[Q&A] Kisah Pilu Geisha Sebelum Raih Popularitas, Inspiratif!

Kamis, 10 April 2014 16:01  | 

Geisha



Geisha @foto: KapanLagi.com®/Bambang E Ros

Kapanlagi.com - Nama band Geisha yang digawangi Momo (vokal), Roby (gitar), Nard (bass), Aan (Drum), dan Dhan (keyboard) mulai tenar setelah single Jika Cinta Dia hadir menghiasi industri musik Indonesia pada tahun 2009. Single ini langsung membuat band yang dibentuk tahun 2003 itu melesat di kancah musik Indonesia.

Kini, seiring bejalannya waktu, Geisha telah lahir menjadi salah satu band besar di Indonesia. Terlebih, lagu Lumpuhkan Ingatanku yang sukses di pasaran makin mengangkat Momo cs. 18 juta page views di youtube hingga saat ini cukup menjadi bukti hebatnya Geisha dalam menciptakan sebuah lagu.

Namun, mungkin banyak yang belum tahu. Di balik kisah sukses di atas, Geisha pun sempat kesulitan di awal karirnya. Sempat berbohong soal keberadaan mereka di tanah rantau kepada keluarga di Pekanbaru, dibayar dengan makanan, hingga menjadi korban banjir pun sempat dialami Momo cs.

Berkunjung ke kantor Redaksi KapanLagi.com® di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, senin (7/4), Geisha yang saat ini berdiri di label Musica Studios tak malu berbagi kisah pilu diawal merintis karir sebagai band papan atas.

  (kpl/pur/adb)

1. Tertipu di Awal Karir


Dulu, apa modal Geisha hijrah ke Jakarta?

Aan
Modal nekat sebenarnya, hehe. Jadi kami udah ada uang dari hasil menang festival kami kumpulin untuk kontrak rumah.

Kontrak rumah di daerah mana?
Aan
Kami ngerasain susah merantau. Karena awalnya pas izin ke Jakarta kami bilangnya sudah sukses punya rumah dan sebagainya. Tapi gak tahunya kami tinggal di Ciledug, Banten. Ga ada gedung, adanya gunung yang keliatan. Makan sekali sehari.

Aan Geisha @foto: KapanLagi.com®/Bambang E Ros

Lalu?
Aan
Tadinya kami pikir itu di Jakarta nggak tahunya Ciledug. Tahunya pas lagi masang antena. Saya dan Dhan lihat dari atas kok nggak ada gedung-gedung. Terus besoknya kami sholat Jumat dapat tempat di luar masjid. Pas lagi doa air mata netes. Tapi nangisnya bukan karena doa, tapi ngeliat papan masjid tulisannya Tangerang, Banten. Nah habis itu nelpon keluarga bilang kalau ternyata kami bukan di Jakarta.


2. Banjir Seleher


Sempat merasakan apa lagi di kontrakan itu?

Aan
Kena banjir di leher juga pernah. Sampai tukang becak ga mau nganter kami. Akhirnya ngungsi di rumah pak RT. Setahun doang tinggal di sana. Habis kontarakan selesai ga mau lagi tinggal di situ. Terus tinggal dekat kantor di Pancoran.

Momo @foto: KapanLagi.com®/Bambang E Ros

Kabarnya, sempat harus sewa angkot untuk datang ke lokasi manggung?
Momo
Kami kan kalau latihan selalu sewa angkot. Jadi dulu pernah mau ikut tur bareng Nidji dan d Masiv.  Terus kami sudah telat banget, tadinya pengen dimarahin tapi nggak jadi karena ngeliat kami turun dari angkot. Dan itu angkot berjasa sekali. Supirnya harus lawan arah karena macet.

3. Kenangan Pilu


Pernah dapat perlakuan yang tidak menyenangkan?

Aan
Kami pernah manggung di Jakarta Selatan, waktu belum punya album. Jadi pas kami manggung sudah ada yang mulai suka dengan lagu kami yang Selalu Salah. Tapi pas tahu kami dijemput dengan mobil angkot, mereka yang udah kenalan sama kami nggak ada kabar. Termasuk orang yang dari Malaysia yang awalnya udah tukeran nomer telepon.

Geisha dan tim KapanLagi.com®

Awal manggung dibayar berapa?
Aan
Itu pertama kali kami main (di Jakarta Selatan), tapi malah kami yang bayar biaya pendaftaran. Habis itu jadi bintang tamu di sebuah acara cuma dibayar konsumsi dan dijemput. Itu udah wah banget

4. Tentang Roby


Gak gampang untuk bertahan hingga 10 tahun, apa tantangan terberat kalian hingga saat ini?

Momo
Salah satu personel kami (Roby) harus off dulu. Tapi kami di sini tetap menanti Roby kembali. Sempat bikin kaget, tapi so far kami masih semangat dan kami anggap baik-baik aja.

Momo @foto: KapanLagi.com®

Dari kejadian yang menimpa Roby, gimana sekarang kalian menjaga diri?
Aan
Yang jelas kami lebih jaga diri. Itu kan dari lingkungan. Apalagi di dunia entertain sangat rentan. Jadi lebih selektif pilih teman. Beruntung jadwal tiap hari ada aja, jadi kan kami lebih positif aja kegiatannya.

Momo
Satu sama lain harus tahu diri. Kami harus sadar kalau ke Jakarta itu untuk mencapai cita-cita yang waktu di Pekanbaru kami impikan. Kami kan grup, jadi harus saling jaga.

5. Konser Tunggal?


10 tahun atau satu dekade, apa impian kalian? Konser tunggal?


Aan
Pengen bikin konser satu dekake. Udah ada rencana sih ya. Kalau untuk jadwal udah ada. Tapi masih on progres lah. Masih ada jadwal untuk yang lain. Tapi pelan-pelan udah cicil apa yang akan kami tampilin nanti.

Aan Geisha @foto: KapanLagi.com®/Bambang E Ros

Setelah ngobrol santai, Geisha pun menghibur karyawan KapanLagi.com® dengan lagu Lumpuhkan Ingatanku dan Kamu Jahat. Meski hanya dengan alunan dua gitar akustik, penampilan Geisha sungguh menghibur di sore hari itu. Semoga, kisah Geisha ini juga bisa menginspirasi musisi atau band baru untuk terus bejuang tanpa putus asa meraih sukses.


Yuk, beri respek musisi idolamu. Dapatkan lagu album terbaru Geisha, BERSINAR TERANG di sini. Sukses selalu untuk Geisha!

(kpl/pur/adb)