai hilangnya aroma 'melayu' dalam vokal sang vokalis, Ferdi.

Untuk tema lagunya sendiri, The Jawara masih tetap mengandalkan tema percintaan. Masih Di Sini menceritakan tentang besarnya cinta seseorang pada sang kekasih yang diketahui telah main api dengan lawan jenis lain, seperti yang tergambar pada penggalan lirik berikut..

"Ku masih di sini tetap menunggumu, walau ku tahu kau sudah main api dengan yang lain. Sakit memang terasa, tapi cintaku ini terlalu besar sampai ku tak peduli sakit nya. Ku yakin kau kan kembali,"

The Jawara rilis single baru 'Masih Di Sini' / Credit: Dokumentasi PribadiThe Jawara rilis single baru 'Masih Di Sini' / Credit: Dokumentasi Pribadi

Untuk mengiringi lirik yang galau itu, para pecinta musik bakal disuguhi dengan intro yang catchy dalam balutan dentingan piano & strings yang manis. Tentunya kombinasi itu semakin membuat emosi dari lagunya begitu terasa.

The Jawara berharap karya terbarunya ini bisa diterima dan lebih menghibur para pecinta musik Tanah Air.

Jangan Lewatkan!

Comeback Setelah 4 Tahun Vakum, Lagu Bona Pascal Langsung Trending di Taiwan Hingga Hong Kong

Akhirnya, Nino Kayam Beranikan Diri Rilis Single Solo Perdana 'Pergilah'

Dul Jaelani Siap Rilis Single Bareng Giring Ganesha

Garap Album Serenada, Personel Trisouls Keracunan Makanan

Garap Lagu Rock Campursari, Hendra Ang U9 Gandeng Seniman Nur Bayan