Last Child, Dari Punk Rock ke Alternatif Rock
Last Child
Kapanlagi.com - Nama Last Child sudah cukup familiar di kalangan pecinta musik indie. Band yang beberapa waktu lalu merayakan ulang tahun mereka yang kelima tersebut menceritakan tentang inspirasi mereka dalam bermusik.
"Kalau untuk lirik kebanyakan yang buat Virgoun, jadi kita buat lirik benar-benar kita sehari-hari, kita lihat teman," ucap Ary, drummer band ini ketika ditemui di Studio Hanggar Teras, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Lewat situs jejaring sosial facebook, fans band ini sudah mencapai lebih dari satu juta orang. Menurut mereka lagu-lagu mereka buat dan mampu diterima di kalangan indie tersebut terinspirasi berdasarkan kehidupan sehari-hari.
"Lagu-lagu kita kebanyakan apa yang kita hadapi dan apa yang sudah pernah kita lewati. Mungkin untuk ke depannya kita gunakan metode yang sama, tapi karena usia kita bertambah mungkin disesuaikan dengan kedewasaan kita," tambah Virgoun, vokalis band ini.
Advertisement
Meski mengangkat tema klasik seperti cinta dan fenomena sosial, band ini memiliki sudut pandang tersendiri. "Tentang cinta dan sosial itu pasti, tapi dari sudut pandang kita, cerita dari kehidupan kita sehari-hari," tambahnya.
Selama ini Last Child memilih tampil sebagai band beraliran punk rock. Namun kini mereka mencoba kembali ke akar musik rock di mana mereka pertama belajar dahulu yaitu musik alternatif rock.
"Kalau untuk itu kita kembali ke akar musiknya, kita memang punk rock, cuma kita agak sedikit bergeser ke era waktu kita belajar musik dulu seperti lagu-lagu 80-90an. Lebih ke alternatif rock," tutupnya.Â
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kpl/hen/sjw)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
