CLOSE

Methosa Lahirkan Lagu 'Pulanglah', Jadi Ruang Untuk Berkontemplasi

Methosa Lahirkan Lagu 'Pulanglah', Jadi Ruang Untuk Berkontemplasi
Methosa - Credit: Istimewa

Kapanlagi.com - Pada jam-jam ketika dunia terasa paling sunyi, ketika pikiran datang tanpa diundang dan kelelahan terasa tak punya nama, lahir sebuah karya dari Methosa yang diberi tajuk Pulanglah. Sebuah lagu yang tidak menawarkan solusi instan, melainkan ruang untuk menarik napas, waktu untuk berkontemplasi, dan latar suara untuk bertanya kepada sanubari tentang kemana dan apa sebenarnya yang menjadi tujuan kita dalam kehidupan.

Dalam kehidupan, kita sangat siap menyambut kemenangan tanpa menyisakan sedikitpun ruang untuk menerima kekalahan. Ketika kalah datang dalam karier, relasi, atau kehidupan, banyak orang merasa gagal, merasa tidak pantas, merasa dipecundangi, bahkan mempertanyakan nilai hidupnya sendiri. Di titik itu, kita sering lupa hakekat hidup yang paling sederhana: bahwa hidup bukan hanya tentang menang atau kalah, melainkan tentang menjalani dan bertahan.

Fenomena ini bukan hal kecil. Tekanan untuk selalu kuat, tuntutan agar tidak mengeluh, dan standar keberhasilan yang sempit membuat banyak orang memendam semuanya sendirian. Padahal, ada tempat untuk mengeluh. Ada rumah, ada Tuhan, ada Teman.

Alih-alih memberi nasihat atau jawaban, lagu Pulanglah justru memilih dirinya untuk menjadi teman. Saat dua sukma dalam diri manusia sedang berdiskusi atau mungkin berseteru, Pulanglah yang berusaha meneduhkan suasana dan menyarankan untuk mengambil waktu agar keputusan yang ditempuh di depan tidak keliru.

Baca juga berita lainnya di Liputan6.com

1. Teman Bagi Mereka yang Mau Berproses

Pulanglah adalah teman bagi mereka yang mau berproses, bagi siapapun yang terpuruk dalam perjalanannya, bagi setiap jiwa yang berani untuk mengakui kekalahan dan siap bangkit kembali, dan bagi insan yang tau sebenarnya dimana 'rumah'nya berada, karena kesana dia akan pulang untuk bercerita, berdiskusi, atau mungkin menangis.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

2. Harapan

Semoga setiap jiwa yang berjuang untuk orang-orang yang mereka kasihi selalu didukung dan didoakan juga oleh orang-orang yang mengasihi mereka.
Kita pasti tahu bagaimana cara merayakan kemenangan, mari menjadi adil dengan berani merayakan dan menikmati kekalahan, dinamika ini adalah pertanda bahwa kita sedang hidup.

(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)

(kpl/far/ums)

Rekomendasi

Trending