Kejutan di Konser Monokrom, Tulus Hadirkan Sosok Bertubuh Besar Menyerupai Manusia

Kamis, 07 Februari 2019 15:30  | 

Tulus



Tulus © KapanLagi.com/Bambang E Ros

Kapanlagi.com - Konser Monokrom Tulus begitu semarak. Konser yang masih berlangsung hingga pukul 21.30 WIB Rabu malam itu, membuat Istora tampak menggelegar. Tak hanya berikan penampilan apik, Tulus juga berikan banyak kejutan. Apakah kejutan tersebut?

Dari sisi gelap yang tidak terlihat, tiba-tiba muncul sesosok besar. Sosok itu adalah boneka besar yang menyerupai manusia, namun dengan wajah murung. Pertunjukan ini bernama Papermoon Puppet Theatre dari Yogyakarta. Sambil berjalan mengelilingi panggung, boneka tersebut menemani Tulus menyanyikan Monokrom.

1. Lagu yang Dibawakan

Ingin menunjukkan kecintaannya pada kampung halamannya, Bukittinggi, Tulus membawakan lagu khas yang sering didengarkannya ketika dirinya masih kecil.

Dindin Badindin oy! merupakan penggalan lirik dari lagu tersebut. Penonton pun rasanya familiar dengan lagu tersebut dan ikut-ikutan bernyanyi.

2. Penonton Dilarang Bernyanyi

Babak selanjutnya penonton tidak boleh bernyanyi, kenapa? Alasannya jelas karena Langit Abu-abu segera dinyanyikan! Kali ini, lagu tersebut dinyanyikan hanya oleh Tulus bersama rombongan paduan suara. Sempat keceplosan bernyanyi, dengan sekuat mungkin, penonton pun akhirnya diam mengikuti aturan main Tulus untuk tidak ikut bernyanyi.

Tidak lama berselang, lambaian tangan kompak terlihat saat lagu Tergila-gila menggema. Nada yang up-beat juga sontak mengajak penonton untuk ikut bergoyang bersama.

3. Penggalangan Dana

Tulus juga butuh rehat sejenak. Waktu rehatnya pun digunakan untuk menjelaskan berbagai program yang telah dijalankannya selama ini.

Program tersebut merupakan penggalangan donasi untuk gajah Sumatera bernama 'Teman Gajah Tulus'. Sementara yang satunya, 'Bantu Guru Belajar Lagi' adalah program pelatihan para guru yang membutuhkan di daerah tertentu.

4. Pertunjukan Teatrikal

Pertunjukan semakin menarik ketika sebuah penampilan teatrikal di atas panggung. Bersama pemain cello, biola, ukulele, dan koper (iya, koper yang ditunggangi dan dimainkan layaknya cajon) bermain kejar-kejaran. Yap, mereka sambil mengiringi pria berusia 31 tahun tersebut membawakan lagu Tuan Nyonya Kesepian.

Sesampainya di depan panggung, mereka berlima seperti bermain dagelan. Tentu dengan alat musiknya masing-masing hingga membuat Tulus merasa 'dikacangin' sementara. Hal ini pun tentu langsung memecah tawa penonton. Meskipun begitu, konsep ini menjadi satu hal yang paling mencuri perhatian dalam konser.

Setelah dagelan dipertontonkan, empat orang penyanyi latar menyusul ke depan panggung untuk menemaninya menyanyikan Mahakarya, sebuah lagu yang tercipta hasil pengalaman dengan kedua orangtuanya untuk menghargai segala karya yang dibuat.

5. Boneka Murung

Usai Tanggal Merah dibawakan, waktunya babak kedua si boneka murung tadi ambil bagian. Yap, boneka besar berukuran sekitar 2,5 meter tersebut kembali naik ke atas panggung untuk menemani sang Gajah melantunkan Teman Hidup. Uniknya, kali ini dia mengajak teman-teman lainnya yang datang dari tiap sisi penonton seraya menenteng lampion.

"Aba adalah sosok yang belum pernah saya temui dalam hidup saya. Aba berarti kakek dalam bahasa Minang. Saya lahir beberapa saat setelah kakek saya berpulang," jelas Tulus menceritakan tentang sang kakek usai menyanyikan Teman Hidup.

Yuk Baca Juga:

Akhirnya, Konser Monokrom Tulus Sukses Memukau Jakarta!

Bakal Gelar Konser Tunggal di Jakarta, Siti Nurhaliza Ajak Tulus Kolaborasi

Rencana Nonton Konser? Inilah Jadwal dan Harga Tiket Konser Musik Tahun 2019! number

Daftar 10 Lagu Indonesia Terhitz Selama Tahun 2018

Tulus Janjikan Kejutan di Konser Monokrom Jakarta

(kpl/apt/gen)