Mytha Lestari, Dari Buang Imej 'Mamamia' Sampai Curhatan Hatinya

Sabtu, 17 Desember 2016 09:22  | 

Mytha



Mytha Lestari © KapanLagi.com/Girindra Permana

Kapanlagi.com - Sebagian dari kita pasti masih ingat dengan penampilan Mytha Lestari kala tampil di ajang pencarian bakat Mamamia. Keluar sebagai juara musim pertama, ia pun merilis album debutnya yang berjudul CUMA KAMU CUMA AKU di bawah naungan Sony Music Entertainment Indonesia pada tahun 2010 lalu.

Tapi, butuh waktu sekitar 5 tahun untuk Mytha sampai pada album keduanya. Lalu, apa yang membuat penyanyi ini harus menghabiskan 5 tahun terlebih dahulu sebelum bisa merilis album kedua? Nyatanya, banyak fase yang harus dilewati dengan segala proses di dalamnya, hingga segala curhatan yang harus ia rasakan sebelum tertuang dalam setiap baris lirik lagu di album CUMA PUNYA HATI.

So, berikut ini adalah hasil obrolan kami bersama Mytha Lestari dengan segala fase, curhatan, dan kegelisahannya dalam bermusik. (kpl/ntn)

1. Menghapus Imej Penyanyi Ajang Pencarian Bakat

KL: Kenapa butuh waktu 6 tahun untuk rilis album kedua?

Mytha Lestari: Lima sih sebenarnya. Kenapa, karena bukan emang nganggur tapi emang karena we do something during that (period). Karena gue harus mengubah branding-an gue sebagai penyanyi ajang pencarian bakat. Dulu kan Mamamia 2006, terus Mytha Mamamia ini masih melekat banget dan itu sangat menyusahkan gue untuk bergerak ke mana-mana, gitu. Meskipun kemaren waktu gue Mamamia itu juga hadiah dari Sony Music kan karena gue juara 1 untuk album pertama gue, dan masih sangat amat Mamamia. That's why we need like to, point 5 years just to re-brand my brand. Kayak, ya udah, Mytha itu emang harus yang dirubah total.

Kayak, apa yang harus dirubah ya? Gue kan tadinya penyanyi chick, ini nggak, ini gue kaya langsung potong pendek banget, terus kaya mix antara boys dan girls temanya, ya udah and suddenly it works, 2 setengah tahun. Tapi itu juga nggak langsung keluar album, karena di 2 setengah 2 tahun berikutnya gue harus ngumpulin lagu dan workshop sama para songwriters karena gue punya konsep bahwa album ini harus jadi album diary gue, which is gue harus curhat sama semua songwriters gue dan workshop bareng. So, kontribusi gue bukan hanya nyanyi, tapi gue memilih songwriter-nya sendiri, memilih lagunya sendiri kaya gimana dan berceritanya kaya apa, gitu. So, kita butuh 5 tahun untuk itu.

KL: Masih kontak-kontakan nggak dengan alumni Mamamia yang lain?

Mytha Lestari: Beberapa iya. Aku masih, kan Mamamia ada 3, eh sorry, 4
kalau nggak salah. Mamamia gue, Mamamia Maria, Calista, sama Dara The
Virgin, Mamamia-nya Inka, sama Mamamia yang terakhir yang ada cowoknya. Nah, kalo gue, Alhamdulillah karena gue tuh kan dedengkotnya di Mamamia (sambil tertawa), gue dedengkot, gue angkatan pertama, jadi gue kaya harus, gue punya tanggung jawab moril untuk kaya bisa ngerangkul semuanya. Jadi gue kaya ngerangkul beberapa dari, masing-masing batch. Misalnya kaya gue ngerangkul dari batch gue ada Echa, ada Marsyila, ada Margareth juga, Firsha, siapa lagi ya, Vira. Ya gue kalo sama angkatan gue masih sering lah, tapi kalo misalkan angkatan bawah tuh gue paling sama Wizzy, Dara juga masih, terus Maria Calista juga, paling cuma itu, sama yang terakhir tuh Vebby Palwinta yang sekarang jadi pacar Rizky Febian. Dulu dia kan Mamamia juga kan, makanya kalo gue ketemu Ikky, 'Ky, jagain ya adek gue'. Jadi gue harus kaya gitu sih, karena siapa lagi kalau misalnya bukan gue. Maksudnya kalo yang lain mungkin cuman kaya gitu doang gitu, tapi ya mungkin karena gue ngerasa lebay aja kali ya, berasa dedengkot nih, mau nggak mau ah. Kalo nggak, takutnya kan Idol aja lebih kuat alumninya, gue gak mau sih sampai Mamamia terpecah belah.

