APMI dan Sejumlah Asosiasi Hiburan Tanah Air Sampaikan Surat Terbuka Kepada Presiden Jokowi Terkait Izin Industri Kreatif dan Hiburan

Kamis, 04 Maret 2021 17:45  | 

Jokowi



APMI sampaikan surat terbuka untuk presiden © KapanLagi.com/Mathias Purwanto

Kapanlagi.com - Tidak terasa sudah setahun Virus Corona atau Covid 19 ada dan mengantui segala lini kehidupan di Indonesia. Sudah setahun juga Presiden Joko Widodo mengumumkan wabah corona sebagai bencana nasional di Indonesia.

Bersamaan dengan pengumuman tersebut, industri kreatif dan hiburan Tanah Air pun ikut mengalami dampak yang cukup besar. Beberapa konser musik, festival musik, dan acara lainnya harus ditunda. Panggung virtual pun menjadi jalan baru untuk industri kreatif dan hiburan bertahan.

Namun, pertanyaan besar muncul. Sampai kapankah konser atau festival musik virtual menjadi 'solusi'? Nyatanya, 'solusi' tersebut masih tak bisa menghidupkan industri kreatif dan hiburan Tanah Air secara utuh.

1. Kirimkan SUrat Terbuka

Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) dan 14 asosiasi hiburan lainnya, mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Jokowi terkait izin untuk industri kreatif dan hiburan di masa pandemi. Surat tersebut ditembuskan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Ketua Komisi X DPR RI, Menteri Kesehatan RI, dan Ketua Satgas Covid-19 Nasional.

"Yang pasti kami patuh dengan regulasi kesehatan yang ada, dengan menerapkan prokes yang terukur,” kata Anas Syahrul Alimi, perwakilan dari APMI kepada awak media, Rabu (3/3/2021).

CEO Rajawali Indonesia Communication itu juga mengatakan saat ini adalah saatnya pelaku dunia kreatif kembali berjalan.
Setelah setahun ke belakang, patuh dengan anjuran negara, inilah saatnya harus terlibat lebih aktif, ikut menyelesaikan pandemi lewat pengalaman, kapasitas dan jejaring yang mereka miliki.

"Supaya ekonomi kreatif kembali bergulir. Apalagi vaksin sudah ditemukan, dan saat ini proses vaksinasi terus dan masih berjalan," lanjut Anas.

2. Surat Terbuka Untuk Bapak Presiden Jokowi

Berikut melalui milis rekan-rekan pekerja kreatif dari 14 Asosiasi terkait mengirimkan surat terbuka untuk Presiden Jokowi.

Yang mulia Bapak Presiden yang kami hormati,

Bulan ini, setahun lalu, Bapak Presiden Jokowi mengumumkan kasus COVID-19 pertama di Indonesia. Sejak itu, kehidupan kita tak pernah lagi sama. Kita terpaksa beradaptasi dengan mode pasif: bertahan dari virus dan kematian, dari keputusasaan dan pesimisme, hingga kekecewaan dan hasrat saling menyalahkan.

Setelah setahun berlalu, ternyata banyak yang mampu bertahan. Kita semua, yang berhasil bertahan sejauh ini, bisa menyaksikan dimulainya vaksinasi; dan dari sanalah kita bisa melihat terang.Penting untuk merespons momentum itu dengan langkah terukur.

Caranya dengan menggerakkan sektornya sebagai bagian penyelesaian pandemi dan dampak-dampaknya. Sejak Maret tahun lalu, hingga kini, kami menghentikan keramaian demi melindungi kesehatan masyarakat.
Kini tibalah saatnya kami terlibat lebih aktif menyelesaikan pandemi lewat pengalaman, kapasitas dan jejaring yang kami miliki.

Ya, kami ingin memulai lagi, tapi kami sangat ingin memulainya dengan hati-hati. Tergesa-gesa akan membuat terang yang mulai tampak bisa padam kembali karena kecerobohan. Pengalaman melewati pahitnya bulan-bulan paling kritis pandemi menjadi bekal untuk menyikapi momentum dengan kepala dingin.

Hiburan memang penting, tapi kami sadar tak ada yang lebih penting selain keselamatan. Kami memang ingin sektor kami bisa berjalan kembali, namun kami tahu bahwa kami tidak boleh egois sehingga wajib mengintegrasikan kerja-kerja kami dengan agenda penyelesaian pandemi.

Kami memiliki jejaring persona yang punya kapasitas mempengaruhi pengikutnya untuk menyukseskan kampanye vaksinasi nasional. Reputasi dan pengalaman kami di bidang event (baik corporate, private hingga social event) dapat dimanfaatkan untuk merancang dan mengelola aktivasi kampanye vaksinasi. Seiring makin berlimpahnya pasokan vaksin, padu-padan antara event kecil, sedang dan besar dengan agenda vaksinasi masyarakat menjadi mungkin direalisasikan bersama.

Beri kami kepercayaan memutar lagi roda industri kreatif secara bertahap. Kami siap menjalankan CHSE, penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environment sustainability (kelestarian lingkungan) yang telah disiapkan Kemenparekraf — dan kami bersedia diaudit setiap saat.

Reputasi kami selama ini salah satunya terbentuk oleh kenyamanan dan keselamatan penonton (publik) saat menikmati apa pun bentuk dan skala kegiatan kami. Dengan rendah hati kami menawarkan diri memanfaatkan pengalaman tersebut untuk mendukung agenda pemerintah menuntaskan pandemi dan dampak-dampaknya, baik dampak pada kesehatan masyarakat hingga pada seni dan budaya.

Baca Ini Yuk

Brian J. Lovell Debut Single Berjudul 'Last Chance', Terinspirasi Kisah Cinta Temannya yang Rumit dan Penuh Drama

Bertema Lagu Rindu Untuk Sahabat, Cut Keysha dan Dara Debut Single di Awal Tahun Berjudul 'Antara Kau & Aku'

Rilis MV H-5 dan LANTAS, Juicy Luicy Sukses Bikin Netizen Sedih Hingga Nyesek

Nadine Fatiana, Talenta Muda 14 Tahun Asal Malang Rilis Debut Single 'Enough'

Rangkaian dari Project Music Series 'ArTi Untuk Cinta', Arsy Widianto Rilis Single Ketiga Bertajuk 'Aku Padamu'

(kpl/pur/nda)