Song Of The Year Grammy Awads 2014, Mana Pilihanmu?

Penulis: Adhib Mujaddid

Diperbarui: Diterbitkan:

Song Of The Year Grammy Awads 2014, Mana Pilihanmu?
Song of the Year Grammy Awards 2014
Kapanlagi.com - Ajang penghargaan musik paling bergengsi di dunia, Grammy Awards semakin dekat. Daftar nama nominator sudah diumumkan sejak beberapa waktu lalu, begitu pula dengan nama-nama musisi yang bakal tampil.

Menjelang hari penyelenggaraan yang jatuh pada 26 Januari mendatang, publik makin tak sabar untuk mengetahui nama pemenang, terutama pada kategori-kategori bergengsi. Salah satunya adalah kategori Song Of The Year.

Lagu apa saja yang masuk nominasi? Seberapa besar peluangnya? Simak halaman berikut ini. Jangan lupa, tulis pendapatmu di kolom komentar lagu yang kamu dukung :)

1. Just Give Me a Reason

Lagu kolaborasi maut ini dinyanyikan oleh Pink dan pentolan Fun, Nate Ruess. Dirilis pada akhir Februari, single ini mampu bertahan lama di puncak berbagai tangga lagu dunia. Di Amerika saja, single ini mendapatkan 2 platinum setelah terjual lebih dari 4 juta kopi.

Just Give Me a Reason diciptakan secara keroyokan oleh Pink, Jeff Bhasker dan Nate Ruess. Dengan tempo sedang, lagu ini diawali dengan dentingan piano dan didominasi ketukan drum harmonis yang sering disuguhkan di lagu-lagu milik Fun.

Lagu ini sangat harmonis, bahkan masuk dalam daftar lagu yang paling sering dinyanyikan di ruangan karaoke. So, jangan kaget bila single ini memenangi Song of the Year Grammy Awards.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Locked Out of Heaven

Locked Out of Heaven sebenarnya sudah dirilis sejak Oktober 2012, namun gemanya masih terasa di sepanjang tahun 2013. Single pertama album UNORTHODOX JUKEBOX ini ditulis oleh Bruno Mars dan dua rekannya, Philip Lawrence dan Ari Levine.

Bruno memberi porsi lebih nuansa new wave dan funk dalam lagu ini. Tak heran bila banyak orang teringat pada lagu-lagu The Police.



Bagaimana dengan sisi penjualan? Luar biasa, single ini tercatat terjuan lebih dari 4 juta kali di Amerika Serikat saja! Ada yang mendukung lagu ini memenangi Song of the Year Grammy Awards?

3. Roar

Sedikit dibumbuhi kontroversi, lagu ini tetap melenggang menuju kesuksesan. Ya, Katy Perry sempat dianggap menjiplak single milik Sara Bareilles, Brave.

Memang ada sedikit kemiripan dalam nuansa lagu, namun selebihnya tidak. Bahkan Sara pun tak merasa karyanya telah dijiplak.



Lewat Roar, Katy mampu menunjukkan bahwa ia adalah salah satu ratu pop yang masih produktif merilis single. Roar mampu bertahan di berbagai puncak lagu dunia. Hasil memuaskan juga didapat Katy dari segi penjualan lagu.

Nah, masalahnya Katy adalah sosok yang kurang bersahabat dengan Grammy. Walau sering masuk nominasi, namun Katy ternyata belum pernah sekalipun membawa pulang Piala Grammy. Semoga saja tahun ini ia memenanginya.

4. Royals

Lorde memang pendatang baru di dunia musik internasional. Tapi jangan tanya masalah karya, single miliknya, Royals sukses menyita perhatian dunia.

Gadis yang baru berusia 17 tahun ini pun merasa terkejut dengan sukses Royals. Ia mengaku hanya menulisnya seperti lagu-lagu lainnya, tak ada yang spesial.



"Sangat aneh menulis lagu seperti Royals atau lagu-lagu sebelumnya, kemudian kamu dihadapkan kenyataan seperti ini, yang mana telah mengubah seluruh dunia dan cara hidup, serta mengubah kebiasaan sehari-harimu," ujarnya tentang lagu Royals.

Bagaimana peluang Royals? Royals memang lagu yang sangat spesial dari berbagai sisi. kualitas Lorde pun telah mendapat banyak pengakuan. Namun sayang, ia tidak terlalu mendapatkannya di Grammy. Yup, Lorde tidak masuk daftar nominasi kategori Best New Artist. Cukup aneh ya...

5. Same Love

Mungkin semua orang setuju bahwa lagu Same Love tidak sepopuler nominator lainnya, setidaknya di Indonesia. Namun patut dicatat, lagu yang dinyanyikan oleh Macklemore & Ryan Lewis featuring Mary Lambert ini memiliki banyak kelebihan.

Salah satunya adalah keberanian mereka memilih tema tentang isu hubungan sesama jenis. Tak heran lagu ini cukup mencolok dan menarik perhatian.



Lagu ini memiliki genre hiphop yang sangat kental. Porsi rap cukup mendominasi diikuti suara merdu Mary Lambert. Sebuah single yang harus didengarkan bila kamu mengaku mencintai musik.

Walau memang berkualitas, namun lagu ini tampaknya masih tertutup dengan kemilau nominator lainnya. Tapi semua masih bisa menang dan memiliki peluang sama. Menurutmu?

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kpl/adb)

Editor:

Adhib Mujaddid