Sisi Lain Terry Terungkap di KapanLagi.com®, Heboh dan Tak Galau!

Sabtu, 21 Juni 2014 16:01  | 

Terry Fatiah



Terry @foto: KapanLagi.com®/Bambang E Ros

Kapanlagi.com - Populer dengan lagu-lagu balada dan lirik menusuk hati, agak mengejutkan ketika Terry masuk ke kantor KapanLagi.com® di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Kamis (19/6) dengan ulasan senyum dan gaya lincah.

Dia mengenakan celana panjang motif army dan langsung menghempaskan diri di sofa studio KapanLagi.com®. Seketika, bayangan lagu-lagu galau macam Butiran Debu pun musnah. Ternyata, Terry Shahab berkebalikan dari yang ada di klip!

Faktanya, Terry justru suka sekali mengobrol dan bercerita. Dengan suara renyah dan tawa lepas, dia kerap menyebut rasa sayangnya pada Terrylizer.

Tahukah kamu, bahwa Terry sebenarnya tidak pernah bercita-cita jadi penyanyi? Ya, dia bahkan sempat menolak ketika direkomendasikan masuk label. Cerita seru apa lagi yang dituturkan Terry kepada KapanLagi.com®? Yuk, simak! (kpl/rea/adb)

1. Soal Sebutan 'Miss Galau'

Gara-gara sering menyanyikan lagu-lagu galau, sebutan Miss Galau pun melekat pada Terry yang sebenarnya ramah ini. Untungnya, dia tidak keberatan dengan sematan tersebut.

"Jujur sih sebenernya gue sendiri nggak segalau itu, cuma kalau dibilang sentimentil, level sentimentil kan lain-lain ya," ungkap Terry.

"Memang tipe pemikir, perasa. Kalau dicap Miss Galau, yahhh, orang di luar sana masih susah nyari karakter, gue sudah dicap sendiri, ya sudah, terima aja," tambahnya santai.

2. Memperhatikan Kesehatan

Di sela-sela jadwal padatnya, Terry menyadari penting untuk memperhatikan kesehatan. Apalagi, dia suka santapan daging.

"Karena kegiatan kayak gini kan capek, sementara tubuh nggak melulu butuh sesuatu yang itu-itu aja, kayak air putih. Tubuh ada momennya jenuh, jadi harus banyak baca untuk tahu," jelas Terry.

"Kayak mau bulan puasa nih. Kebiasaan gue sih minum timun karena mendinginkan badan. Tapi gue searching, apa lagi ya yang bisa bikin dingin perut selain timun? Harus dibuat balance aja kesehatannya," katanya serius.

3. Pernah Nyanyi Tak Dibayar

Terry menyimpan cerita lucu soal pengalamannya nyanyi. Mengawali karir sebagai penyanyi kafe, dia bahkan pernah tidak dibayar!

"Tahu dong, band kafe, krunya banyak. Gitarisnya bisa dua, vokalisnya tiga, bisa berlimabelas. Sudah untung akomodasi ada, transportasi sudah diganti," kata Terry, memulai cerita.

"Tadinya, katanya, nyampe sana kita bakal kayak dikasih uang makan-lah. Waktu itu di Anyer, sekitar tahun 2000-an. Sampai sana, mereka memutarbalikkan, tapi kita memang nggak pakai kontrak. Jadi kita pulang, ya sudah, dengan bensin aja," lanjut Terry.

Kemudian dia menutup cerita dengan seruan klimaks, "Udah gitu mending diterima audisinya! Ini enggak!" lalu tertawa terbahak.

4. Menganggap Tim Sebagai Keluarga

Menjalani karir nyanyi selama 14 tahun, Terry menganggapnya sebagai proses, bahkan sampai hari ini. Baginya, yang terpenting adalah bagaimana melewati segala tantangan. Karena itu, Terry merasa beruntung memiliki tim-nya sekarang.

"Ini sudah mau tiga album, tapi masih ada aja itu di lapangan yang miss, tapi ya that's life. Gue harus ngelewatin itu," ujarnya bijak.

"Lihat yang namanya Terry, di belakangnya timnya orangnya seabrek-abrek. Ini cuma baru dua, masih ada lagi di kantor yang ngitungin duit, segala macem. Kita berantem, berantem beneran. Yang seru, gabungin otaknya yang beda-beda itu," ungkap Terry bersemangat.

