Pemain Harpa Indonesia Ini Akan Hadiri World Harp Congress Ke-13

Guntur Merdekawan  |  Selasa, 11 Juli 2017 09:22
Pemain Harpa Indonesia Ini Akan Hadiri World Harp Congress Ke-13
Rama Widi © Dokumentasi Pribadi

Kapanlagi.com - Setelah kesuksesan tampil solo di Wiener Konzerthaus Vienna Austria tahun lalu, nama maestro harpa kebanggaan Indonesia, Rama Widi melejit di kancah dunia International. Dan pada Pada bulan Juli ini, Rama dijadwalkan bakal  terbang ke Hong Kong untuk mendatangi World Harp Congress ke-13.

Sebagai Icon Salvi Harps di Indonesia, Rama mengaku sangat senang dengan adanya World Harp Congress mendatang karena dapat bertemu dengan teman-teman sesama pemain harpa dari seluruh pelosok dunia, serta melihat konser-konser harpa, menghadiri seminar tentang harpa dan eksibisi harpa versi terbaru yang akan dikeluarkan dan dilaunching oleh brand Salvi Harps dari Italia.

Sepulang dari Hong Kong, Rama akan kembali dipadatkan dengan kesibukan jadwal konser, mengajar dan akan memberikan workshop tentang 'Investasi' dari kacamata seorang musisi pada bulan Agustus mendatang dalam acara Indonesia Orchestra Ensemble Festival 2017 (IOEF) di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki.

Lalu apa alasan Rama memilih tema 'Investasi' untuk workshopnya? "Walaupun menjadi musisi, kita tidak boleh hanya dibutakan oleh ego passion kita karena kita para musisi hidup di real world alias setiap bulan ya harus pikir buat gimana kompor tetap ngebul. Ya semoga sharing tersebut dapat sedikit membantu musisi-musisi muda di dalam berpola pikir," ujarnya.

Rama bakal hadiri World Harp Congress ke-13 © Dokumentasi PribadiRama bakal hadiri World Harp Congress ke-13 © Dokumentasi Pribadi


Selain aktif bermain harpa, Rama pun aktif mengajar harpa secara privat dan telah menerbangkan beberapa murid yang diterima di beberapa Universitas bergengsi di Amerika seperti Curtis University, Peabody Conservatory dan San Fransisco Conservatory.

"Bangga banget sama mereka, karena untuk masuk ke Universitas tersebut saja sudah sangat sulit, ini malahan mereka keterima dengan Beasiswa lebih dari 50%! Malah ada satu lagi diminta oleh Dosen Julliard untuk pindah dan akan diberikan Full Beasiswa," pungkas Rama.