5 Cerita Mengherankan di Balik Pemilihan Nama DJ Tersohor Dunia

Jum'at, 09 Oktober 2015 16:22  | 

Calvin Harris



Calvin Harris © istimewa

Kapanlagi.com - 'Apalah arti sebuah nama', tentu kalian tak asing lagi bukan dengan kalimat pujangga ini kan? Yup, kata-kata tersebut terkenal karena diucapkan oleh salah satu sastrawan asal Inggris, William Shakespeare. Namun, buatmu sendiri apa arti sebuah nama?

Nama merupakan satu elemen penting sebagai identitas dari seseorang atau suatu benda. Dengan nama kita mudah memanggil hal yang kita maksud. Selalu ada cerita menarik dalam satu nama yang terpatri pada seseorang, kelompok atau suatu benda.

Seperti 5 DJ Dunia tersohor berikut, mereka memilih untuk mengganti identitas asli mereka dengan nama panggung. Siapa saja mereka dan ada cerita unik apa saja sih di balik nama mereka? Yuk kita simak..

Sudah tahu yang ini?

5 Lagu Pilihan Daffa Jenaro, Dari Hip Hop Sampai Bossa Nova!

6 Soundtrack 'JAMES BOND' Paling Melegenda dan Susah Dilupakan

5 Album Musik Yang Dibuat Oleh Orang Tak Terduga, Bikin Shock!

5 Gitaris Sakti Yang Pernah Jajal Gilanya 'Voodoo Child'

5 Penyanyi Hijabers Paling Populer Saat Ini, Siapa Favoritmu?

(kpl/otx)

1. Calvin Harris

DJ asal Skotlandia, Calvin Harris tentunya tidak asing lagi bagi kalian bukan? Bagi yang belum tahu, pria berusia 31 tahun merupakan musisi EDM tersohor yang sedang menjalin hubungan asmara dengan Taylor Swift.

Lahir sebagai Adam Richard Willes, awalnya pria inimengganti namanya karena ingin membuat penonton penasaran dengan namanya. Menurutnya nama Calvin Harris menarik karena menggabungkan nama orang kulit hitam dan orang kulit putih.

"Single perdanaku lagunya nge-soul banget dan aku rasa nama Calvin Harris terdengar lebih rasial. Aku pikir nama ini bakal buat orang penasaran apakah 'Calvin Harris' orang berkulit hitam. Lambat laun, aku pun terjebak dalam nama ini," ungkap pria yang terkenal dengan lagu We Found Love ini.

2. Avicii

Berbeda dengan Calvin Harris, DJ asal Swedia, Avicii, punya satu cerita lucu di balik nama panggungnya tersebut. Pria yang bernama Tim Bergling ini memilih nama Avicii karena nama aslinya telah dipakai oleh user lain di sosial media Myspace.

Ketika input data pribadinya di form pendaftaran user My Space, Avicii kaget namanya telah digunakan oleh seseorang. Akhirnya ia mencari alias untuk identitasnya.

Terpilihlah Avicii, nama ini sendiri merupakan adaptasi dari salah satu istilah agama Budha yang berarti neraka paling dasar. Hmm, ternyata artinya serem ya?

3. Dash Berlin

Siapa yang tak kenal dengan DJ yang sering kunjungi Indonesia, Dash Berlin? Teman dekat penyanyi cetar Syahrini ini ternyata juga tak menggunakan nama aslinya lho.

Menurutnya arti Dash merepresentasikan musik yang sangat futuristik, gemilang, bergerak terus dan sangat emosional. Sedangkan untuk arti Berlin, pria bernama lengkap Jeff Sutorius ini mengatakan satu hal yang menarik.

"Ini sebuah ode untuk kota metropolitan yang lanskap-nya menarik. Di tempat ini juga aku telah melihat lebih dari satu juta orang menari di jalan-jalan , ini merupakan sebuah semangat dari salah satu kota di benua Eropa yang terus berkembang," ungkap Dash Berlin.

4. Zedd

Zedd merupakan musisi asli Rusia yang telah menetap lama di Jerman. Cowok bernama lengkap Anton Zaslavski ini terhitung baru mengarungi dunia electronic music, tepatnya pada tahun 2009.

Nama Zedd sendiri berasal dari julukannya di masa SMP. Ketika para guru memanggilnya dengan Anton, kawan-kawannya menjulukinya dengan nama Zed, berasal dari cara baca huruf pertama dari nama belakangnya, 'Z'.

Tentu saja nama Zaslavski sangat susah untuk diucapkan jika bukan orang Rusia asli. Dengan menambahkan 'd' di belakang jadilah nama yang sangat keren, Zedd.

5. Daft Punk

Kalau tadi para musisi solo, kini beralih ke grup. Daft Punk menjadi salah satu artis yang menarik untuk diulik. Selain kostum yang selalu nyentrik, nama panggung yang mereka pilih terdengar lucu di telinga.

Thomas Bangalter dan Guy Manuel merupakan anggota band Darlin' yang membawakan musik rock-rock ala Perancis. Sampai satu ketika sebuah majalah Inggris, Melody Maker, mengejek bandnya dengan kata "daft punky trash" (Berandalan sampah yang bodoh).

Segera mereka buang gitar yang mereka punya dan membeli synthesizer. Mengambil sedikit kata dari ejekan yang pernah mereka terima akhirnya kedua pria ini membentuk grup electric, Daft Punk.

(kpl/otx)