Warna-Warni Semarak Jazz Gunung Slamet 2026, Mocca Jadi Penutup yang Manis
Kevin Yosua Big 6 di Jazz Gunung Slamet (credit: Dokumentasi Pribadi Jazz Gunung Indonesia)
Kapanlagi.com - Meski sempat diwarnai turun hujan, Jazz Gunung Slamet tetap sukses digelar pada Sabtu (26/7) di kawasan Wana Wisata Baturraden. Sejak sore hari, kawasan wisata dengan pemandangan indah ini bahkan sudah dipadati oleh para penikmat musik jazz. Cuaca mendung dan udara dingin tak menyurutkan antusiasme mereka.
Di sela-sela pergelaran, Founder Jazz Gunung Slamet, Sigit Pramono memberikan sambutannya. Menurutnya, Jazz Gunung Slamet kali ini dikemas secara berwarna dengan menghadirkan beragam musik jazz etnik yang diharapkan bisa dinikmati penoton dari segala kalangan usia.
Dalam sambutannya, Sigit Pramono juga menyampaikan ajakan pada penonton untuk membuat Jazz Gunung sebagai ajang melestarikan seni budaya, terkhusus musik jazz.
Advertisement
"Saya nggak mau melestarikan seni budaya. Karena yang melestarikan seni budaya, kalian yang nonton. Bukan kami yang menyelenggarakan," jelas Sigit Pramono.
Menampilkan sejumlah musisi jazz kenamaan Tanah Air, mulai dari Amelia Ong, Nonaria, Emptyyy, Kevin Yosua, hingga Mocca, Jazz Gunung Slamet menghadirkan konser yang meriah sekaligus intim.
Penasaran, seperti apa keseruan dari Jazz Gunung Slamet 2026? Langsung saja simak ulasannya berikut ini.
1. Penampilan Berkesan Amelia Ong Sebagai Pembuka
Amelia Ong didapuk jadi penampil pembuka di pergelaran Jazz Gunung Slamet kali ini. Penampilan apik Amelia Ong sempat diinterupsi rintikan hujan. Meski sempat terpaksa dihentikan sesaat, Amelia tetap memberikan penampilan terbaiknya hingga di lagu terakhir.
Di panggungnya, Amelia Ong mengaku Jazz Gunung Slamet kali ini sangat berkesan baginya. Pasalnya, ini jadi kali pertama Amelia tampil di Jazz Gunung Slamet yang diadakan di Purwokerto, yang juga merupakan tanah kelahirannya. Tak berhenti di situ, Amelia juga tampil bersama band yang salah satu personelnya tak lain adalah kakaknya sendiri.
Amelia tampil membawakan beberapa lagu jazz andalannya. Dia juga memperkenalkan dua lagu barunya yang berjudul Sunset Purple Sky dan Blue and Yellow. Namun menariknya, Amelia Ong justru menutup penampilannya dengan membawakan lagu 'Kulihat Ibu Pertiwi'. Ditemui di belakang panggung, Amelia Ong ternyata punya alasan tersendiri memilih lagu tersebut sebagai pamungkas.
"Aku tahu sebenarnya saat ini generasi muda sedang fight untuk naikin semangat menjaga bumi Indonesia ini. Jadi aku sisipin Kulihat Ibu Pertiwi (di penampilan) tadi," ujar Amelia Ong
2. Nonaria Tebar Energi Positif
Nonaria jadi penampil kedua. Seperti biasanya, Nonaria tampil membawa nada-nada jazz nan ceria ke atas panggung Jazz Gunung Slamet. Nonaria tampil membawakan total 12 lagu. Tak hanya tampil energik di atas panggung, Nesia Ardi juga sempat duduk di rerumputan mengajak penonton menyanyi bersama. Penampilan Nonaria tak hanya menghibur tapi juga menebarkan energi positif ke penonton.
Nonaria sendiri mengaku senang mendapatkan kesempatan tampil di Jazz Gunung Slamet. Bukan hanya sebagai penampil, Nesia Ardi dan Nanin Wardhani juga mengaku antusias menyaksikan penampilan musisi lainnya.
"Tapi saya lihat penampil-penampil di Jazz Gunung Slamet ini banyak yang bagus-bagus banget sih yang belum ada di festival lain," ujar Nanin.
"Kayak Emptyyy tuh, saya penasaran banget," imbuh Nesia.
3. Emptyyy Tampil Segar dan Energik
Setelah penampilan yang manis dari Amelia Ong dan juga nada-nada ceria Nonaria, giliran Emptyyy yang tampil di panggung Jazz Gunung Slamet. Band yang digawangi Karel William (Drum), Mikail Alrabbdia (Gitar), dan Rega Dauna (Harmonika) ini tampil dengan musik instrumental mereka yang sangat khas.
Penampilan Emptyyy terasa begitu segar di antara para penampil lainnya yang warna musiknya beragam. Emptyyy yang membawakan Sembilan lagu, tampil dengan penuh energi di awal hingga menjelang akhir. Band jazz dengan sentuhan rock ini pun menutup penampilan mereka dengan lebih kalem lewat lagunya yang berjudul Empty.
4. Kevin Yosua Big 6 Bawa Penonton Nostalgia
Warna musik lainnya juga dibawakan Kevin Yosua Big 6 dan Gracy Tamangendar. Mereka tampil spesial membawakan lagu-lagu di album 'The Great Indonesian Songbook Vol. 1' yang berisi tembang-tembang lawas, sehingga berhasil menghadirkan perasaan nostalgia.
