Deadsquad: 'HORROR VISION', Manifestasi Idealisme Sambilan

Jumat, 01 Mei 2009 08:11





  • Deadsquad: 'HORROR VISION', Manifestasi Idealisme Sambilan
    Deadsquad - HORROR VISION

KapanLagi.com -
Oleh: Galih Akbar

Mendengarkan secara mendalam track demi track dalam HORROR VISION menimbulkan pertanyaan klise, di manakah letak idealisme di era apresiasi musik Indonesia yang kian dangkal? Ataukah Deadsquad hanya manifestasi dari sebuah budaya latah yang tak relevan lagi, sebagaimana film-film Indonesia kekinian, yang hanya dipenuhi paha, dada, dan pocong.

Imej bagaimanapun juga adalah ujung tombak dari komunikasi (baca: marketing), dan Andyan Gorust, drummer sekaligus designer layout cover album Deadsquad, paham betul hal itu. Imej gelap, suram, absurd, atau apalah yang bisa mewakili kesangaran death metal, digambarkan habis di sampul depan album debut band asal Jakarta tersebut. Sayangnya, kurang kuatnya tema atau akibat kurang tergarap maksimal, cover album itu malah cenderung pasaran, persis dengan poster film-film Indonesia terkini.

Melabeli diri mereka dengan technical death metal band rasanya cukup masuk akal, meski mereka terdengar jauh lebih grindcore, dan setipe dengan band underground lain asal Bandung, dikarenakan technical yang dimaksud mungkin adalah permainan dari duet gitaris Stevie Morley Item dan Christopher Bollemeyer, serta speed yang dihasilkan oleh fill drumAndyan Gorust sendiri. Namun bukankah Ozzy Osbourne tak pernah mengklaim dirinya sebagai seorang satanist yang putus asa, ia mendapatkan semua lewat karyanya yang diakui kritikus musik sebagai sesuatu yang langka dan fenomenal, sementara dicap berbahaya oleh kebanyakan orang tua di Amerika.

Dari tujuh track karya sendiri plus satu track cover versionArise milik Sepultura, Deadsquad mengumbar permainan Stevie Item, yang seakan-akan memuaskan hasratnya setelah lelah 'beronani' di Andra And The Backbone. Anda akan mudah mengenali permainan Stevie yang memang terang-terangan mengaku menyukai Steve Vai, apalagi jika Anda fans berat salah satu gitaris G3 yang dikenal flamboyan tersebut.

Simak opening track, Pasukan Mati, pada lead gitar setelah verse pertama, Anda akan menemukan permainan Stevie yang sangat Steve Vai. Berikutnya pada track nomor empat, Dominasi Belati, Stevie mengisi lead awal yang lagi-lagi menegaskan hal yang sama, namun sekali lagi, di sini gitaris anak kedua dari Yopie Item itu memang bisa leluasa, tanpa ada bayang-bayang Andra Ramadhan.

Technical berikutnya bersumber pada shredderChristopher 'Coki' Bollemeyer yang telah kita kenal kiprahnya sejak bersama Base Jam, lalu menjadi gitaris keempat yang menemani Eno Gitara Ryanto dan Bagus Dhanar Dhana di Netral. Coki yang kembali di endorse oleh Ibanez rupanya mengeksploitasi habis-habisan 'sponsor'nya tersebut, downstroke dan shreddingpentatonic khas Coki yang menggemari Hendrix diperagakan di setiap track. Bisa dikatakan, setiap track tak jauh beda, baik secara lirik (sama-sama mengangkat tema suram dan kematian sosio kultur) ataupun aransemen, hanya Coki dan Stevie-lah yang membuat perbedaan.

Secara keseluruhan, hanya betotan bass Bonsquad, serta growl dan scream dari Daniel Mardhany yang tenggelam serta kurang 'berteriak', entah akibat mixing yang tak terlalu istimewa, atau disengaja dengan asumsi sound gitar yang dikedepankan, yang jelas hal tersebut sangat klise dengan permainan instrumentalis sisanya yang sangat menggebu.

Jika berkaca dari album rilisan band dengan scene yang 'sebelas-duabelas' dengan Deadsquad, Burgerkill dengan BERKARAT di tahun 2003, yang bahkan sempat menyabet AMI Awards untuk kategori 'Best Metal Production', kualitas rekaman Deadsquad boleh dikatakan 'aib' untuk band sekelas mereka, serta menjadi pekerjaan rumah bagi Rottrevore Records.

Akhirnya, jika boleh berandai-andai, Deadsquad rasanya harus memiliki vokalis sekelas Khrisna J Sadrach, yang dijamin mampu mengimbangi bombardir instrumen pol-polan, serta kemampuan mengaransemen sounding yang tepat, plus mental manajemen keproduseran yang kuat, daripada hanya sekedar berkutat dengan slogan technical death metal.

Kalau sudah seperti ini, rasanya tak perlu dipertanyakan idealisme musik ala Deadsquad, karena eksistensi tak akan pernah pasti, ketika Netral dan Andra And The Backbone tetap ramai order manggung. (kpl/bar)


Nama
Email
Komentar
Komentar yang tidak sopan akan dihapus.

Komentar Pembaca (0)

Lihat Arsip Musik

- - -