Tak Hanya Soal Musik, Kulfest 2017 Ajarkan Membuat Topeng dan Wayang

Ahmat Effendi  |  Sabtu, 25 November 2017 17:15
Tak Hanya Soal Musik, Kulfest 2017 Ajarkan Membuat Topeng dan Wayang
Pembuatan Topeng di Kulfest 2017 ©KapanLagi.com/Mathias Purwanto

Kapanlagi.com - Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kulon Progo Festival (Kulfest) 2017 yang digelar pada 24-26 November 2017 merupakan festival yang tidak hanya menampilkan penyanyi, musisi, atau band saja. Dalam Kulfest 2017, kesenian tradisional Indonesia seperti tari, seni ukir, dan lainnya dipamerkan. Di hari kedua Kulfest 2017, Sabtu (25/11) di Bendung Khayangan, Kulon Progo Indonesia, KapanLagi.com mencoba melirik seni pembuatan topeng dan wayang kulit.

Untuk pembuatan topeng, nama Pak Pono atau Ki Supo dipilih menjadi pengajar. Beliau merupakan pembuat topeng untuk penari Cross Gender, Didik Nini Thowok. Banyak pengunjung yang tertarik dengan proses pembuatan topeng yang dilakukan oleh Pak Pono atau Ki Supo. Ia pun secara perlahan menjelaskan proses dari awal hingga akhir pembuatan topeng.

"Lapisan pertama jangan sampe permukaan cetakan kena lem. Nguncinya lem itu di belakang. Di baliknya (cetakan topeng). Kalau sudah permukaan cetakan tertutup semua, tinggal menebalkan. Bisa menggunakan teknik sekali tempel bisa lima lapis. Sampai ketebalannya minimal 15-17 lapis. Setelah itu langsung di lepas dari cetakannya," jelas Pak Pono.

"Terus kalau sudah dikira cukup, bagian peti itu dikasih ring. Kawat melingkar dibagian topeng (di dalam). Biar fleksibel kalau dipake oleh orang. Jika mukanya besar bisa di kecilin, begitu juga sebaliknya. Setelah itu dibuat lobang mata dan mulut. Setelah itu buat karakternya dengan serbuk gergaji. Itu disaring supaya lembut, yang lembutnya dicampur lem. Terus di tutup kertas lagi setelah itu finishing dengan mewarnainya," lanjutnya.

Proses pembuatan wayang kulit di Kulfest 2017. ©KapanLagi.com/Mathias PurwantoProses pembuatan wayang kulit di Kulfest 2017. ©KapanLagi.com/Mathias Purwanto

Di samping Pak Pono, Pak Sagio juga melakukan workshop pembuatan wayang kulit. Sama seperti peminat pembuatan topeng, workshop wayang kulit ini menyita perhatian pengujung.

Awalnya disiapkan gambar, kalau sudah ada gambar, tinggal di pola ke kulit (kerbau). Setelah itu dipahat karakter wajahnya untuk membuat bayangan. Kalau di Jawa itu kalau kita ingin menonton wayang, bisa dilihat dari belakang layar kelihatan bayangannya. Namun Kalau ingin dilihat dari warna wayangnya, bisa dilihat dari depan. Setelah itu diwarnai kemudian selesai. Dan terakhir dipakai tangkaiannya," terangnya perlahan.

Di tempat yang sama, Sarah Bilby mempertunjukkan kebolehannya bermain wayang kancil. Menariknya, Sarah adalah warga negara Inggris yang gencar memperkenalkan wayang kancil di negaranya. Diiringi tim gamelan, Sarah terlihat luwes memainkan wayang kancil.

Sarah Bilby bule asal Inggris yang mahir memainkan wayang. ©KapanLagi.com/Mathias PurwantoSarah Bilby bule asal Inggris yang mahir memainkan wayang. ©KapanLagi.com/Mathias Purwanto

Di hari kedua ini, nama besar Jogha Hip Hop Foundation dan Endank Soekamti pun ambil bagian. Didik Nini Thowok pun tampil kembali dengan Japung Nusantara. Adapun Komunitas Bisu asal Sulawesi pun tampil di hari kedua.

Simak Juga:

Didik Nini Thowok Pukau Ratusan Penonton di Hari Pertama Kulfest 2017

Sheila On 7 Antusias Bakal Tampil di Kulfest 2017

Tampil di Kulfest 2017, Didik Nini Thowok Gandeng Penari dari 5 Negara

Kulfest 2017 Tampilkan Kekayaan Seni dan Keindahan Alam Indonesia

Kulfest 2017 Hadirkan Musisi Populer Demi Para Millenial