Namun bukan hanya delapan lagu di album tersebut, Kevin Yosua Big 6 dan Gracy juga menyisipkan satu lagu yang membuat penampilan mereka kian istimewa. Di tengah-tengah penampilannya, Kevin Yosua Big 6 dan Gracy menyisipkan lagu 'Di Tepinya Sungai Serayu' yang sangat cocok dengan lokasi Jazz Gunung Slamet kali ini.
Di belakang panggung, Kevin mengungkap alasannya menyisipkan lagu 'Di Tepinya Sungai Serayu' di antara lagu-lagu di album 'The Great Indonesian Songbook Vol. 1'.
"Lagu itu (Di Tepinya Sungai Serayu) dibikin ulang arasemen, (terus hasilnya) dibagi ke anak-anak tapi cukup puas sih. Terus lagunya bagus banget. Jadi itu yang spesial di performance kali ini," aku Kevin Yosua.
5. Mocca Jadi Penutup yang Manis
Di penghujung Jazz Gunung Slamet 2026, Mocca tampil manis sebagai penutup. Bawakan lagu-lagu andalannya dari album-album lama hingga yang terbaru, Mocca hadirkan nostalgia dan juga berhasil hidupkan suasana ceria.
Mocca yang membawakan 13 lagu tampil sangat interaktif. Beberapa kali, sang vokalis, Arina Ephipania menyodorkan mikrofon ke penonton dan mengajak bernyanyi bersama. Suara merdu Arina dan alunan musik jazz Mocca berpadu syahdu dengan sautan nyanyian penonton.
Momen hangat dan manis lainnya terjadi saat Mocca memberikan kejutan untuk bassis mereka, Toma Pratama yang sedang berulang tahun. Arina menyebut perayaan ulang tahun Toma ini membuat panggung Jazz Gunung Slamet kali ini terasa begitu special. Terlebih, Arina menambahkan saat ini Mocca juga sedang menyambut ulang tahunnya ke-27.
Di akhir penampilan, Arina mengundang beberapa penonton naik ke panggung sebelum membawakan lagu 'Swing It, Bob!'. Dalam sekejap, panggung Jazz Gunung Slamet pun dipenuhi penonton terkhusus penggemar setia Mocca. Menariknya, penggemar yang naik ke panggung band yang sudah hampir 27 tahun itu ternyata berasal dari berbagai kalangan usia. Beberapa di antaranya, bahkan masih anak-anak.
Ditemui seusai turun panggung, Arina pun mengaku terharu melihat antusias penonton dan regenerasi penggemar musik Mocca yang kini menyentuh gen Alpha.
"Dan ya banyak anak-anak, adik-adik, ibu-ibu. Dan pendengar-pendengar baru dari gen Alpha. Yam Berarti selera musik ibunya bagus," canda Ariana.
"Senang bisa berbagi musik dengan lintas generasi," imbuhnya bernada bangga.
6. Pembuka Jazz Gunung Series 2026
Jazz Gunung Slamet kali ini juga sekaligus jadi pembuka dari Festival Jazz Gunung Series 2026. Selanjutnya, festival musik serupa akan digelar secara lebih meriah di Jazz Gunung Bromo pada 24-25 Juli 2026 mendatang.
Jazz Gunung Bromo akan menampilkan sejumlah musisi ternama yang tak kalah keren, mulai dari Indra Lesmana, Isyana Sarasvati, Eva Celia, Teza Sumendra, Bilal Indrajaya, dan masih banyak lagi lainnya.
7. FAQ
Di mana dan kapan Jazz Gunung Slamet 2026 diselenggarakan?
Jazz Gunung Slamet 2026 sukses diselenggarakan pada hari Sabtu, 26 Juli di kawasan Wana Wisata Baturraden.
Siapa saja musisi Tanah Air yang tampil dalam pergelaran Jazz Gunung Slamet 2026?
Musisi yang tampil dalam festival ini adalah Amelia Ong, Nonaria, Emptyyy, Kevin Yosua (bersama Kevin Yosua Big 6 dan Gracy Tamangendar), serta Mocca.
Mengapa penampilan Amelia Ong di Jazz Gunung Slamet 2026 terasa sangat berkesan baginya?
Penampilan ini sangat berkesan karena menjadi momen pertama Amelia tampil di Jazz Gunung Slamet yang diadakan di Purwokerto, yang merupakan tanah kelahirannya. Selain itu, ia juga tampil bersama band yang salah satu personelnya adalah kakaknya sendiri.
Apa lagu spesial yang dibawakan oleh Kevin Yosua Big 6 dan Gracy Tamangendar di panggung tersebut?
Di tengah-tengah penampilannya, mereka menyisipkan lagu daerah berjudul 'Di Tepinya Sungai Serayu' dengan aransemen baru di antara lagu-lagu lawas dari album 'The Great Indonesian Songbook Vol. 1'.
Festival apa yang akan menjadi kelanjutan dari Jazz Gunung Series 2026 setelah seri Gunung Slamet?
Setelah Jazz Gunung Slamet, rangkaian festival ini akan dilanjutkan dengan digelarnya Jazz Gunung Bromo pada tanggal 24-25 Juli 2026.
Temukan kabar terbaru dan menarik seputar dunia entertainment lainnya di kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?
(Ibunda Zaskia Adya Mecca Alami Serangan Stroke dan dibawa ke UGD.)
(kpl/psp)
Advertisement
