The Man Who Can't Be Moved, The Script Pantang Menyerah Nantikan Sang Pujaan Hati

Dhefa Mauren Roos Mary  |  Selasa, 10 April 2018 12:07
The Man Who Can't Be Moved, The Script Pantang Menyerah Nantikan Sang Pujaan Hati
The Script (credit : kapanlagi.com)

Kapanlagi.com - Sejak dirilis di tahun 2008 yang lalu, lagu grup band asal Irlandia, The ScriptThe Man Who Can't Be Moved terus menjadi theme song untuk orang-orang yang dimabuk asmara. Dari berbagai macam bentuk mabuk asmara yang ada, The Script pilih penantian tak berujung untuk buktikan rasa cintanya kepada sang pujaan hati. Tak kenal lelah, ia terus menanti di tempat yang sama hingga bertahun-tahun.

Sejak video clipnya dimulai, sang vokalis, Danny O'Donoghue direkam dalam sebuah scene dimana ia berjalan sendirian dan hanya berteman bayangannya. Dalam scene tersebut Danny tampak berjalan menuju sebuah pojok jalan, berhenti, kemudian menebar pandangannya ke sekitar seolah ia sedang mencari seseorang. Pada scene inilah lirik lagu ini dimulai. Baris pertama itu mengatakan bahwa di pojok jalan itulah ia pertama kali bertemu dengan seseorang yang ia sebut dengan "kamu", sebut saja sang pujaan hati.

The Script (credit : kapanlagi.com)The Script (credit : kapanlagi.com)

Di pojok jalan itulah, sang vokalis ingin menunggu sang pujaan hati. Bukan sembarang menunggu, ia bahkan mengatakan bahwa ia akan tidur dalam sleeping bagnya untuk menunggu sang pujaan hati. Sleeping bag bukan satu-satunya benda yang ia bawa saat menunggu sang pujaan hati. Sebuah papan bertuliskan "Kalau kalian bertemu gadis ini, beritahu dia dimana aku menantinya", dan sebuah foto di tangan ia bawa.

Penantian ini semakin kuat ketika ia bukan hanya diam menanti. Bahkan ia juga tak ragu untuk berpesan kepada orang-orang yang berada di sekitar jalan itu untuk mengatakan dimana ia berada jika sang pujaan hati muncul. Dan ia akan terus berada di sekitaran pojok jalan yang sama, tempat mereka bertemu pertama kali.

Selalu menuggu di tempat yang sama dalam waktu yang lama membuat orang-orang yang melintas di sekitarnya salah paham. Mereka mengira bahwa ia adalah seorang tuna wisma dan memberinya uang. Padahal sesungguhnya ia bukanlah tuna wisma, melainkan tuna asmara.

Ia pun menyadari bahwa penantiannya ini tak masuk akal. Bukan dalam hitungan hari, ia telah menunggu selama berbulan-bulan, hingga berganti musim, dan tahun. Namun ia tetap bersikeras karena ia masih mencintai pujaan hatinya. Bahkan polisi pun tak dapat mengurungkan niatnya untuk terus menanti.

Hanya ada satu hal yang membuatnya memiliki tekad yang kuat untuk menunggu sang pujaan hati, yaitu suatu hari sang pujaan hati akan merindukannya. Rindu itulah yang akan membuat sang pujaan hati mencarinya. Dan tempat dimana mereka bertemu untuk pertama kalinya adalah tempat yang akan dituju oleh sang gadis, tepat di pojok jalan dimana ia berada.

Pada video clip tersebut diceritakan bahwa penantiannya sampai disorot masyarakat dan televisi. Hal ini merupakan gambaran dimana penantiannya ini kekal dan tak lekang oleh waktu hingga dikenang oleh banyak orang. Dan pada akhir video clip ia terus menunggu tak kenal lelah.

Buat kalian yang penasaran sama liriknya dan pingin sing along lagu The Man Who Can't Be Moved, kalian bisa cek lirinya di SINI! Have fun!

(kpl/ren)


Lihat Arsip Musik

- - -