Knee & Toes: 'DAMMIT I'M MAD', Konser Taman Bunga Dalam Format Digital

Jumat, 26 April 2013 11:00
Knee & Toes: 'DAMMIT I'M MAD', Konser Taman Bunga Dalam Format Digital
Knee & Toes @kapanlagi.com




KapanLagi.com - Oleh: Kidung Swara Mardika

Ketika kebanyakan musisi pergi ke luar negeri untuk tampil menghibur sesama warga Indonesia di sana, namun tidak bagi mereka. Siapa mereka? Mereka adalah Knee And Toes. Duo pop akustik dari kota kecil sebelah selatan kota Surabaya, Malang.

Pada bulan Mei 2011 lalu mereka telah menyebarkan musik mereka hingga ke negeri ratu Elizabeth, Inggris. Dengan bermodalkan percaya, tanpa dukungan label dan sponsor, mereka berhasil menjelajahi tanah Inggris.

Namun di kesempatan kali ini kapanlagi.com akan mengulas tentang album perdana mereka yang baru saja rilis, DAMMIT I'M MAD. Jika kamu masih penasaran tentang kisah mereka dan musiknya yang bisa terbang ke Inggris, mampir saja ke halaman ini /resensi/chill-out/dari-malang-knee-and-toes-sukses-jelajahi-inggris-724b80.html.

Album perdana duo Ristri Putri dan Bie Paksi ini sendiri adalah kisah mereka selama berada di Inggris. Emotional mereka hingga pertukaran budaya ada di sini. Lets come on, kita bedah lagu-lagu Knee & Toes di album debut mereka ini.

Album Dammit I'm MadAlbum Dammit I'm Mad
Album Dammit I'm Mad

Album Dammit I'm Mad

Track nomor 1 mereka isi dengan Intro. Dari awal mereka meminta kita yang mendengarkan untuk berada seperti sedang menonton konser tunggal mereka. Dimulai dengan nada yang sepertinya mereka mainkan dari alat musik ukulele, Knee & Toes sukses memberi isyarat bahwa mereka akan segera memainkan musiknya. Segera beli 'tiketnya' dan berdiri di baris paling depan. Ini bakal mengasyikkan.

Dilanjutkan dengan lagu pertama, Phone Call. Sampai sini kamu akan dihadapkan dengan dua pilihan, tetap menyaksikan konser digital mereka atau ikut bertamasya ke Inggris bersama dengan album ini. Sepertinya pilihan kedua menjanjikan sensasi yang lebih luar biasa. Oke kita beranjak ke lagu ketiga.

Sudah beranjak ke track nomor tiga? Mereka sungguh mengajak kamu pergi kan? Ya, di lagu Morwening ini membuat imajinasi benar-benar seperti bersama mereka sekarang. Terbang tinggi berpetualang bersama mereka kemanapun kamu berfantasi. Sungguh ini benar-benar menyenangkan.

Apa aku tetap harus mengulas tentang musikalitas mereka? Baiklah, mari kita mulai di lagu keempat ini. Syaratnya kamu tetap harus berfantasi bersama album ini. Lagu selanjutnya adalah A Journey. Dimulai dengan komposisi cord ritmis yang fonetis. Ah, terlalu malas untuk mengulas musikalitas mereka. Fantasi bersamanya jauh lebih menyenangkan.

Sejujurnya skill musikalitas mereka biasa saja. Tapi musikalisasinya yang luar biasa. Musik Knee & Toes jenius. Koor nada tema yang begitu tepat bagi perjalanan mereka.

Kamu harus sudah berada di Inggris saat ini. Lagu selanjutnya adalah Explore The Baker St. Gak mungkin kan kamu eksplor tempat itu jika masih berada di tempat kamu berpijak saat ini? Lagu dimulai dengan aroma gitar khas musisi jalanan. Namun semakin masuk ke dalam lagu ini juga akan memindahkan suasana ke dalam panggung teater yang akan segera dimulai.

Lagu berikutnya adalah Rumah. Indah sekali lagu ini. Kopi di pagi hari dengan kicauan denting gitar yang alunis. Apalagi dengan biola yang ikut menyanjung lagu. Nikmat sekali. Tapi tunggu dulu. Rumah? Urutan lagu ini mengecewakan. Kenapa Knee & Toes berangsur mengajak kembali ketika petualangan baru dimulai.

Biarlah, berkat lagu berikutnya kekecewaan tadi bisa segera termaafkan. Piknik bersama kerabat di taman adalah suatu hal yang sangat menyenangkan. Apalagi kalau lagu ini adalah theme song-nya. Epic sekali. Tetap dengan pop-akustiknya Knee & Toes sukses memberikan penawar penekan stres di akhir pekan.

Tetap bersemangatlah. Knee & Toes beri sesuatu yang sedikit berbeda di lagu ini. Diawali dengan gitar klasik yang sangat riffting. Berkolaborasi dengan gitaris klasik Bayu Priaganda, dalam lagu Time Capsule ini Knee & Toes berhasil memberi kejutan. Jangan hanya sampai di Inggris, terbanglah hingga ke lain galaksi. Karena hidup menyisakan banyak kejutan.

Selanjutnya ada lagu Golden & Diamond. Di lagu ini mereka memainkan musik swing yang retroik. Berdansalah di tengah lantai dansa yang lengang berdua. Golden boy dan diamond girl akan mengantarkanmu kepada karnaval angan-angan yang syahdu.

Lalu angan-angan itu terus membawamu melayang kemanapun kamu bermimpi. Lagu selanjutnya, Lullaby, ini melow, pelan, dan mendayu. Tapi memberikan suatu kekuatan yang sangat besar untukmu menghadapi apa saja yang akan menantimu selanjutnya.

Selanjutnya ada lagu Man In The Moon. Tenang, lagu ini tak akan bercerita tentang Neil Armstrong ataupun Yuri Gagarin. Ini hanya akan membawamu ke lubang dalam kesedihan yang terlalu lama terpendam. Bait lirik berpadu-padan dengan denting gitar dan alam keniscayaan.

Luar biasa sekali album ini. Knee & Toes sekali lagi sukses membawa pendengarnya entah ke manapun mereka ingin berada. Tampaknya pengalaman selama berada di Inggris benar-benar mereka tuangkan di album ini.

Tapi kamu patut bersedih. Perjalanan kita telah berakhir. Tirai perlahan mulai tertutup. Kabut semakin membalut. Terima kasih Knee & Toes. Ajak kami berpetualang lagi dengan segera.

Track list:

1. Intro
2. Phone Call
3. Morwening
4. A Journey
5. Explore The Baker St.
6. Rumah
7. Life Is A Playground
8. Time Capsule
9. Golden & Diamond
10. Lullaby
11. Man In The Moon
12. Outro

 

 

(kpl/kid)



Lihat Arsip Musik

- - -