Stereocase: 'BICARA', Membawa Memori 90-an

Senin, 04 Juni 2012 19:00 | 

Stereocase

Stereocase: 'BICARA', Membawa Memori 90-an
Stereocase




KapanLagi.com - oleh: Rena

Merasa pernah dengar nama band ini, tetapi tak sanggup mengingat di mana? Mungkin di acara pensi? Karena Stereocase termasuk salah satu band yang cukup rajin tampil di panggung pensi-pensi SMA Jakarta. Atau kalau tidak, barangkali di situs Youtube. Mereka terhitung produktif mengunggah video live di situs tersebut.

Tahun 2010, Stereocase mendapat penghargaan ICEMA untuk kategori Best New Comer dari lagu Just Called Life. Setahun kemudian, lagu Bebas (feat Sara Salim) beredar sangat cepat, kebanyakan dari flashdisk ke flashdisk. Entah karena tahun lalu kita sudah terlalu lama dijejali musik Melayu yang mendayu atau karena Stereocase benar-benar menarik, album mereka jadi dicari.

BICARA dipilih menjadi judul album yang cover-nya seksi ini. Just Called Life termuat jadi track pertama, track yang paling dikenal. Langkah aman, tetapi tetap halal. Lagipula Just Called Life tipe lagu yang nyaman didengarkan berkali-kali. Makin sering didengar, akan semakin tercium pengaruh Incubus. Bukan cuma vokal Fadli Rezasyah, tetapi juga pilihan chord gitar, sampai ke sound.

Kecewa karena begitu Incubus? Jangan dulu! Dengarkan sampai habis, lanjutkan ke track kedua, Bayangkan. Pengaturan tracklist yang cerdas. Tidak se-IncubusJust Called Life, tetapi tetap terdengar funk. Bahasa Indonesia tidak terdengar canggung dilafalkan, dan bisa terbayang bagaimana lagu ini dibawakan di panggung. Menyenangkan!

Bicara diurut sebagai track ke-3. Ah, satu lagi funk track. Sudah mulai terlihat influence mereka, antara lain, Incubus, Maroon 5, Red Hot Chili Peppers. Sejauh ini, Anda tidak akan dikecewakan. Tiga track pertama temponya tidak jauh berbeda. Bagaimana kalau Stereocase memainkan lagu balada (selain cover-an lagu-lagu orang seperti yang bisa ditonton di Youtube)?

Pertanyaan tersebut langsung dijawab di track keempat, Begitu Sempurna. Mungkin bisa dibilang ini lagu yang paling terdengar Indonesia. Ada tambahan violin di dalamnya, bikin lebih megah. Bebas diletakkan berikutnya, dan entah kenapa rasanya Begitu Sempurna jadi terdengar biasa saja. Bukan apa-apa, Bebas adalah lagu yang sangat modern. Liriknya provokatif tetapi tidak murahan. Tipe lagu yang akan ada di playlist kaum urban, membuat Anda ingin menendang kursi kantor dan menari, seperti gambaran video klip untuk lagu yang sama.

Tertera nama Sara Salim di Bebas. Untuk informasi, Sara Salim adalah personel un soirée, sebuah band keluarga. Sara dipercaya sebagai vokalis di sana. Ketika mendengar suaranya melengking dan twist vokal menjelang akhir lagu, mudah dipahami mengapa Stereocase tertarik mengajaknya berkolaborasi.

Alihkan menempati posisi keenam. Wah, mantap! Seperti band 90-an. Dari sini semakin terendus gaya Lenny Kravitz, membuat berpikir, jangan-jangan berikutnya ada Jamiroquai? From Satellite di track ke-7, jadi track dengan tempo lebih rendah kedua setelah Begitu Sempurna. Anehnya, lagu ini terdengar lebih nyaman di telinga. Walaupun tidak kencang, Stereocase tidak kehilangan karakter mereka. Meski Fadhil berkata, 'Just let me blown away//'cause I don't feel like I'm alive' tetapi ia masih terdengar sebagaimana seharusnya, alias cowok.

Bersiaplah Tuk Lebih dibuka dengan distorsi. Satu lagi lagu upbeat. Tidak istimewa, pattern-pattern-nya sudah terbaca, apalagi karena berikutnya ada Kill. Ketukan di intro saja sudah membawa kenangan band-band 90-an (lagi). Lirik 'I need you/to kill me/come baby come baby come/ set me free' terdengar menggoda. Ditingkahi melodi di tengah lagu, aih, sedap.

Terakhir adalah All We Need is Love. Jadi tersadarkan, Stereocase tidak banyak bicarakan cinta di album ini. Sebagai lagu penutup album, lagu yang cuma berbahasa Inggris di bagian reff ini cukup oke. Malah, lebih oke daripada Begitu Sempurna.

Stereocase yang terdiri dari Fadli (vokal), Iqif (drum), Donny (bas) dan Richard (gitar) sudah menemukan karakter dan arah mereka. Itu sebabnya, tidak perlu diharapkan di luar garis. Belum masuk musik rock, tetapi akan membawa banyak memori lagu tahun 90 dan 2000-an. Tidak banyak band memainkan musik seperti ini di tahun-tahun belakangan. Departemen musikalitas terbagi rata antar personel, ditambah Fadli bertanggung jawab atas semua lirik.

Melihat cover yang menggoda dan basah, harapan melihat artwork yang sama menggodanya terpaksa pupus. Mungkin karena waktu kemunculan mereka yang tepat, lagu-lagu Stereocase menyegarkan telinga. Liriknya simpel, tetapi musik lebih jadi unggulan. Musiknya tidak aneh-aneh, malah cenderung aman, tetapi bumbu funk yang menjadikan mereka istimewa.
 
Satu lagi, buat yang penasaran dengan vokal Sara Salim, silakan mencari nama un soirée di mesin pencari. Ia akan mengarahkan Anda ke MySpace mereka. Coba dengar lagu-lagu yang diunggah mereka di sana. Dijamin, Anda akan langsung menjelajah demi mini album un soirée yang sebenarnya sudah rilis tahun lalu.

Album ini tidak disarankan untuk Anda yang senang menenggelamkan diri dalam kesusahan dan dramatisasi. Untuk yang punya tanggung jawab deadline, BICARA cukup bisa menjaga mood kerja. Kalau tidak yakin, ketik nama Stereocase di Youtube. Ada banyak video mereka di sana. Awas, jangan keasyikan!

Tracklist:

1. Just Called Life
2. Bayangkan
3. Bicara
4. Begitu Sempurna
5. Bebas (feat Sara Salim)
6. Alihkan
7. From Satellite
8. Bersiaplah 'tuk Lebih
9. Kill
10. All We Need is Love (kpl/rea)



Lihat Arsip Musik

- - -