Romantisme Sepakbola dan Musik, Kenapa Harus Saling Hujat?

Erick  |  Selasa, 17 Maret 2015 12:22
Romantisme Sepakbola dan Musik, Kenapa Harus Saling Hujat?
One Direction © Fameflynet
Kapanlagi.com - Baru-baru ini netizen sedang dihebohkan dengan hashtag #OneDirectionJancuk, terkait konser mereka yang akan digelar di Gelora Bung Karno. Di tanggal yang sama, sebuah pertandingan sepakbola seharusnya digelar. Yang terjadi kemudian adalah, pertandingan sepakbola harus diundur.

Tentu saja hal ini memicu kemarahan para penggemar sepakbola, dan bahkan mereka mengancam akan membakar GBK pada saat konser dilangsungkan pada tanggal 25 Maret nanti. Hashtag yang sudah jadi trending topic di twitter itupun menuai banyak pertanyaan dari para penggemar 1D di luar negeri karena mereka tak paham artinya.

© Sound Rhythm Official Twitter© Sound Rhythm Official Twitter

Sebagian besar generasi muda suka sepakbola. Sebagian lagi lebih suka musik. Namun banyak juga yang cenderung untuk suka keduanya. Nah, bagaimana dengan kalian?

Banyak yang menganggap bahwa musik dan sepakbola adalah hal yang berseberangan. Alasan mereka yang mempunyai pendapat seperti ini adalah, musik cinta damai, dan sepakbola menebar bibit permusuhan. Sebagian lagi menganggap bahwa stadion adalah tempat olahraga, dan bukan tempat konser. Namun benarkah demikian?

Jika kita mau sedikit melihat ke masa lalu, sebenarnya hubungan keduanya sangatlah dekat. Kalau kalian adalah pecinta musik reggae dan kenal dengan sosok Bob Marley, kalian juga pasti tahu bahwa sang mendiang Bob sangat suka bermain sepakbola. Bahkan di sela-sela masa istirahat ketika tur pun, ia masih sempat bermain sepakbola bersama personel lain, para kru, bahkan wartawan.

Bob Marley di sela-sela Survival Tour © Bob Marley Official FacebookBob Marley di sela-sela Survival Tour © Bob Marley Official Facebook

Mantan personel Oasis yakni Gallagher bersaudara, adalah penggemar fanatik klub Manchester City. Walaupun keduanya kini tidak akur dan punya band sendiri, namun Gallagher bersaudara ini tidak pernah melewatkan kesempatan untuk nonton pertandingan klub kesayangan mereka.

Perlu juga dicatat bahwa banyak konser-konser musik yang diadakan di stadion atau gedung olahraga. Tak hanya di negara kita, bahkan di luar negeri pun juga.

Kasus ini bagaikan 2 sisi belati yang sama tajam. Namun sebagai generasi muda yang mampu berpikir lebih baik, alangkah lebih baik jika tidak perlu terburu-buru bersitegang dan saling menghujat. Semua masalah bisa diselesaikan dengan jalan damai.

Nah, sebagai generasi muda yang bisa jadi adalah penyuka sepakbola dan juga musik, bagaimana menurut kalian? Apakah ada solusi lain selain menyarankan salah satu pihak mengalah? Atau mungkin kalian punya ide brilian lain?

Baca juga beberapa berita hot berikut ini:

Jawab Tantangan Simon Cowell, One Direction Bersolo Karir!

Simon Cowell Suruh Personel 1D Bikin Solo Project, Kenapa?

Konser di Jakarta, One Direction Jadi Pemain Timnas Indonesia

(kpl/erc)


Lihat Arsip Musik

- - -