NME Putuskan Akhiri Edisi Cetaknya Setelah 66 Tahun

Natanael Sepaya  |  Jumat, 09 Maret 2018 17:22
NME Putuskan Akhiri Edisi Cetaknya Setelah 66 Tahun
NME © NME

Kapanlagi.com - Pada akhir Januari lalu dunia musik Tanah Air sempat dikejutkan dengan kabar berakhirnya majalah Rolling Stone. Namun rasa kehilangan akan edisi cetak fisik seperti itu nyatanya bukan cuma dialami oleh kita saja, melainkan para penikmat musik di luar negeri.

Sebabnya seperti dilansir dari Metro, Time Inc. mengkonfirmasi kalau NME memutuskan untuk mengakhiri edisi cetaknya setelah 2,5 tahun merilisnya sebagai majalah publikasi gratis. Namun langkah NME di koridor musik tak lantas berhenti mengikuti edisi cetaknya.

Yap, mulai saat ini NME akan memperluas strategi digital-nya yang berarti media musik tersebut akan fokus bergerak secara online. Keputusan itu pun sukses membuat banyak orang merasa kehilangan mengingat NME jadi salah satu portal musik yang telah memberikan banyak wawasan untuk mereka.

Inilah edisi cetak terakhir dari NME © metro.co.uk/NMEInilah edisi cetak terakhir dari NME © metro.co.uk/NME

"NME adalah salah satu brand paling ikonik dari media Inggris dan langkah untuk berpindah dari edisi cetak akan membantu kami untuk mengembangkan dan menjangkau pembaca yang lebih luas di NME.com. Edisi cetak ini telah membantu kami untuk menjangkau banyak bintang yang sebelumnya hanya bisa membayangkan untuk tampil di majalah dengan membayar," ujar Paul Cheal, selaku Managing Director Music dari Time Inc. UK.

"Pada saat yang sama, kami juga menghadapi melonjaknya biaya produksi yang sangat ketat pada pasar percetakan iklan. Sayangnya saat ini kami telah mencapai titik di mana majalah gratis mingguan tak lagi menguntungkan secara finansial. Semuanya ada di ranah digital di mana usaha dan investasi akan fokus menjaga masa depan brand ternama ini lebih kuat," lanjutnya.

Caitlin Moran yang merupakan jurnalis sekaligus penulis buku asal Inggris pun sempat bercuit dan menyayangkan akhir dari edisi cetak NME. "Sangat disayangkan edisi cetak dari NME harus berakhir. Majalah musik adalah cara terbaik untuk para penulis bekerja di media dengan menulis apa yang mereka cintai! Rasanya sulit untuk belajar kreatif dan menghidupi hidup ketika semuanya berubah menjadi blogging," cuitnya.

Baca Juga Yang Ini!

Lagu Anak Semakin Langka, Project Pop : Ingin Kolaborasi Dengan Anak-Anak

Hari Musik Nasional, Tika & Udjo 'Project Pop' Harapkan Musisi Lebih Diapresiasi

Seringai Bocorkan Konsep Album Baru Yang Sporadis

Soundsations 2018, Ajang Silaturahmi Antar Musisi Indonesia

Joseph Kahn: Otak Sukses di Balik Sederet Video Hits Artis Hollywood!

(met/ntn)


Lihat Arsip Musik

- - -