Agrikulture Rilis 'Terang Di Gelap Cahaya', Rayakan Ironi dan Harapan

Agrikulture Rilis 'Terang Di Gelap Cahaya', Rayakan Ironi dan Harapan
instagram.com/agrikulture

Kapanlagi.com - Unit dance-punk veteran asal Jakarta, Agrikulture, kembali menyapa penikmat musik Tanah Air lewat single terbaru bertajuk Terang Di Gelap Cahaya. Lagu ini menjadi kelanjutan perjalanan musikal mereka setelah sebelumnya merilis Cerah Hari Ini. Lewat karya anyar ini, Agrikulture menegaskan konsistensinya dalam meramu groove enerjik dengan refleksi kehidupan urban yang relevan.

Single Terang Di Gelap Cahaya dirilis sebagai bagian dari eksplorasi musikal Agrikulture yang telah berkarya sejak awal 2000-an. Band yang dikenal dengan karakter ritmis kuat ini menghadirkan komposisi yang bukan hanya memicu gerak tubuh, tetapi juga mengajak pendengar merenung. Lagu ini akan tersedia di seluruh platform streaming digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music.

Secara musikal, Agrikulture masih setia pada akar dance-punk dan post-punk yang terinspirasi dari band seperti Talking Heads hingga The Rapture. Bassline dan ritme menjadi fondasi utama yang membangun atmosfer lagu. Namun, latar belakang para personel sebagai DJ membuat mereka leluasa mengeksplorasi warna funk, disco, dan new wave dalam satu arsitektur musik yang repetitif, tetapi kaya lapisan emosi subtil.

Jika Cerah Hari Ini memotret optimisme yang spontan, Terang Di Gelap Cahaya hadir dengan perspektif yang lebih dewasa. Lagu ini lahir dari kegelisahan personal tentang pencarian jawaban, ketenangan, dan kebahagiaan, tanpa benar-benar tahu harus memulai dari mana. Alih-alih meledak-ledak, keresahan itu disampaikan lewat nada yang terasa lebih tenang, namun tetap menghunjam.

Agrikulture menyebut lagu ini sebagai refleksi bertahan dalam situasi yang tidak selalu terang. Mereka tidak menawarkan solusi instan, melainkan menghadirkan pengingat tentang makna cahaya yang bisa berbeda bagi setiap orang.

"Lagu ini adalah pengingat tentang bertahan dan menemukan makna terang versi masing-masing, bahkan ketika cahaya terasa samar," ungkap Agrikulture.

Baca juga berita lainnya di Liputan6.com

1. Mempertahankan Gaya Observasional

Secara lirik, Agrikulture tetap mempertahankan gaya observasional yang lugas dan ironis. Mereka menghindari romantisasi emosi berlebihan dan memilih diksi yang minimalis. Pendekatan ini justru memperkuat pesan lagu tentang kondisi 'speechless' di tengah kebisingan zaman, ketika banyak kata tak selalu menjamin untuk benar-benar didengar.

Ada pula semangat yang dihadirkan sebagai pesan yang dilepaskan ke ruang luas, layaknya metafora message in a bottle. Di era digital, lagu bukan sekadar karya, melainkan medium untuk menjangkau pendengar lintas batas geografis. Agrikulture menyuarakan kebutuhan dasar manusia untuk terhubung, sekaligus berharap ada yang menangkap pesan tersebut.

Dengarkan kami sebar suara ke seluruh penjuru dunia menjadi representasi dari semangat itu. Kalimat tersebut bukan sekadar lirik, melainkan refleksi dari hasrat kolektif untuk tetap relevan dan terdengar di tengah arus informasi yang deras.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Konsisten Berkarya di Jalur Independen

Sejak merilis album Dawai Damai pada 2007 dan Terang Benderang pada 2011, Agrikulture konsisten menjaga eksistensinya di skena musik independen Indonesia. Dua dekade berkarya, mereka tetap memilih jalur berbeda dengan menghadirkan musik yang danceable sekaligus artistik dan reflektif.

Melalui Terang Di Gelap Cahaya, Agrikulture kembali membuktikan bahwa mereka bukan sekadar band nostalgia. Di tengah dinamika industri musik yang terus berubah, mereka tetap setia pada identitasnya, mengolah ironi, groove, dan harapan menjadi satu kesatuan yang kontekstual dengan denyut kehidupan urban masa kini. Lagu ini sudah bisa didengarkan lewat aplikasi pemutar musik mulai 13 Februari 2026.

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

(kpl/pur/ums)

Rekomendasi
Trending