KL: Berarti ada rencana untuk reuni gitu gak?

Mytha Lestari: Mudah-mudahan sih, it's a very good idea. Mudah-mudahan kaya gue sama anak-anak Mamamia yang lainnya bisa acara dan kita ngundang media kali ya? Bisa ya?

KL: Oke, boleh banget.

2. Album Kedua, Diary Curahan Isi Hati

KL: Balik ke album yang katanya berkonsep 'diary' atau 'jurnal harian'. Nah, itu 11 track yang ada di album kedua memang dirasakan sendiri oleh Mytha?

Mytha Lestari: Waduh, semuanya curhatan gue. Gue gak mau ada curhatan
orang lain dalem situ (album), hahaha. Karena gue selain baca-baca, gue
juga curhat kan, jadi makin banyak orang yang baca curhatan gue, gue
makin puas. Kayak, 'don't mess with me, like, you messed with wrong
girl,' hahaha. Nggak sih, modelnya kayak lebih kepada, sebenarnya bukan
karena gue mau nyebarin aib, karena gue pun nggak kasih tahu siapa,
kayak, ini lagunya inspirasinya 'A', atau 'B', atau 'C', gue nggak ngasih
tahu. Pokoknya inspirasinya adalah masa lalu gue, that's all. Masa lalu
gue siapa, terserah lo mau ngerasa atau nggak. Kalo lo ngerasa terserah, kalo gak ngerasa juga terserah, yang penting ini nanti karya disukain banyak orang dan menghasilkan sesuatu buat gue, gitu. Tapi, i can tell that this album is all of my stories, nggak ada cerita orang lain.

KL: Kalau sebelum menulis materi lagu, Mytha sendiri perlu trigger dulu
nggak? Kayak, harus nonton film dulu mungkin, atau menyendiri.

Mytha Lestari: Kebetulan kan kalo misalnya lirik dan lagu, sama
aransemen, itu gue serahin sama pencipta lagunya. Jadi kontribusi gue di
curhat. Jadi gue curhat dari 'A' sampai 'Z', bisa tuh gue curhat sama
pencipta lagunya sampe 2 jam atau 3 jam, bla bla bla, 'oke, kita bikin
lagu tentang ini ya Met,' oke. Pokoknya kalo judul, lagu, terserah lo.
Sampe Aku Cuma Punya Hati juga, lagunya itu kan judulnya dan intonasinya semuanya dari Badai (Kerispatih). Kayak Denganmu Cinta juga, semua judul, semua lirik, semua intonasi, semuanya dari songwriter. Jadi kayak, kontribusi gue cuma curhat, that's all.

3. Membahas Single 'Aku Cuma Punya Hati'

KL: Aku Cuma Punya Hati single pertama dari album kedua?

Mytha Lestari: Nggak, Menghapus Yang Terukir. Jadi ada 2, makanya orang
tuh pas Aku Cuma Punya Hati booming sendiri, dikiranya single yang pertama, padahal nggak. Jadi sebelum single Aku Cuma Punya Hati ada 2 single sebelumnya. Ada Tanpa Melodi sama Menghapus Yang Terukir. Baru Aku Cuma Punya Hati dan Denganmu Cinta. Jadi practically, Aku Cuma Punya Hati tuh single ketiga dan itu yang paling nge-boom tanpa dipromoin.

KL: Nah, lagu itu sebenarnya bicara tentang apa sih?

Mytha Lestari: Jadi lagu itu adalah curhatan gue pas gue lagi bodo-
bodonya, gue lagi kayak pacaran ama cinta pertama gue, terus udah gitu
kayak waktu itu dia kayak sama yang lain. Ya karena gue masih muda, waktu itu gue masih kayak, gue masih 18 tahun, pacarannya lumayan lama dan dia udah lumayan tua daripada gue. Which is, gue kayak merasa ya udah, karena dia lebih ngerti soal pacaran kayaknya gue harus ngikutin phase-nya dia gitu kan. Ya udah akhirnya gue ngikutin phase-nya dia, kok dia malah jadi over acting, kayak, 'aku jalan dulu ya sama ini,' dia berasa kaya pacaran sama anak kecil kali ya? Gitu. Karena waktu itu umurnya dia tuh 22 apa ya, bedanya 4 tahun, 3 tahun gitu lah. Tapi gue gak boleh jalan sama orang lain, dia marah banget. Tapi dia tuh nggak bilang kayak, dia tuh mau jalan sama orang lain, dia selingkuh sama orang lain, tapi di depan gue he's very sweet, dia manis banget, dia boong pun gak ketauan. Ya udah makanya kayak ada di liriknya, di reff-nya, 'kamu berbohong, aku pun percaya' gitu kan. Polos banget, karena waktu itu gue masih muda banget, masih don't know what happened in the world aja gitu. Jadi gue kayak yang gampang banget diboongin, saat itu.

