One Direction, 'MIDNIGHT MEMORIES', Usaha Jadi Dewasa

Sabtu, 04 Januari 2014 16:50 | 

One Direction

One Direction, 'MIDNIGHT MEMORIES', Usaha Jadi Dewasa
One Direction: 'MIDNIGHT MEMORIES'




KapanLagi.com - oleh: Rea

Siapa boyband paling tersohor abad ini? One Direction. Siapa boyband overrated beberapa tahun belakangan ini? One Direction. Siapa boyband paling sering menghiasi kolom gosip? One Direction. Siapa boyband penghasil histeria terbesar sepanjang 2013 lalu? Tentu, One Direction.

Simon Cowell bisa jadi orang yang paling bergembira dengan rilisnya MIDNIGHT MEMORIES. Betapa tidak, sudah terbayang kucuran uang yang mengalir melalui album ketiga One Direction ini. Sebuah album yang rupanya dirancang sedemikian rupa untuk memenuhi euforia para penggemar, karena 10 lagu di dalamnya seolah berebut menjadi hit.

MIDNIGHT MEMORIES punya semua syarat yang bisa diharapkan dari boyband ini. Cetakan industri yang baik, lirik cinta dan kisah pribadi para personelnya yang terus-menerus menjadi berita di kolom gosip. Namun ada lebih banyak sound gitar di sini, lebih menyerupai 'laki-laki' daripada hanya sekedar bernyanyi sambil menari.


Best Song Ever punya fondasi tidak jauh berbeda dari Live While We're Young. Story of My Life lebih lembut, melodi yang susah ditolak, lagu sedih bergaya Ed Sheeran. Diana berlalu begitu saja, tidak istimewa, malah terasa aneh.

Dan halo, Midnight Memories! Chorus yang mengingatkan pada rock era 80an, sound gitar mengejutkan, sebelum secara aneh (lagi) menjadi pop dan One Direction menunjukkan kedewasaan mereka dengan, "Now I'm in the age when I know whay I need."

Benarkah One Direction beranjak dewasa? Mereka masih bicara soal cinta, bahkan soal beratnya menjalani hubungan yang tidak disetujui dalam You and I. Jenis lagu dengan vokal tinggi yang membuatmu meleleh lalu menelepon kawanmu untuk mencurahkan isi hati, karena hidup akan berakhir bila kalian tak bisa bersama. Lagu yang menarik, meskipun tidak semenarik Don't Forget Where You Belong.


Kelima mega bintang yang sudah berkeliling dunia ini menceritakan kehidupan mereka, dan menegaskan, status bintang tersebut tidak mengubah pribadi. Mudah membayangkan lagu ini dinyanyikan dengan lampu sorot biru, Niall Horan dan kawan-kawannya bernyanyi sepenuh hati lantaran rindu keluarga, sementara penggemar menatap mereka penuh empati.

Agak ambigu memikirkan apa yang dimaksud Zayn Malik ketika dia membuka Strong dengan, "My hands, your hands tied up like two ships." Lebih upbeat, meski masih mengisahkan cerita cinta klasik. Lagi-lagi, sangat tipikal One Direction. Happily menyambung Strong, kemudian ada Right Now yang tidak akan sulit menjadi hit, sangat sangat pop. Tidak perlu heran. Lagu ini memang ditulis oleh Ryan Tedder dari One Republic yang terbiasa menulis hit.

Petualangan kedewasaan ini belum selesai. Anak-anak One Direction terdengar nakal di Little Black Dress, "I wanna see the way you move for me, baby," diiringi raungan gitar ala rock 80an. Lebih banyak akustik dalam Through the Dark. Manis, meski tidak banyak berbeda dari Story of My Life.


Sisanya berlalu dalam standarisasi umum album pop. Little White Lies memberi sedikit kesegaran, bergaya dubstep di bagian chorus, membuat Better Than Words terdengar 'tercekik' dalam usahanya menjadi penutup album yang baik.

Secara kualitas tidak terbilang buruk, namun strategi penjualan super oke sudah dirancang sebagai pendukung, menjadikan MIDNIGHT MEMORIES istimewa. Jadi tak masalah apakah kamu sangat menyukai One Direction atau sudah begitu muak, mereka bakal tetap menginvasi di 2014 ini.

Oh, dan bila dalam usaha 'menjadi dewasa' ini One Direction melakukan beberapa 'kesalahan', seperti menganggap harap dimaklumi. Semua orang menjalani sebuah proses, kan?

 

(kpl/rea)



Lihat Arsip Musik

- - -