Tak Hanya 'Wake Me Up When September Ends', Inilah Deretan Lagu Pop-Punk Paling Ambyar

Kamis, 02 September 2021 21:20  | 

Simple Plan



Green Day Cover Album (credit: wikipedia) Simple Plan Cover Album (credit: wikipedia)

Kapanlagi.com - Memasuki bulan September, pastinya sudah tidak asing lagi kalau lagu dari band Green Day yang berjudul Wake Me Up When September Ends sering kali dijadikan status maupun tweet ikon bulan ini. Tapi tahukah kamu kalau lagu tersebut memiliki latar belakang cerita yang bisa dibilang cukup pilu. Pasalnya, lagu dari grup band asal Amerika ini dibuat sebagai pengingat bagi sang vokalis kepada mendiang ayahnya.

Lirik yang ‘ngena’ dan melodi yang enak di dengar menjadikan lagu tersebut dan deretan lagu lainnya bisa dekat dan relate dengan si pendengar. Tak hanya itu, lagu juga bisa merepresentasikan keadaan maupun mewakili suara hati kita. Misalnya, sering banget kita mengatakan kalau “ini lagu aku banget deh”.

Nah, buat kamu yang lagi merasa patah hati atau sedang capek dengan keadaan, deretan lagu pop punk dibawah ini bisa kamu jadikan referensi unutk mengisi playlist ‘sad hour’ mu. Simak ulasannya berikut!

 

1. Simple Plan - Welcome to My Life

Lagu dalam album yang bertajuk STILL NOT GETTING ANY dan dirilis pada tahun 2004 ini bisa dibilang cukup relate dengan para pendengar. Di awal lagu pun sudah menggambarkan betapa frustasinya hidup bagi orang-orang dan bagaimana keluarga mereka dapat memengaruhi perasaan dan kehidupan mereka.

Lebih lagi, di dalam lagu ini juga mencoba menunjukkan bagaimana sang vokalis begitu diliputi depresi sehingga mereka seolah-olah merasa sendirian dan satu-satunya yang merasa seperti itu.

Misalnya seperti lirik ini, “Are you stuck inside a world you hate? Are you sick of everyone around? With the big fake smiles and stupid lies But deep inside you're bleeding”.

 

2. Blink 182 - Stay Together For The Kids by

Lagu yang satu ini bercerita tentang perceraian dari kedua orangtua sang vokalis band ini. Lagu ini juga merupakan bagaimana perspektif seorang anak akan perceraian dalam keluarganya berdasarkan pengalaman pribadi sang vokalis itu sendiri. Lagu ini bisa dibilang sukses mewakili perasaan anak-anak broken home, kesendirian, keluarga yang hancur, serta kasih sayang yang tak sama lagi.

Lirik dari lagu tersebut juga tak kalah menyayat hati. Di salah satu bait liriknya mengatakan kalau “kemarahan mereka (orangtua) menyakiti telinga saya, jika ini yang mereka inginkan, dan ini yang mereka inginkan, lalu mengapa ada begitu banyak rasa sakit?”. So, sad…

 

3. All Time Low - Remembering Sunday

Lagu yang dirilis pada tahun 2007 silam ini memiliki latar belakang cerita yang relatif sedih. Alex Gaskarth, sang vokalis, dalam lagu ini menceritakan kisah seorang pria dengan putus asa mencintai seorang gadis sehingga ia ingin memintanya untuk menikah dengannya. Namun ketika ia ingin berkunjung ke rumahnya dan menyatakan cintanya, tetangganya memberitahunya bahwa ia telah pergi.

Berikut terjemahan lirik dalam lagu tersebut yang sedih banget, “maafkan aku, aku sedang mencoba mencari panggilan saya, saya menelepon di malam hari, saya tidak bermaksud mengganggu, tapi pernahkah kamu melihat gadis ini? Dia berlari melalui mimpiku dan itu membuatku gila”.

 

4. A Day To Remember - If It Means A Lot To You

Buat kalian yang lagi menjalani hubungan jarak jauh, lagu yang satu ini cocok banget buat kamu. Jadi, pada dasarnya lagu ini bercerita tentang hubungan yang dijalani oleh sepasang kekasih, dan saling merindukan satu sama lain. Meski mereka bekerja keras untuk menjalani LDR, tak bisa dipungkiri bahwa banyak tekanan yang akan membuat ini semakin melelahkan dan tidak bisa lagi untuk dipertahankan.

"jika kamu bisa menunggu sampai aku pulang maka aku bersumpah padamu bahwa kita bisa membuat ini terakhir, namun kamu tidak bisa memberiku apa yang aku butuhkan, dan meskipun kamu sangat berarti bagiku, kami berdua tahu ini akan terjadi pada akhirnya." kata lirik dalam lagu tersebut.

Gimana sobat LDR, sudah cukup mewakili perasaanmu belum?

 

5. Green Day - Whatsername

Lagu yang terakhir kali ini bisa dibilang sebagai salah satu lagu paling romantis di album bertajuk AMERICAN IDIOT karena berbicara tentang seorang pria yang telah putus dengan pacarnya. Usahanya untuk move on yaitu dengan membakar semua foto yang ia miliki bersama kekasihnya, dan ingin melanjutkan hidupnya lagi.

Kemudian setelah beberapa tahun, ia mulai bertanya-tanya apakah mantannya memiliki keluarga, tetapi pada saat itu dia meyakinkan dirinya sendiri untuk melupakannya dan umumnya melupakan segalanya dari masa lalu dan tidak menyesali apa pun yang telah dia lakukan.

Jadi, bagaimana KLovers? Adakah di antara kalian yang pernah mengalami hal seperti yang ada di lagu-lagu di atas?

Penulis: Munada Choirunnisa

 

(kpl/mag)