'Menyerah', Karya Baru Last Child yang Jadi Salah Satu OST Film Pendek 'Aku dan Mesin Waktu'

Selasa, 06 April 2021 12:14  | 

Virgoun Last Child



Last Child (credit: istimewa)

Kapanlagi.com - Grup band Last Child kini hadir dengan format baru yaitu 3 personil. Bukan cuma format yang baru, Last Child juga menyapa penggemar mereka lewat karya teranyar berjudul Menyerah. Lagu tersebut menjadi salah satu bagian dari proyek besar dr.m
(label) di tahun 2021.

Di tahun 2021 ini dr.m membuat sebuah proyek film pendek bertajuk Aku dan Mesin Waktu. Film tersebut terinspirasi dari beberapa lagu karya musisi-musisi Tanah Air. Mulai dari Budi Doremi, Caitlin Halderman, Virgoun dan juga tentunya Last Child.

"Menurut gw di Indonesia ini belum pernah ada proyek yang kayak gini ya. Biasanya kan gw sama project solo lagu gw aja, kali ini enggak. Ada gw sebagai soloist, ada band gw ini, trus Budi (Doremi), dan juga Caitlin (Halderman). Jadi waktu dr.m ngegodok idenya tahun lalu, gw seneng banget. Yok, jadiin. Bakal seru nih
rame-rame, hahaha!" ujar Virgoun.

1. Digarap Sejak Oktober 2020

Proyek kali ini menjadi jauh lebih menarik karena memiliki tantangan dengan tingkatan yang kompleks. Jalan cerita dari short movie dan lagu-lagu dari keempat musisi tersebut harus saling mengisi, melengkapi menjadi sesuatu yang tidak terpisahkan. Proses kreatifnya pun telah dimulai sejak Oktober tahun 2020 lalu.

Masing-masing musisi diberikan tantangan menciptakan karya baru yang menggambarkan rasa dari masing-masing episode tersebut. Melalui beberapa rangkaian workshop dan song-writers camp di Bandung, lahirlah tidak hanya 4 tapi 7 karya baru. 4 lagu menjadi soundtrack utama dan 3 sisanya menjadi lagu pendukung.

Refal Hady, Fero Walandouw dan Caitlin Halderman bakal beradu akting memerankan Rama, Bara serta Sukma yang merupakan tokoh kunci dalam film pendek Aku dan Mesin Waktu ini.

2. Harapan Last Child

Dengan lirik lugas dengan musik yang keras menghentak, para personil Last Childe berharap karya baru ini bisa membantu orang-orang meluapkan emosinya, sekaligus menjadi lebih kuat dalam menghadapi sebuah hubungan yang gagal.

"Memang, memperjuangkan itu penting. Tapi kan berjuang pun ada batasnya ya, dan terkadang Menyerah itu jadi pilihan yang lebih baik daripada harus membenci. Nyerah tuh gak berarti kalah lho. Semua orang kan berhak atas kebahagiannya sendiri," kata Dimas.

"Nah, makna lagu ini akan lebih kegambar jelas di short movie-nya Aku Dan Mesin Waktu. Caitilin, Refal, dan Fero sangat bisa memvisualkan emosi dari lagu kita ini. Dan Insha Allah, semua yang nonton pada suka, trending, dan terus-terusan ditonton sampai bertahun-tahun ke depan. Sukses lah intinya. Amin YRA!" tutup Virgoun seraya diaminkan Dimas dan Ipank.

3. Produktif Saat Pandemi

Well, pandemi tak juga tak jadi penghalang buat KLovers yang masih ingin terus produktif dan berkarya. Yang terpenting, pastikan selalu #IngatPesanIbu soal protokol kesehatan. Pakai masker, rajin cuci tangan dengan sabun, jaga jarak dan hindari kerumunan orang.

 

(kpl/lou)