Hetty Koes Endang Ungkap 'Aset Indonesia' Ini Kurang Diminati

Girindra Permana Cahya  |  Rabu, 18 November 2015 13:22
Hetty Koes Endang Ungkap 'Aset Indonesia' Ini Kurang Diminati
Hetty Koes Endang © KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Musik bisa dikatakan sebagai salah satu media komunikasi yang universal. Taruhlah kita tidak mengerti arti liriknya, tapi rangkaian nada-nada yang dirangkum dalam sebuah lagu dapat kita dapat dinikmati nuansanya.

Berbicara musik Indonesia, dangdut tak dapat dipisahkan dari negara kita tercinta ini. Yup, dangdut merupakan salah satu aset yang harus dipertahankan karena memuat perjalanan bangsa dalam bentuk budaya.

Setelah sukses dengan sesi sebelumnya, Indosiar kembali menayangkan acara Dangdut Academy. Perhelatan selanjutnya lebih luas karena akan diikuti oleh kontestan dari empat negara yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam. Bisa jadi acara ini menjadi peluang Indonesia untuk memperkenalkan musik asli Indonesia ke dunia.

Hetty Koes Endang berharap musik dangdut bisa dicintai oleh masyarakat luar © KapanLagi.com®Hetty Koes Endang berharap musik dangdut bisa dicintai oleh masyarakat luar © KapanLagi.com®

Hetty Koes Endang sebagai salah satu bagian dari Dangdut Academy memberikan gambaran penikmat dangdut di empat negara tersebut. Menurut kacamatanya, musik ini masih belum terlalu populer di telinga masyarakat di luar negeri. Hal itu diungkapkan penyanyi senior berusia 58 tahun itu lewat pengamatannya setelah berkunjung ke beberapa negara tersebut.

"Kalo masyarakat Kuala Lumpur, Brunei bisa suka sama dangdut. Soalnya dulu waktu bunda show di dari panggung ke panggung di Malaysia itu privat banget. Dangdut agak kurang (diminati). Kalo Brunei sama Singapura juga agak kurang, cuma di Indonesia aja yang booming," ungkapnya saat ditemui di studio 5 Indosiar, Daan Mogot, Jakarta Barat, Senin (16/11).

Wanita kelahiran Jakarta ini pun berharap dengan adanya acara D'Academy Asia, musik dangdut bisa diminati oleh di negara-negara besar di Asia bahkan dunia. "Mudah-mudahan dengan adanya acara ini (D'Academy 2015) dangdut bisa diterima sama masyarakat luar," tandasnya.

Sebuah semangat yang perlu diacungi jempol. Sebuah aksi dan harapan yang perlu didukung dengan sepenuh hati. Sudah punya aksi dan semangat seperti ini KLovers?

Sudah tahu yang ini?

Lihat Aksi Kontestan D'Academy Asia, Hetty Koes Endang Belum Puas
Jadi Juri D'Academy Asia, Hetty Koes Benci Gunakan Polling SMS
Antara Almarhum Rinto Harahap dan Regina Ivanova, Ada Apa?

(kpl/far/otx)



Lihat Arsip Musik

- - -