Dinda Ghania Buka Chapter Baru Lewat Tiga Momentum
Dinda Ghania - Credit: Istimewa
Kapanlagi.com - Dinda Ghania menjalani rangkaian momentum penting sepanjang Agustus 2026 melalui perilisan video musik Half of Me, single baru What If I'm Never Enough, hingga penampilannya di LaLaLa Festival 2026.
Tiga momentum tersebut memperlihatkan perkembangan Dinda dari beberapa sisi sekaligus, bukan hanya sebagai penyanyi dan live performer, tetapi juga sebagai songwriter dan artist yang semakin terlibat dalam pengembangan cerita serta dunia visual karyanya sendiri.
Pada 15 Agustus 2026, Dinda merilis video musik resmi Half of Me, setelah versi audionya lebih dulu hadir pada 4 Juli. Jika lagunya dibangun melalui gitar akustik dan piano yang intim, video musiknya mengambil pendekatan yang jauh lebih sinematik melalui kisah berlatar sebuah misi luar angkasa.
Advertisement
Disutradarai oleh Joni Astin, Half of Me menampilkan Dinda bersama Jeremie Moeramans sebagai Daniel, pasangan sekaligus rekan dalam sebuah misi luar angkasa.
Perjalanan keduanya berubah setelah meteor menghantam pesawat dan membuat Daniel terluka. Dinda kemudian memberikan darahnya sendiri untuk menyelamatkannya sebelum mengambil keputusan untuk mengirim Daniel kembali menuju Bumi melalui emergency spacecraft.
Dinda sendiri tetap berada di pesawat utama yang mengalami kerusakan hingga akhirnya pesawat tersebut meledak. Layar kemudian berubah menjadi hitam dengan tulisan HALF OF ME.
1. What If I'm Never Enough Bawa Dinda ke Wilayah yang Lebih Introspektif
Sepekan kemudian, pada 22 Agustus 2026, Dinda merilis single terbaru What If I'm Never Enough. Diproduseri oleh Josh Cumbee dan ditulis bersama Molly Ann, lagu tersebut berangkat dari kegelisahan mengenai insecurity, self-worth, dan tekanan untuk terus memenuhi ekspektasi.
Ide awalnya muncul dari pengalaman personal serta catatan yang sebelumnya ditulis Dinda. Proses tersebut kemudian dikembangkan dalam sesi songwriting bersama Molly Ann dan Josh Cumbee di Bali. Alih-alih langsung dimulai dari melodi, sesi kreatif tersebut bermula dari pembicaraan mengenai tema dan hal-hal yang ingin disampaikan Dinda.
Secara musikal, Josh membangun What If I'm Never Enough seperti sebuah internal monologue yang perlahan tumbuh menjadi ketakutan lebih besar. Lagu dimulai sebagai piano ballad yang intim, kemudian berkembang melalui synth bass, lapisan vokal, serta strings bernuansa old-Hollywood hingga memasuki bagian bridge dengan atmosfer yang semakin sinematik.
(Kebaikan Dolly Parton hingga Akhir Hayat, Rela Jadi Bahan Eksperimen Medis!)
2. Bawa Single Terbaru ke Lalala Festival
Perilisan What If I'm Never Enough juga sengaja bertepatan dengan penampilan Dinda di LaLaLa Festival 2026 pada 22 Agustus. Dinda tampil di Bloom Stage pukul 17.05 WIB dengan set berdurasi 45 menit bersama format band dan Haris Pranowo sebagai Music Director.
What If I'm Never Enough turut masuk dalam set bersama Freeloader. Meski bukan menjadi debut live pertama lagu tersebut, LaLaLa Festival menjadi salah satu momentum awal ketika single terbaru Dinda dibawa langsung ke hadapan audiens festival. Momentum tersebut juga melanjutkan perjalanan Dinda sebagai performer setelah sebelumnya tampil di Prambanan Jazz Festival 2026 pada Juli lalu.
Rangkaian Half of Me, What If I'm Never Enough, dan penampilan di LaLaLa Festival menjadi penanda fase baru dalam perjalanan Dinda sepanjang 2026. Bukan hanya memperluas katalog musiknya, tetapi juga memperlihatkan bagaimana dirinya mulai semakin aktif membangun cerita, visual, dan identitas artistiknya sendiri.
Single What If I'm Never Enough sudah dapat didengarkan di seluruh digital streaming platform, sementara video musik resmi Half of Me dapat disaksikan melalui kanal YouTube Dinda Ghania.
(Ariel Tatum resmi ganti nama demi hormati Kakek dan Nenek.)
(kpl/far/ums)
Advertisement
D Academy 8
-
Anak Selebritis Indonesia Potret Soimah Gendong Arjuna, Anak Putri Isnari Bikin Gemas di Dangdut Academy 8
