Pengalaman Baru Mocca Gelar Konser Perdana di Metaverse

Kamis, 21 April 2022 09:15  | 

Mocca



Mocca ©instagram.com/moccaofficial

Kapanlagi.com - Band Mocca mencoba pengalaman baru di teknologi blockchain dengan menggelar konser perdananya di metaverse. Bekerja sama dengan Paras dan Realitychain, konser bertajuk 'Mocca Love Fest' itu rencananya akan digelar pada Sabtu (23/4) pukul 16.00 WIB.

Vokalis Mocca, Arina Ephipania mengaku sudah tak sabar tampil dalam konser di metaverse nanti. Karena hal ini menjadi pengalaman baru bagi pelantun I Remember tersebut.

"Sangat tidak sabar untuk tampil di konser metaverse karena merupakan pengalaman baru semenjak hampir 23 tahun memulai perjalanan di dunia musik," ujar Arina Ephipania saat jumpa pers virtual belum lama ini.

1. Untuk Konsep Konser

Untuk konsep konsernya nanti Mocca akan tampil live di studio. Penonton dapat mengakses konser metaverse Mocca dengan mengklik mocca.paras.city. Tak hanya konser musik, para fans juga bisa menikmati dan mengkoleksi NFT dari Mocca.

"Ini live ya bukan tapping, jadi kita live di studio dan disaksikan streaming di metaverse," kata Riko Prayitno sang gitaris.

"Intinya kita konser seperti biasa di studio, nanti (penonton) akan menemukan sudut dan ada button yang bisa diklik dan direct ke studio kita untuk streaming," tambah Arina Ephipania.

2. Bawakan Lagu-Lagu Romantis

Bocoran konsernya nanti mereka akan membawakan lagu-lagu romantis yang jarang dibawakan. Mocca pun berharap dengan adanya konser ini para penonton juga bisa mencoba pengalaman baru di dunia metaverse.

"Kontennya akan membawakan lagu-lagu yang jarang dibawain. Mocca memang dari awal karier dekat dengan tema lagu cinta dan romantis, temanya Mocca Love Fest jadi pengin bikin event yang romantis," jelas bassis Mocca, Toma Pratama.

"Mudah-mudahan teman-teman semua bisa merasakan vibes-nya. Metaverse memang dibuat untuk memasuki teknologi yang lebih berkembang. Kita berharap semoga yang mampir bisa experience, khususnya yang belum pernah sama sekali experience di dunia metaverse," lanjutnya.

3. Bukan Hanya Ikut Tren

Dunia metaverse memang menjadi trend saat ini. Namun Realitychain mengatakan kehadirannya bukan hanya ikut-ikutan tren tapi ingin menjadi penghubung berbagai metaverse yang ada.

"Saat ini ada kecenderungan metaverse berjalan dengan dunianya sendiri-sendiri. Padahal visi awalnya agar manusia bisa berpindah dari satu dunia ke dunia lain dalam satu realita," ujar Pandu Sastrowardoyo selaku founder Realitychain.

Ia juga menegaskan timnya tidak akan puas dengan penyelenggaraan konser musik saja, namun punya mimpi yang jauh lebih dari itu dan memungkinkan pengguna seluruh metaverse saling terhubung.

"Konser ini hanya langkah awal saja. Impian kami Realitychain bisa menjadi penghubung antar metaverse, sehingga menciptakan pengalaman yang tanpa batas dengan konsep internet of metaverse," tutupnya.

JANGAN LEWATKAN!

5 Fakta Menarik Band Indie Indonesia Mocca, Dari Teman Satu Kampus Sampai Sama-Sama Lebarkan Sayap di Mancanegara

Buat Sesi Baru 'RAPOT ANTI REPOT', Podcast Rapot Rekomendasikan Lagu-lagu Andalan Mereka!

Gandeng Rekti The S.I.G.I.T., Mocca Rilis There's A Light At The End Of The Tunnel

(kpl/rhm/sry)