"We are family. Gue nggak bisa begini kalau nggak ada tim gue," imbuhnya seraya tersenyum.

5. Tidak Benci 'Hater'-nya

Sebanyak itu yang mencintai Terry, pasti ada juga yang tak menyukai. Dia menyadari benar hal itu, dan memilih bijak memandang keberadaan para hater.

"Awalnya comment hater memang masuk hati, awalnya aja. Sempet gue ngecek, gontok-gontokannya orang Indonesia sama Malaysia waktu zaman Janji Manismu itu, gitu amat. Padahal Aishah (penyanyi Janji Manismu yang berasal dari Negeri Jiran) malah salamin gue waktu gue di Malaysia," tutur Terry.

Apapun, ia merasa harus selalu siap, terlebih bila sudah masuk ke ranah jejaring sosial. "Masuk ke social media, harus sudah siap," katanya.

6. Memegang Sendiri Akun Twitter-nya

Barangkali jadi sebuah kejutan, jika Terry memegang sendiri akun Twitter-nya. Dalam artian, benar-benar dia personal yang membalas mention dan bahkan mem-follow back jika ada permintaan.

"Kebetulan Twitter gue yang pantau sendiri, jadi bener-bener I'm into them (Terrylizer). Kadang ada yang minta follow back, ya gue follow dong. Tapi kadang ada yang nggak kebaca. Mereka juga kaget kok," kata Terry yang duduk santai seraya di sofa studio KapanLagi.com®.

"Tapi lama-lama mereka tahu, dari bahasanya kan juga kelihatan, ini bener-bener gue," tegasnya.

7. Tak Mau Disebut Diva

Dalam pandangan Terry, sebutan 'diva' tak seharusnya mudah disematkan. Baginya, satu atau dua album tak menjadikan seorang penyanyi sebagai seorang diva. Sebuah pendapat sangat menarik pun diungkapkannya.

"Barometer musisi sukses itu bukan pencapaian, tapi segimana orang bisa merasakan hasil karyanya. And to be a diva, itu nggak bisa kayak 10-12 tahun," katanya berapi-api.

"Hanya karena lo pake baju bling-bling, they told you, you're a diva? Noooo! Lihat deh, orang-orang yang sukses itu, mereka nggak cuma punya suara atau karya indah, tapi juga mental. Mentalnya sudah bukan yang balesin hater di Twitter, tapi bales lewat karya," jelas Terry.

8. Tak Pernah Mimpi Jadi Penyanyi!

Empat belas tahun bernyanyi di depan publik, rasanya agak aneh ya, kalau Terry tak pernah bermimpi jadi penyanyi? Tetapi tak bohong, itu memang benar. Kepada KapanLagi.com®, Terry menceritakannya.

"Audy yang rekomen gue ke label, karena menurut Audy, suara gue bukan standar suara backing vocal. Gue nggak pernah mengukur kemampuan gue, gue cuma nyanyi. Gue bukan orang sekolah musik, gue cuma latihan, latihan, latihan," ungkap Terry.

"Ditawarin Audy ke label, gue sempat yang, 'Hah? Gue cuma punya suara, Teteh (panggilan Terry untuk Audy), gue nggak punya duit. Audy bilang, lo bisa kontrak eksklusif, dan gue yang, 'ntar dululah, gue masih nggak kepikiran'," kenang Terry, lalu dia tertawa.

"Kebayang nggak sih, yang lain pada masukin demo ke label dan gue gitu?" serunya kemudian.

9. Memang Mencintai Musik!

Banyak yang sudah dijalani Terry, hingga pada akhirnya dia bisa berkata, cinta adalah alasannya bertahan. Karena cinta pula ia bisa mengusir jenuh.

"Gue menikmati karena ini kecintaan. Kadang ada momennya gue jenuh, I missed myself yang without camera, without talking about my life, my music," ungkapnya serius, sambil tetap tersenyum.

"Gue bersyukur ngelewatin proses kayak gini," imbuhnya, kali ini dengan senyum yang lebih manis. Senyum yang penuh cinta.

JANGAN LEWATKAN

Bondan Prakoso Ngerock di Mini Album 'Generasiku'

Easy Going, Konsep Keluarga yang Dijalankan Pasha Ungu

Rumah Nyaman dan Klasik Hunian Alexandra Asmasoebrata

Sempat Tak Yakin, Pasha Raih Sukses Bersama Ungu

(kpl/rea/adb)