Misteri Klub Sepakbola Yang Dicintai The Beatles

Adhib Mujaddid  |  Kamis, 18 Agustus 2016 19:04
Misteri Klub Sepakbola Yang Dicintai The Beatles
The Beatles ©androidpolice.com

Kapanlagi.com - Inggris memang baru sekali menjadi juara dunia, yakni tahun 1966. Meski begitu, negeri ini sudah sangat identik dengan sepakbola, bahkan mungkin sama levelnya dibanding Brazil yang lima kali mengangkat piala dunia. Bisa jadi karena sepakbola adalah olahraga tertua di sana, bahkan banyak orang meyakini sepakbola memang lahir di negeri tersebut. Hampir seluruh masyarakat Inggris memiliki klub favorit. Biasanya klub yang diidolai adalah turun menurun dari keluarga, bisa juga cinta itu didapat sendiri, dipilih sendiri, bukan warisan dari orangtua.

Selain sepakbola, Inggris juga memiliki keistimewaan lain di dunia musik. Tak terhitung sudah berapa band dan musisi papan atas yang mereka lahirkan. Bisa dibilang, mereka lah kiblat nomor satu musik dunia. Seperti yang disebutkan di awal, hampir seluruh warga Inggris adalah pecinta sepakbola, maka begitu pula dengan para musisi di sana.

Sudah jelas Oasis sangat menggilai Manchester City, Damon Albarn dari Blur sudah mendeklarasikan cintanya pada Chelsea, Stone Roses malah terlanjur identik dengan Manchester United, Kasabian bangga dengan prestasi juara liga yang direbut Leicester City musim lalu. Nah yang jadi pertanyaan besar, pada klub mana para personel The Beatles menaruh dukungannya?

Pada klub apa The Beatles memberikan dukungan? © www.nbcnews.comPada klub apa The Beatles memberikan dukungan? © www.nbcnews.com

Ternyata belum pernah ada fakta yang menjawab pertanyaan itu. Sebenarnya sudah banyak jurnalis yang menelusurinya, namun tetap saja laporan mereka belum bisa dijadikan acuan. Jika diambil logika paling mudah, The Beatles lahir di Liverpool, harusnya mereka mendukung klub lokal Liverpool atau Everton. Tapi beberapa fakta malah bertolak belakang dengan logika sederhana itu.

Pemain Liverpool, Albert Stubbins memang pernah tampil di cover album SGT. PEPPER’S LONELY HEARTS CLUB BAND. Namun empat personel The Beatles sama sekali tidak pernah menyatakan secara resmi bahwa mereka adalah Kopite (sebutan untuk fans Liverpool). Justru Paul McCartney 'hanya' berujar, "Selamat, Albert! Atas kesuksesan di sepakbola." Ya, tanpa embel-embel nama Liverpool. Simak juga fakta bahwa ada penyebutan nama pemain Liverpool, Matt Busbby di lagu Dig It. Sekali lagi tak ada indikasi kuat mereka melakukannya karena cinta Liverpool. Matt sendiri akhirnya hijrah ke klub rival Liverpool, Manchester United dan sukses di sana.

Cover Album SGT. PEPPER’S LONELY HEARTS CLUB BANDCover Album SGT. PEPPER’S LONELY HEARTS CLUB BAND

"Like a rolling stone. A like a rolling stone. Like the FBI and the CIA. And the BBC--BB King and Doris Day, Matt Busby. Dig it, dig it, dig it," bunyi penggalan lagu Dig It.

Logika sederhana tadi makin melemah setelah John Lennon pernah mamasang lukisan pertandingan Newcastle lawan Arsenal sebagai cover album solonya, THE WALLS AND BRIDGES. Lukisan itu mengacu pada pertandingan Final Piala FA tahun 1952 yang dimenangkan New Castle 1-0. John Lennon sendiri yang melukisnya saat ia masih berusia 11 tahun.

Cover Album THE WALLS AND BRIDGECover Album THE WALLS AND BRIDGE



Kita geser ke Ringo Starr sang penggebuk drum. Cukup kuat kabar bahwa Ringo adalah fan Arsenal, persis seperti ayahnya. Bahkan sebuah sumber mengatakan bahwa Ringo kecil sering diajak ke London untuk menonton Arsenal. Tapi sekali lagi, Ringo sendiri tak pernah mengumumkan bahwa dirinya adalah seorang Gooner (sebutan untuk fans Arsenal).

George Harrison, gitaris The Beatles sempat melempar petunjuk, hanya sedikit petunjuk. Seperti yang diberitakan di Situs The Guardian, George mengatakan bahwa ia bukanlah penggemar Liverpool maupun Everton. "Ada tiga klub sepakbola di Liverpool, tapi saya lebih memilih yang lain."

Bagaimana dengan Paul McCartney? Musisi jenius ini mungkin satu-satunya anggota Fabulous Four yang berani mengeluarkan pernyataan cukup jelas. Ia berasal dari keluarga yang menggemari Everton. Ia mencintai klub biru itu walau tetap menyimpan rasa bangga pada Liverpool.

"Saya suka dengan kedua tim. Tapi, jika harus mendukung salah satu klub saat keduanya bertanding, saya akan bersorak untuk Everton," kata Paul tahun 2011 silam. Ia juga pernah berujar bahwa ia akan bahagia jika Liverpool menang, asal bukan saat melawan Everton. Cukup jelas kan ke mana arah dukungan Paul?

Biasanya seorang penggemar Everton bakal membenci setiap kemenangan atau apapun yang identik dengan Liverpool, namun nyatanya Paul tidak begitu. Ia bersedia melakukan wawancara dengan bintang Liverpool yang telah pindah ke Barcelona, Luis Suarez. Di akhir wawancara, ia mengungkapkan dukungannya untuk Liverpool maupun Everton. Selain itu, menurut brandish.tv, Paul juga mengaku berteman dekat dengan legenda Liverpool, Kenny Dalglish.

Dengan segala info yang terkumpul, tampaknya bisa disimpulkan bahwa setiap personel The Beatles tak pernah fanatik pada satu klub saja. Atau boleh dibilang mereka tak terlalu tergila-gila dengan sepakbola seperti Liam dan Noel Gallagher, Damon Albarn dan lain-lain. Ada pula kabar bahwa mereka sengaja tak memilih satu klub tertentu agar penggemar mereka tak pecah, terutama Liverpool atau Everton. Namun yang jelas, mereka tak sekalipun pernah terlihat keberatan lagu-lagu mereka dinyanyikan suporter-suporter klub mana pun di Inggris. So, dengarkan lagi lagu-lagu The Beatles sambil merayakan kemenangan klub sepakbola kesayanganmu, apapun itu!

(kpl/adb)


Lihat Arsip Musik

- - -