Prambanan Jazz 2026 Day-3, The Rose dan KLa Project Tutup dengan Meriah

Prambanan Jazz 2026 Day-3, The Rose dan KLa Project Tutup dengan Meriah
The Rose © KapanLagi.com/Nurul Wahida

Kapanlagi.com - Prambanan Jazz Festival 2026 resmi merampungkan seluruh rangkaian acaranya dengan sukses. Mengusung tema Celebrate The Joy, Prambanan Jazz Festival 2026 menutup pagelarannya dengan menghadirkan kebahagiaan yang mendalam bagi seluruh pencinta musik yang memadati area festival.

Megahnya Candi Prambanan jadi saksi penampilan apik musisi internasional dan deretan legenda musik Tanah Air di hari terakhir Prambanan Jazz Festival 2026. Menariknya, kemeriahan hari penutup Prambanan Jazz Festival 2026 tidak hanya datang dari harmoni musik lintas generasi, melainkan juga lewat reuni emosional dan kolaborasi seni pertunjukan yang tak biasa.

Penasaran bagaimana keseruan hari ketiga Prambanan Jazz Festival 2026? Langsung saja, simak ulasan lengkapnya berikut ini.


1. Line Up Hari Ketiga

Fariz RM di Prambanan Jazz © KapanLagi.com/Wulan Noviarina Anggraini

Prambanan Jazz Festival 2026 hari ketiga menyajikan jajaran penampil lintas generasi dan multinasional yang sangat memukau. Pada hari penutup ini, panggung megah di pelataran Candi Prambanan dimeriahkan oleh musisi internasional kenamaan seperti band populer asal Korea Selatan, The Rose, serta penyanyi barat Henry Moodie.

Selain dua musisi internasional tersebut, panggung Rukun dan Guyup Prambanan Jazz 2026 juga diramaikan oleh deretan musisi papan atas tanah air seperti Tulus, Maliq & D'Essentials, KLa Project, Ari Lasso, Fariz RM, Jikustik, Java Jive, dan Rio Febrian lewat konsep 'A Night on Broadway'.

Ada juga penampilan unik dari Jogja Hiphop Foundation playing jazz, kolaborasi BASS3 bersama Sruti Respati, serta penampilan dari Nonaria. Kemeriahan hari ketiga ini semakin lengkap dengan kehadiran penampil menarik lainnya seperti I am Jazz a Kids, Jazz Kotabaru, Jo Soegono, dan White (Jazz) Chorus yang sukses memberikan pengalaman musik yang syahdu, ceria, sekaligus penuh nostalgia.

2. Penampilan-penampilan yang Curi Perhatian

Jikustik di Prambanan Jazz © KapanLagi.com/Galuh Esti Nugraini

Java Jive menjadi salah satu penampil pembuka di Rukun Stage. Band yang populer pada era 1990-an itu langsung menghidupkan suasana sekaligus membawa nostalgia. Reuni emosional antara Jikustik dan mantan vokalisnya, Pongki Barata, sukses menjadi salah satu momen paling disorot pada hari ketiga Prambanan Jazz Festival 2026. Dalam penampilan spesial tersebut, mereka berhasil membawa atmosfer nostalgia yang mendalam ke pelataran Candi Prambanan lewat deretan lagu hit legendaris mereka.

Tulus juga jadi salah satu yang penampilannya curi perhatian di Prambanan Jazz 2026 kali ini. Untuk pertama kalinya, Tulus bawakan lagu barunya yang berjudul Teh Hijau secara live. Meski baru dirilis pada Selasa (30/06), penonton sudah banyak yang hafal dan ikut bernyanyi.

3. Bukan Sekadar Festival Musik

Tak hanya penampilan musik memukau dari pengisi acara, Prambanan Jazz 2026 khususnya hari ketiga kian memukau berkat hadirnya elemen seni lainnya. Prambanan Jazz Festival 2026 juga menghadirkan pertunjukan seni lintas disiplin bertajuk Wayang Bocor dan Didik Nini Thwok. Pertunjukan ini merupakan kolaborasi antara Eko Nugroho, dalang Ki Catur Kuncoro, komposer Ari Wulu, koreografer Eko Supriyanto, dan maestro tari Didik Nini Thowok.

Sementara itu, sebagai bagian dari penguatan pengalaman artistik, festival ini menggandeng seniman kontemporer Indonesia Eko Nugroho sebagai Commissioned Artist yang berhasil memberikan identitas visual festival yang khas serta merepresentasikan kebahagiaan dan keberagaman budaya yang menjadi jiwa Prambanan Jazz Festival.

4. The Rose Tutup Panggung Rukun dengan Meriah

The Rose di Prambanan Jazz © KapanLagi.com/Nurul Wahida

Band asal Korea Selatan, The Rose menjadi headliner dan penutup di Prambanan Jazz 2026 ini. Sejak diumumkan akan tampil di Prambanan jazz, The Rose sudah mencuri perhatian penggemar. The Rose pun tampil maksimal dengan lagu andalan mereka seperti Utopia, Lifeline, Red, Walking on Clouds, dan masih banyak lagi. Penampilan The Rose semakin terasa hidup dan meriah berkat teriakan penggemar yang ikut bernyanyi sepanjang konser.


5. KLa Project Hadirkan Nostalgia di Panggung Guyup

KLa Project di Prambanan Jazz © KapanLagi.com/Wulan Noviarina Anggraini

Sementara itu, KLa Project tampil sebagai penutup di panggung Guyup. Tak kalah meriah dari panggung Rukun yang menampilkan The Rose, area di sekitar panggung KLa Project juga dipadati banyak penonton dari lintas generasi.

KLa project bawakan lagu-lagu andalan mereka yang penuh nostalgia membuat penonton larut untuk ikut bernyanyi. Mereka menutup penampilannya dengan magis dan penuh kesan lewat lagu legendarisnya berjudul Yogyakarta.

6. Lakukan Banyak Perbaikan

Selain penampil yang tampil maksimal, pihak panitia Prambanan Jazz 2026 juga berusaha memberi pelayanan terbaik di hari ketiga. Mereka mendengarkan berbagai masukan dan melakukan berbagai perbaikan demi berbenah dari dua hari sebelumnya.

Di hari ketiga, panitia kini lebih menertibkan penonton. Panita lebih aktif mengarahkan penonton agar penyebaran penonton lebih merata demi kenyamanan bersama. Selain itu, pihak penyelenggara juga menambah jumlah toilet dan masih banyak melakukan perbaikan lainnya. Semua hal tersebut dilakukan untuk menciptakan kesan baik di hari ketiga pegelaran Prambanan Jazz 2026.

(Rizky Billar polisikan enam akun sosial media terkait hoaks cerai dan perselingkuhan.)

(kpl/phi)

Rekomendasi

Trending