Cloudy Hadirkan 'Arti Cinta' Ari Lasso dalam Balutan Akustik yang Hangat

Cloudy Hadirkan 'Arti Cinta' Ari Lasso dalam Balutan Akustik yang Hangat
Cloudy Solois Pendatang Baru (cr:KapanLagi.com/Sahal Fadhli)

Kapanlagi.com - Blantika musik Indonesia kembali disemarakkan oleh kehadiran solois pendatang baru yang menjanjikan. Cloudy, nama panggung dari Claudius Syiwabetara Widjanarko, hadir membawa angin segar di tengah gempuran lagu-lagu viral yang silih berganti. Lulusan pendidikan musik klasik di Berlin, Jerman ini menawarkan perpaduan unik antara disiplin teknik Eropa dengan kehangatan rasa khas Indonesia.

Kepulangannya ke Tanah Air bukan tanpa cerita. Cloudy sempat mengalami masa-masa sulit dalam mencari jati diri musikalnya. Latar belakang pendidikan klasiknya yang mempelajari karya-karya maestro dunia seperti Beethoven dan Wagner, sempat membuatnya merasa asing.

"Di Eropa saya dianggap terlalu Asia. Tapi saat kembali ke Indonesia, saya dibilang kebarat-baratan," ungkapnya saat ditemui di sela-sela peluncuran single di Hutan Kota Plataran, Senayan, Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Akses artikel seputar Cloudy di Liputan6.com.

1. Cloudy Semangat Berkarya

Namun, Cloudy tak membiarkan kebingungan itu berlarut-larut. Ia justru menjadikan kegelisahan tersebut sebagai amunisi untuk berkarya. Ia menyadari bahwa musik bukan hanya tentang presisi dan teknik yang rumit layaknya rumus matematika, tetapi lebih kepada bagaimana menyampaikan rasa hingga menyentuh hati pendengar.

Momen Hari Kasih Sayang atau Valentine dipilih Cloudy sebagai waktu yang tepat untuk melangkah ke industri musik mainstream. Ia mempersembahkan sebuah kado spesial berupa versi remake dari lagu legendaris "Arti Cinta" yang pernah dipopulerkan oleh Ari Lasso. Lagu ciptaan Ricky Five Minutes dan Ari Lasso ini dibawakan ulang dengan sentuhan yang lebih minimalis dan akustik.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Cloudy Libatkan Nama Besar Untuk Garap Lagu Ini

Proses penggarapan ulang lagu ini melibatkan nama-nama besar di industri musik. Produser Seno M. Hardjo menggandeng Satrio Alexa untuk meramu aransemen baru yang lebih intim. Perbedaan nuansa sangat terasa jika dibandingkan dengan versi aslinya yang kental dengan unsur rock.

"Kalau versi Mas Ari rock-nya kuat dan galak. Versi Cloudy kami buat lebih intim dan hangat," jelas Seno M. Hardjo.

3. Arti Cinta Bagi Cloudy

Kehadiran Cloudy di industri musik juga tak lepas dari peran Farida Wijanarko selaku eksekutif produser dari Prabawa Entertainment Indonesia. Lagu ini pun telah mendapatkan restu dari Aquarius Musikindo untuk didistribusikan secara digital, label yang juga menaungi banyak musisi papan atas.

Bagi Cloudy, "Arti Cinta" versinya bukan sekadar lagu galau anak muda masa kini. Ia ingin lagu ini menjadi jembatan emosional lintas generasi, menyatukan pendengar muda yang sedang merasakan pahit manis asmara dengan pendengar dewasa yang ingin bernostalgia.

4. Cloudy Siap Beri Warna Baru di Industri Musik

Dengan bekal teknik vokal yang mumpuni dan pemahaman musik yang mendalam, Cloudy siap memberikan warna baru. Ia membuktikan bahwa musik berkualitas lahir dari hati yang jujur, memadukan kekayaan budaya Barat dan Timur dalam harmoni yang indah.

"Saya ingin lagu ini jadi jembatan. Anak muda bisa merasakan pahit manisnya cinta, sementara yang dewasa menemukan nostalgia, tentang cinta yang juga berarti tanggung jawab," tutur pria yang mengidolakan Chrisye ini.

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

Rekomendasi
Trending