DWP 2016, Dipha Barus: The Biggest Platform Untuk Dibanggakan

DWP 2016, Dipha Barus: The Biggest Platform Untuk Dibanggakan Dipha Barus © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Salah satu festival musik elektronik terbesar di Asia, Djakarta Warehouse Project (DWP), siap untuk kembali digelar di penghujung tahun ini. Sebagai DJ berkaliber internasional yang juga masuk dalam jajaran lineup DWP 2016, apa kata Dipha Barus mengenai festival musik elektronik ini?

"(DWP itu) Kebanggaan sebagai warga Indonesia sih. Kebanggaan hasil kreasi Indonesia (yang) dilihat oleh kreasi dunia. DWP, platform dunia sih (kalau) dilihat. Kebanggaan Indonesia acara ini dilihat dunia. Dua tahun lalu (saya) pernah (tampil di DWP)," ujar Dipha Barus saat ditemui di kawasan Jalan Jendral Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (19/10).

No One Can Stop Us hit maker ini sangat meyakini DWP sebagai platform musik terbesar Indonesia yang bisa dibanggakan. Untuk itu, ia pun sudah menyiapkan sejumlah kejutan mulai dari lagu baru sampai kolaborasi dengan beberapa penyanyi.

DWP 2016, Dipha Barus: Ini kebanggaan sebagai warga Indonesia © KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaDWP 2016, Dipha Barus: Ini kebanggaan sebagai warga Indonesia © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

"Karena kayak DWP 2016 the biggest platform untuk dibanggakan Indonesia di seluruh dunia. Ada beberapa single terbaru di DWP yang akan di-preview di DWP. Lagunya sudah jadi dan kolaborasi sama beberapa penyanyi. (Kalau bocoran) Nanti aja. Penyanyi Indonesia sih ada banyak lah. Kita lagi milih nanti buat ditampilin," lanjut sang DJ.

Hanya saja patut disayangkan karena Dipha Barus menjelaskan kalau ia gagal berkolaborasi dengan penyanyi luar karena tanggal yang bentrok. Tapi, ia memastikan kalau penampilannya di DWP 2016 nanti akan tetap maksimal dan menyajikan unsur musik tradisional secara elektronik.

"(Kolaborasi dengan artis luar) Ada, cuman gak bisa tanggalnya bentrok. (Durasi) 1 jam lah. (Unsur tradisional) Sudah pasti sih. Gua cinta segala nada dan alat musik Indonesia. Bukan ciri khas gua, tapi emang punya Indonesia," pungkasnya.

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

(kpl/aal/ntn)

Rekomendasi
Trending