4. Misteri Kata 'Cuma' dan Perasaan Bersama Sony Music

KL: Album pertama judulnya CUMA KAMU CUMA AKU, di album kedua CUMA PUNYA HATI, ada apa dengan kata 'Cuma'?

Mytha Lestari: Karena gue egois kali ya, makanya cuma. Nggak sih becanda, itu semua pure accident, iya ketidaksengajaan. Kayak, tadi juga gue baru menyadari pas interview radio. Gue di setiap interview radio, tadi
nyadarin, 'kok album gue cuma?' gue kayak, ada apa dengan kata itu ya?
Mungkin nanti di album ketiga, 'cuma' lagi? Hahaha. Karena itu
accidentally aja, gitu. Tadinya soalnya nama album kedua gue bukan CUMA
PUNYA HATI, tadinya niatnya adalah SECOND DIARY. Karena apa? Karena di
album kedua gue adalah diary gue, jadi diary pertama gue kan CUMA KAMU
CUMA AKU itu, nah ini diary kedua gue. Tadinya mau bikin SECOND DIARY,
tapi karena 'cuma punya' itu sangat melekat di gue identitasnya, jadi ya
dan album ini muncul di toko-tokok ayam terdekat, jadi memang Mytha
Lestari CUMA PUNYA HATI tuh akan sangat membantu banget untuk mem-boost penjualannya. Jadi memang ketidak sengajaan.

KL: Album pertama sama kedua dirilis Sony Music, Mytha sendiri gimana nih perasaannya kerja bareng dengan pihak label?

Mytha Lestari: Oke, sebenarnya kontrak aku adalah satu album hadiah dan satu album option. Satu album hadiah itu kan sudah kemarin yang CUMA KAMU CUMA AKU, dan ini adalah option-nya Sony Music untuk memperpanjang aku, jadi bukan option aku untuk memperpanjang. Ini adalah album kedua aku sama Sony Music, dan aku pun kalau ditawarin album ketiga lagi sama Sony Music mungkin aja aku jawab iya lagi. Karena apa? Karena Sony Music itu udah kayak keluarga buat aku, kayak rumah. Karena isinya tuh kalo nggak Bapak, Ibu, kakak semua hahaha. Jadi emang mereka itu udah yang paling mengerti aku banget, jadi gue itu adalah satu-satunya artis yang paling sering dimarahin, karena mereka sayang aja gitu lho. Karena kalo sama yang lain kan kayak nggak enak gitu kan, 'gimana ya cara ngasih taunya?' kalo gue nggak, 'Myt sini, lo ini-iniin, A, B, C, D, E, F, G,' tapi itu sangat meng-improve gue untuk berubah jadi lebih baik lagi gitu. Karena mereka tuh kaya bener-bener ngeliatin path by path-nya gue, gitu. Kalo misalnya artis lain mungkin ngeliatnya kayak big scope, big scope gitu kan, kalo gue ngeliatnya dari little scope, little scope yang kaya cuma jalan berapa langkah gue tuh kaya dikritik gitu. Which is good, karena atasan gue adalah keluarga gue, kan keluarga itu selalu ngeritik lo supaya lo bisa jadi yang lebih baik.

5. Pengaruh Setiap Fase Yang Dilalui Mytha

KL: Dan itu ngaruh banget sama fase yang Mytha laluin hingga ke album?

Mytha Lestari: Iya, sangat. Berpengaruhnya gini, berpengaruhnya adalah gue jadi nggak dewasa sih, karena gue selalu dianggep adek sama mereka (Sony Music). Jadi, kelakuan gue di rumah kebawa gitu keluar, which is good sih, gue jadi punya identitas baru kalo Mytha tuh sebenarnya penyanyi yang heboh gila, hahaha. Gue nggak bisa jaim kayak i don't know what can be jaim that i had to do. Kayak, 'jaim tuh kayak gimana ya?' padahal mereka bilang, 'Myt lo jaim dikit dong Myt' ya udah, itu sangat mempengaruhi, bener banget, fase menunju album gue, mempengaruhi banyak hal banget deh kayak sekarang nih buktinya gue harus melakukan banyak promosi, visit store, dan lain-lain.

