Lars Ulrich, 20 Tahun Hidup Bersama Oasis

Penulis: Natanael Sepaya

Diterbitkan:

Lars Ulrich, 20 Tahun Hidup Bersama Oasis
Kapanlagi.com - Lars Ulrich menyatakan rasa salutnya bagi Oasis dan dampak besar mereka bagi dirinya dalam bermusik hingga hari ini. Meski lahir di Denmark, tidak menutupnya dari influence kebanyakan band Inggris seperti Oasis.


Meski mengusung brit-rock dan terkesan jauh dari kebiasaan bermusik Lars, dia tetap mengakui Oasis sebagai band yang menyegarkan dan mampu menyentuh golongan dan kelas melalui musik dan gaya hidup mereka sebagai rockstar. Semua orang boleh mempunyai opini berbeda terhadap mereka. Namun drummer Metallica ini yakin kalau tidak ada seorangpun yang mengabaikan mereka dalam dunia bermusik.


"Oasis telah mengisi dan menjadi soundtrack hidup saya selama 20 tahun di dunia ini. Pasti akan sulit bagi anda untuk memahami betapa hebatnya pengaruh mereka pada pertengahan 90an jika anda tidak pernah tinggal di Inggris," ujar pria yang melejit bersama Metallica ini.


Lars UlrichLars Ulrich


Masih kuat di ingatan Lars, bagaimana dia di tahun 95 datang ke sebuah acara club malam di New Jersey dimana Oasis manggung. Ketika itu, Oasis tidak mempunyai crew untuk mengatur lighting. Lars, menjadi satu-satunya orang yang mengetahui lagu tersebut di tengah-tengah gelapnya gedung.


Sekarang Lars dikenal sebagai drummer metal yang diakui dunia. Meski memainkan tone gitar yang jauh berbeda dengan Oasis, Lars masih tetap tidak percaya kalau ada satu jenis musik yang memang layak didengarkan. Bagaimana Metallica bermain dengan sedikit sentuhan synth dan Oasis yang hanya mengajarkan bagaimana menjadi diri sendiri dalam bermusik.


Bagi sebagian banyak orang, Oasis tetap bisa menyentuh banyak orang dengan cara mereka bermusik. Namun bagi Lars, mereka mempunyai tempat khusus baginya dan hidupnya selama 20 tahun ini.


(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(gig/ntn)

Editor:

Natanael Sepaya