Terinspirasi Dari Prilly Latuconsina, Penyanyi Ini Bikin Lagu Intimidasi Dunia Maya

Galuh Esti Nugraini  |  Rabu, 15 Agustus 2018 12:45
Terinspirasi Dari Prilly Latuconsina, Penyanyi Ini Bikin Lagu Intimidasi Dunia Maya
Dimas Sufi (foto: istimewa)

Kapanlagi.com - Zaman sekarang sosial media sepertinya tidak selalu digunakan dengan baik. Beberapa orang bahkan sering menyalahgunakan sosial media untuk menjatuhkan orang lain melalui bullying, body shaming, hingga penindasan secara seksual.

Penyanyi muda asal Tangerang, Dimas Sufi yang merasa resah dengan hal tersebut akhirnya membuat lagu berjudul Intimidasi Dunia Maya. Melalui single terbarunya itu, Ia berusaha menyuarakan luapan emosi dan bentuk perlawanan para korban bullying yang kerap terjadi di dunia maya.

Awalnya, Dimas Sufi mengaku terinspirasi dari sebuah tayangan infotainment tentang kasus Prilly Latuconsina yang jatuh sakit karena ingin kurus akibat body shaming oleh warganet.

"Sekarang dunia maya jadi dunia tanpa batas. Semua orang bisa secara gamblang menyampaikan pendapatnya dengan bebas dan luas. Intimidasi dunia maya itu terjadi saat orang nggak bertanggungjawab dengan kebebasan berpendapat itu," papar Dimas Sufi tentang lagunya.

"Sangat wajar kalau korban merasa tertekan, depresi, bahkan sampai menyebabkan kematian. Makanya lagu ini adalah luapan protes dan bentuk perlawanan para korban," lanjut penyanyi kelahiran tahun 1988 itu.

Keresahan Dimas Sufi, ia tuangkan ke dalam lagu (foto: istimewa)Keresahan Dimas Sufi, ia tuangkan ke dalam lagu (foto: istimewa)

Ia mencoba mengaransemen lagunya dengan sedikit pengaruh dari grup musik Foo Fighters, dibantu oleh Fadly Sampulawa yang bertindak sebagai music director pada proses pengerjaan lagu. Dimas Sufi tidak hanya menuangkan kegelisahannya ke dalam bentuk lagu, tetapi ia juga mengubahnya ke dalam bentuk visual, yaitu dalam format video klip untuk singlenya tersebut. Ia sendiri bertindak sebagai sutradara, dibantu oleh Dudi Andrian sebagai director of photography.

"Saya mencoba menggambarkan proses luapan perasaan para korban intimidasi. Diawali dengan kondisi mereka yang nyaman dan tenang, lalu mulai frustasi, stress, depresi, sampai akhirnya merasa cuek bahwa dunia maya ini adalah milik kami," ungkapnya.

Sebelumnya Dimas Sufi dikenal melalui album bertajuk Merah yang rilis pada tahun 2016. Karir musiknya terus melaju hingga karyanya yang berjudul Kopi, sempat mendapatkan dukungan dari organisasi non-pemerintah WWF Indonesia sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam.

Yuk Baca Juga:

Josh Groban Ungkap Tracklist Untuk Album Barunya, 'BRIDGES'

Nicki Minaj Tidak Mendapat Izin Sampling Dari Tracy Chapman

Jason Mraz Rayakan Perilisan Album Baru Sambil Bawakan Hits Klasik

Karena Cinta, Penyanyi Tiwu Rayie Move On di Single Kedua

Resmi Bentuk The Jawara, Mantan Personel D'Bagindas luncurkan album 'RACUN CINTA'