Karena mereka adalah keluarga gue jadi mereka yang bukan pengen jor-jorin gue kayak gue udah kerja rodi kayak kuda, nggak. Tapi mereka kayak nganggep gue keluarga sendiri, 'oh iya, Mytha butuh tidur. Kekurangannya Mytha adalah kalau semisal Mytha kurang tidur, dia nggak bisa nyanyi karena suaranya ilang' karena itu kekurangan gue, kalau gue nggak tidur, suara gue ilang. Jadi nggak semena-mena gitu, nggak kayak yang gimana gitu, dan Sony Music udah ngerti banget.

6. Mytha Lestari dan Sikap Optimis Dengan Industri Musik Saat Ini

KL: Banyaknya muncul penyanyi baru yang bertalenta, Mytha optimis gak sih berkarir di industri musik Indonesia seakrang?

Mytha Lestari: Karir di industri musik sekarang sangat amat optimis.
Kenapa? Karena menurut gue, kan industri musik itu kan sangat banyak
fasenya ya. Ada fase melayu, ada fase boyband - girlband, ada fase
dangdut jadi semua orang bikin dangdut gitu kan. Ada fase pop. Tapi kalau menurut gue jaman sekarang adalah fase lagu bagus, dan gue tuh kayak sepakat sama beberapa temen-temen artis gue kayak Yura (Yunita), kayak GAC, kayak Isyana (Sarasvati), kayak Afgan gitu, kayak kita semua tuh sepakat kalau jaman sekarang tuh jamannya lagu bagus. Kayak lo mau rock kek, lo mau pop kek, genre lo unite deh, dangdut, melayu yang penting lagu lo bagus dilahap sama orang-orang, gitu kan. Kalo dulu kan melayu, melayu aja, pokoknya lagu apa jadi melayu, lagu apa jadi melayu, iya nggak sih? Kalo sekarang, lo punya genre apapun, selama lagu lo bagus, followers di social media lo bagus, job lo akan meningkat, dan semuanya tuh bakal ngikutin, asal lo punya lagu bagus.

Dan menurut gue semua itu trennya berasal dari Sony Music sih. Kenapa? Karena kayak lagu-lagu bagus tuh emang, kalo misalnya penyanyi yang lama punya lagu bagus kan udah biasa, kayak Raisa, Afgan, Agnes Monica. Lagu bagus kayak, ya udah, emang karena lo aja yang posisinya udah di sini. Cuman kalau jaman lagu bagus itu pertama dimulainya dari Isyana yang Tetap Dalam Jiwa, terus Aku Cuma Punya Hati. Gue gak narsis tapi itu memang terjadi, terus tiba-tiba kayak langsung lah timbul semuanya gitu. Kayak sekarang kan Jaz lagi naik-naiknya sama lagu Dari Mata. Jadi menurut gue, penyanyi dengan genre apapun, jaman sekarang optimis sih harusnya sama karir di industri musik di Indonesia.

7. Langkah Mytha Lestari Selanjutnya?

KL: Bagaimana untuk album berikutnya, akan menunggu fase-fase lainnya?

Mytha Lestari: Oke, gue tipikal orang yang punya satu prinsip, thinking
of today not thinking of tomorrow. Kayak, if you think about tomorrow, you'll forget about today. Jadi kalo misalkan lo terlalu berfikir buat masa depan, lo bakal lupa sama masa sekarang. Jadi kalo gue mikirnya adalah gue mikir masa sekarang dulu, baru masa depan bakal mengikuti masa yang gue bangun (sekarang). Nggak ada kan dari angka 1 ke angka 3, harusnya kan ngelewatin angka 2 dulu.

Nah kalo misalnya dari kemaren-kemaren gue dapet interview, 'apa sih Myt ke depannya?' I don't know, i don't know what happen tomorrow. Ya ke depannya kayak apa gue nggak tau. Cuma semua orang bisa berencana, punya cita-cita. Kalo cita-cita gue sekarang, kalo gue omongin sekarang lo tulis di media, orang bakalan bilang, 'oh ini, oh ini yang akan terjadi' nah kalo kita lagi ngobrol secara santai gitu sih nggak apa-apa. Kalo sampe ditulis di media, gue takutnya, gue cuma ngasih angin surga aja nih. Soalnya gue kayak, kemaren gue album tahun 2014, 'iya, bulan Maret ya', 'oke bulan Juni ya', 'oke, 2015 Januari', Oktober 2016 (baru rilis) hahaha.

(kpl/ntn)